Boss Gila

Boss Gila
Jangan Melupakan Hari Penting


__ADS_3

"Kia apakah Kau yakin bisa melakukannya?" tanya Erlin bernada khawatir, raut wajahnya terlihat sangat ketakutan.


"Diamlah! tenang, tarik napas dalam dalam. Kalau Kau bergerak terus nanti bisa salah cucuk!" jawab Cindekia dengan sebuah jarum suntik di tangannya.


ia berencana akan menukar sampel darah Erlin dengan sample darah miliknya.


Erlin menarik napas dalam membiarkan Cindekia yang hendak menusuk pembuluh darahnya dan mengambil paksa darahnya. Ia sebenarnya takut, tetapi mau bagaimana lagi, semua pekerjaan memiliki resiko.


"Tunggu!" pekik Erlin.


"Ada apa?"


"Bagaimana kalau saya menyamar menjadi dirimu?" usul Erlin. Tiba-tiba Ia ragu membiarkan lengannya untuk dijadikan kelinci percobaan oleh Cindekia.


"Apakah Kau yakin penyamaranmu tidak akan mencurigakan?" tanya Cindekia tidak yakin.


Erlin menggeleng. "Percayalah, tidak akan ketahuan," katanya yakin.


Cindekia berpikir sejenak, "Bagaimana dengan pelayan yang lain?"

__ADS_1


"Aku akan meminta salah satu dari mereka untuk menunggu kedatangan petugas itu dan membawanya ke sini," kata Erlin sembari mengambil ponsel dari sakunya. Ia menghubungi salah satu rekannya.


Sementara Erlin menghubungi rekannya, Cindekia memikirkan rencana selanjutnya. Ia tidak bisa selamanya terus menghindari kecurigaan suaminya.


"Kia, ayo kita harus bertukar pakaian," seru Erlin membuyarkan lamunan Cindekia.


"Ya, Aku juga harus meriasmu," sahut Cindekia. Tidak sulit merias Erlin untuk terlihat mirip dengannya karena mereka sama- sama berwajah asia yang berasal dari rumpun yang sama.


###


Keculasan Cindekia dan Erlin berhasil mengelabui Gamya. Ia tersenyum menerima hasil laboratorium Cindekia di ponselnya.


Gamya meminta Adi mencari restoran untuk makan malam romantis, meskipun dirinya bukan seorang pria yang berjenis romantis. Ia hanya tahu istrinya suka dengan tempat- tempat yang lagi hits.


Karena kesibukannya, sudah lama mereka tidak pergi berkencan menikmati kebersamaan di tempat umum.


"Kerja bagus," puji Gamya tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel.


"Semoga perayaan ulang tahun istri anda berjalan dengan baik," ucap Adi menyemangati bosnya.

__ADS_1


"Aku tidak mengingat tanggal lahirnya," balas Gamya enteng.


Ckitzz!! Adi langsung memijak pedal rem, dan menepikan mobil yang dikemudikannya demi melihat sosok pria yang baru saja mengucapkan kata terlarang.


Adi menoleh ke kursi belakang. "Pak, wanita sangat berbahaya jika kita melupakan hari penting," katanya kemudian dengan raut wajah khawatir.


Gamya berdecak, "Kau membuang waktuku dengan berhenti seperti ini hanya untuk mengatakan omong kosong?!"


"Maaf, Pak." Adi kembali menghadap ke depan dan memijak pedal gas. ia kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Berbahaya? batin Gamya mencomooh ucapan Adi, sembari membuka file tentang Cendekia di ponselnya untuk melihat biodata istrinya itu.


Dahinya berkerut dan matanya menatap serius. Tanggal lahir Cindekia jatuh pada awal bulan lalu. Gamya menelan ludah mengingat waktu itu Cindekia menolaknya, padahal Ia sudah mencuri waktu untuk pulang walau hanya semalam, dan istrinya itu tetap tidak mau disentuh saat kepulangannya dari Turki.


Ternyata memang sangat berbahaya. Pikirnya kemudian menghilangkan kecurigaannya kepada istrinya yang berbohong tentang tamu bulanannya.


"Aku ingin Kau mencari sesuatu, dan membelinya," perintah Gamya kepada Adi datar.


Gamya berpikir untuk memberikan hadiah ulang tahun untuk Cindekia. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

__ADS_1


Adi melirik kaca spion demi melihat si pemberi perintah, "Baik."


__ADS_2