Boss Gila

Boss Gila
BAB 51 Bukan Reuni Biasa


__ADS_3

Mobil SUV berwarna Deep Sea Blue yang membawa Gamya dan Sukie akhirnya tiba di kediaman keluarga Duncan.


Sudah lama Ia tidak memijakan kakinya di rumah itu. Dulu Ia pernah tinggal dengan keluarga Duncan. Seorang wanita yang mengaku neneknya, membawa Gamya tinggal bersamanya. Wanita itu adalah salah satu pelayan di keluarga Duncan.


Dari sanalah Ia berteman akrab dengan Rudi sejak kecil.


Seorang pelayanan wanita menuntun mereka ke sebuah ruangan yang serba putih. Seorang pria tua berusia sekitar 70 tahun telah duduk di sana. Tampaknya, Ia dan istri yang duduk di sebelahnya, memang menunggu tamu.


Pria itu adalah Ayahnya Rudi. Ia memiliki 9 orang anak, dan Rudi adalah anak nomor 9. Meskipun begitu, Ia dan istrinya masih tampak masih berusia 50-an tahun. Sungguh awet muda. Sayangnya mereka tidak bersedia untuk berbagi tips awet muda.


"Kau sudah datang?" terdengar suara berat pria tua menyambut kehadiran Gamya.


"Mengapa membuat alasan Kau sedang sakit parah untuk memintaku datang? Pak tua, Kau bukan Ayahku," tutur Gamya dengan nada yang tidak enak didengar sipenanya.

__ADS_1


Gamya memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan tuan Duncan.


Pria tua itu tersedak padahal tidak sedang minum ataupun makan, "Aku minta maaf, karena sudah menganggapmu seperti putraku sendiri."


Pria tua itu tidak berbohong, dulu Ia terkesan dengan anak salah seorang pelayan yang memiliki keberanian tinggi dan bakat yang luar biasa.


Ia tahu, meskipun dari luar Gamya bersikap arogan, namun dihatinya memiliki hati yang tulus. Di saat putra putrinya tidak peduli dengannya, Gamya kecil sangat memperdulikan kesehatannya. Yang Duncan tahu, Gamya hanyalah anak dari salah seorang pelayan di rumahnya.


Gamya adalah salah satu anak penerima beasiswa Haniun Foundation. Di usianya yang sudah memasuki kepala tiga, Pria yang memiliki karir bagus itu masih betah di posisi lajang. Di saat memutuskan untuk menikah, disaat itulah Ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Cindekia.


(*mitologi yunani, seorang raja terkenal dengan sentuhan emas)


"Kau masih saja bersikap tidak sopan kepada Ayah," terdengar suara pria tiba-tiba turut hadir dalam ruangan itu, dan ikut pula dia duduk. Ia memilih duduk di depan putri tertuanya, Sukie Duncan.

__ADS_1


Dia adalah Radi, putra tertua dari tuan Duncan. Sosok yang paling dibenci oleh Rudi dan Gamya sejak dulu.


Begitu juga dengan Radi yang juga tidak menyukai adiknya dan teman tidak beradabnya itu. Namun kini Ia harus menerima kenyataan bahwa ternyata Gamya yang Ia anggap benalu di keluarganya adalah putra dari Lenart.


Ia harus membuat putrinya menikah dengan Gamya, dan membujuk Ayahnya untuk meminta Gamya menikah dengan Sukie.


"Pak tua, Apakah Kau sedang membuat acara reuni keluarga?" tanya Gamya heran mengapa Radi ikut pula ngumpul. Ia berpikir berberapa saat lagi bakalan datang pula anak-anak tuan Duncan yang 8 orang lagi.


Tuan Duncan tertawa kecil, "Kau bisa menganggapnya begitu,"


"Jika ada yang ingin Kau katakan, katakan saja. Kau beruntung Pak tua, moodku sedang dalam keadaan baik," kata Gamya. Moodnya memang dalam keadaan baik karena hubungannya dengan Cindekia sudah mengalami dua arah.


"Aku sudah menyerah mengharapkan putra bungsuku yang selalu bergonta ganti pasangan untuk menikah, jadi Aku ingin melihatmu menikah."

__ADS_1


Barusan Kau bilang apa pak tua, omonganmu sangat tidak nyambung.


__ADS_2