Boss Gila

Boss Gila
Asal Kau Bahagia.


__ADS_3

Norah dengan cekatan menggunakan peralatan dapur. Ia terlihat telah terbiasa memasak. Setiap gerak- geriknya tidak luput dari perhatian Cindekia.


Mengapa tiba- tiba aku melakukan ini di sini? batin Norah tidak terima. Ia memiliki pelayan yang menyiapkan makanan di rumahnya.


Dia cantik dan pintar. Kelihatannya dia orang yang baik. Apakah Aku terlalu berlebihan menganggapnya pelakor? Tapi Gamya mungkin akan lebih bahagia jika memiliki istri seperti Norah.... Tunggu Cindekia! sadarlah apa yang Kau pikirkan? Ini bukan lagunya Armada Asal Kau Bahagia. Cindekia bermonolog dalam hatinya.


Cindekia menyadarkan dirinya, namun tanpa sadar sudip yang Ia pegang menyenggol panci berisi rendaman beras hingga tumpah dan mengenai Norah.


"Ah maaf!! maaf tidak sengaja," pekik Cindekia kaget merasa bersalah.


"Tidak apa- apa, bajuku hanya basah," balas Norah lembut.


Kau pasti sengaja melakukannya! Kau adalah wanita ular. Batin Norah tidak terima gaun mahalnya tersiram air beras.


"Bajumu jadi kotor. Kamu harus mengganti bajumu." Cindekia segera menuntun Norah ke kamarnya.


Sebaiknya Kau memiliki baju yang bagus untuk kupakai, batin Norah.


Di kamarnya, Cindekia mencari- cari pakaian yang bisa dipakai oleh Norah. Ia tidak memiliki banyak pakaian di rumah mertuanya.


"Kamu bisa memakai ini untuk sementara pakaianmu dikeringkan," ucap Cindekia sembari memberikan sepotong pakaian miliknya.


Daster? Kau meminjamkanku daster mu?!


Meskipun tidak terima, Norah tetap mengenakan daster lengan panjang dengan bagian bawah terusan. Daster yang biasa dipakai nenek- nenek.

__ADS_1


Ia lanjut meneruskan masakannya, dan menyesal telah membuat citra dirinya adalah wanita yang rajin dalam urusan ibu rumah tangga di hadapan Wening.


Sementara Cindekia sedang menemui Erlin dengan alasan akan mengeringkan pakaian Norah. Padahal Ia sedang mengajak Erlin bekerja sama dengannya.


Suasana menjadi rumit ketika Gamya yang pulang lebih cepat langsung menuju dapur untuk menemui Cindekia. Ia tersenyum mendapati istrinya yang tengah bekerja di dapur.


"Sayang!"


Norah terkejut dan terdiam ketika mendengar suara Gamya dari arah belakangnya. Karena pakaian longgar yang dikenakan Norah. Gamya tidak bisa membedakan istrinya yang sedikit lebih berisi dari Norah yang sedikit lebih langsing.


Ia tetap terdiam ketika sepasang tangan hendak merangkul pundaknya dari belakang. Namun tidak jadi karena Gamya segera sadar wanita yang terlihat seperti istrinya ternyata bukan istrinya.


"Maaf Aku hampir saja menyentuhmu, Ku kira Kau adalah istriku," kata Gamya mencoba bersikap sopan dan segera menjauh dari Norah. Ia harus bersikap sopan karena dirinya yang bersalah.


Pria ini sangat sopan, Aku menginginkannya.


Gamya mengerutkan dahinya, "Dia sudah menikah," katanya sembari menujukan sebuah cincin yang melingkari jari manisnya. "Bukan seorang nona," lanjutnya kemudian.


"Maaf..," tawa Norah. Ia tertawa dengan anggun yang semakin memperlihatkan kecantikannya.


Gamya tersenyum tipis dan harus segera pergi mencari dimana istrinya.


###


Erlin dengan wajah serius mencerna penjelasan panjang yang telah diberikan Cindekia. Sekarang Aku adalah triple agent. Batin Erlin siap dengan tugas barunya.

__ADS_1


"Di sini Kau rupanya!" seru Gamya tiba-tiba muncul di depan pintu ruangan binatu.


Erlin segera berdiri menghadap Gamya, dan menunduk sembari mundur menjauhi majikannya itu.


"Sayang Kamu mencariku hingga ke sini? Kamu kan bisa menghubungiku," kata Cindekia dengan tenang menutupi rasa gugupnya.


Apakah dia mendengar apa yang kukatakan kepada Erlin?


"Di mana ponselmu?"


"Eh? iya tertinggal di kamar. Maaf," jawab Cindekia sembari merangkul lengan Gamya dan menyeretnya pergi.


"Kau sudah bertemu dengan ibuku, ayo kita pulang," Gamya gantian menyeret Cindekia.


Cindekia menahan tangannya, Ia memerlukan bantuan Erlin. "Tidak, bukankah Kamu sudah setuju kita akan menginap beberapa hari?" rayu Cindekia tersenyum manis


"....."


Apakah Kau benar-benar ingin ibuku menerimamu?


"Aku harus membantu Norah menyiapkan makan malam, Sayang istirahat saja sambil menunggu. bye bye." Cindekia segera kabur dari Gamya.


Gamya hanya diam terbengong menatap kepergian istrinya. Sungguh Ia masih tidak mengerti wanita. Sesaat seperti musuh, sesaat kemudian terlihat akrab.


Acara makan malam di keluarga Lenart berlangsung dengan damai. Norah dan Cindekia terlihat akur saling memuji kelebihan masing-masing.

__ADS_1


Lenart juga sudah mengenal Norah dengan baik. Karena Norah teman Ganeeta yang sering berkunjung.


__ADS_2