Boss Gila

Boss Gila
Advokat punya Rahasia


__ADS_3

Di tempat kerja, Cindekia masih mengalami sakit kepala mengingat dirinya yang terjerat kasus hukum.


Cindekia menyesali tindakannya, seharusnya Ia tidak terburu-buru memutuskan untuk menerima lamaran Dyan tanpa mencari tahu dulu tentang keseriusan pria itu. Karena cintanya yang terpendam cukup lama, begitu gayung disambut langsung saja diterima.


Jika sudah begini, maju kena mundur kena. Kalau meneruskan pernikahannya, Ia tidak memiliki perasaan lagi kepada Dyan, dan pria itu juga melamarnya setelah baru saja putus dari mantannya. Itu pun karena ditinggal nikah.


Tapi.. siapa yang memberitahuku tentang Dyan ya? Sandra kah? Apes sih memang nasibnya, tapi kenapa membawaku? teman sih teman tapi nggak begini juga caranya! kesal Cindekia dalam hati.


Ditengah kekalutannya, gadis itu melihat Pak damar yang sedang berbicara dengan Rendi, "Apa konsultasi dengan Pak Damar saja?" bisik Cindekia dalam hati.


Sudahlah, pergi ke kantor konsultasi hukum saja! bisik pikirannya yang lain.


Tetapi apa masih buka kalau sore? tanya pikirannya yang lain lagi.


"Ah nggak tahu lah! gelap!" teriak Cindekia menggenggam rambutnya.


Teriakannya membuat Damar dan Rendi menoleh ke arahnya. "Cindekia Kau harus menyelesaikan programmu secepatnya!" hardik Damar yang mengira Cindekia sedang frustrasi karena script program yang dikerjakannya gagal melulu.


"Setelah ini Aku akan membantumu, ok, " ucap Rendi tanpa suara kepada Cindekia.

__ADS_1


"Iya Pak, sudah mau beres kok," ucap Cindekia yakin.


"Bagus," perhatian Damar kembali ke Rendi.


"Pak, saya boleh ijin keluar sebentar? ada urusan yang sangat mendesak yang harus saya lakukan." ucapan Cindekia kembali menarik perhatian Damar. Ia harus segera menemui konsultan hukum.


"Tidak boleh! setelah kerjaanmu selesai," titah Damar.


Hingga sore hari, barulah kerjaan Cindekia selesai. Dan sudah terlambat juga untuk ijin keluar. Bukan apa, jam kantor juga sudah selesai.


Dengan lesu Cindekia pulang ke rumahnya, karena kantor konsultasi hukum sudah pada tutup. Sementara Ia tidak ada memiliki kenalan advokat.


tok..! tok..!


"Selamat sore," ucap seseorang tidak dikenal pelaku pengetuk pintu rumah Cindekia.


"Iya, sore. Cari siapa ya Pak?"


"Betul dengan Nona Putri Cindekia?" tanya pria tidak dikenal itu.

__ADS_1


"Iya, Saya sendiri."


"Perkenalkan, Saya Jasson Hakim. Pak Gamya meminta Saya untuk membantu kasus hukum teman Anda." Pria yang sudah dikenali itu mengulurkan tangannya.


Cindekia menyambut baik uluran tangan Jasson. Pria yang berumur dan sangat terlihat sudah memiliki banyak pengalaman.


"Bapak ini?" tanya Cindekia memastikan sekali lagi


"Saya seorang Advokat,"


Cindekia membuka lebar pintu rumahnya, "Mari masuk Pak, silahkan duduk." katanya dengan antusias


"Saya tidak akan lama," kata Jasson.


Karena Gamya, anak itu memintaku jangan lama lama.


"Iya baik, Pak. Silahkan diminum Pak, dan dimakan kuenya," Cindekia menawarkan minuman kemasan dan aneka camilan.


"Terima Kasih, bisa Anda ceritakan kronologi masalah yang menimpa teman Anda?"

__ADS_1


"Begini, Pak. Sebenarnya ini Saya, bukan teman saya. Tetapi jangan bilang kepada Pak Gamya kalau ini kasus saya, ya Pak," Cindekia memulai ceritanya dan memohon.


"Hmm, baik, karena Anda sekarang adalah klien Saya, jadi rahasia Anda akan Saya jaga." ucap Jasson yang sebenarnya sudah diberitahu Gamya kalau yang punya masalah adalah Cindekia. Tetapi demi menjaga keharmonisan para kliennya, ada baiknya diam itu emas.


__ADS_2