
Gamya menatap Radi dan Sukie yang tiba-tiba merubah posisi duduk mereka dua koma satu centimeter.
Ia ingin menebak arah pembicaraan tidak nyambung yang disampaikan pak tua di depannya. Namun, Ia memutuskan untuk pura-pura tidak tahu saja.
"Maaf Pak tua, sepertinya Kau juga harus mengubur harapan keduamu."
"Nak Gamya, kami ingin Kau menjadi bagian dari keluarga ini, menikahlah dengan Sukie." Akhirnya terdengar suara seorang wanita. Istri tuan Duncan angkat bicara.
Sepertinya dugaan Gamya benar, wanita tua itu telah mengalami penyakit kepikunan. Seingatnya wanita itu tidak pernah memandangnya sejak kecil. Sekarang mengapa memintanya untuk menjadi cucu menantunya?
"Nenek, nenek bicara apa?" kata Sukie dengan nada kaget. Ya aktingnya tidak sebagus Cindekia.
"Aku tidak mau," Perkataan Gamya menghentikan akting Sukie yang bersikap malu-malu kucing.
"Dasar, Kau tidak tahu diri. Seharusnya Kau beruntung Aku bersedia menikahkan putriku denganmu. Kau hanyalah direktur di salah satu anak perusahaan dan hanya memiliki 4 persen saham," berang Radi. Ia tidak terima Gamya menolak putrinya. Sebenarnya Ia kalah malu, tapi ya sudahlah.
Gamya hanya duduk diam dengan tampangnya biasa saja menanggapi perkataan Radi. Ia sama sekali tidak tertarik dengan drama keluarga Duncan.
"Ayah, Kak Gamya sudah memiliki pacar," ucap Sukie bernada Ia dipihak Gamya menenangkan kemarahan Ayahnya.
Mendengar informasi yang disampaikan Sukie kepada Ayahnya itu, membuat Gamya tertawa kecil, "Yang Kau lihat tadi itu hanyalah salah satu dari sekian banyak pacarku," katanya dan tersenyum arogan kepada Sukie.
Sukie telah dewasa meskipun masih berstatus mahasiswa, Ia tidak perlu bersikap manis lagi kepada gadis itu. Begitulah yang dipikirkan Gamya.
Ia tidak percaya, gadis itu akan membawa wanitanya turut menjadi tokoh dalam drama keluarga Duncan.
__ADS_1
"Aku yakin, setelah menikah dengan cucuku, Kau akan menjadi suami yang baik untuknya." tuan Duncan yang masih percaya Gamya adalah pria baik, masih tetap menginginkannya menikah dengan Sukie.
"Sukie, Apa Kau mencintaiku?" tanya Gamya, Ia tidak sabar ingin mengakhiri drama ini.
Gadis cantik itu terdiam mendapat pertanyaan langsung seperti itu, Ia awalnya tidak tertarik dengan Gamya, namun berubah haluan karena dorongan Ayahnya.
"Jika iya, kubur saja anganmu karena Aku tidak akan pernah menjadi bagian dari keluargamu." ucapnya kepada Sukie yang terlalu lama menjawab pertanyaannya. "Pak Tua, apa Kau melakukan ini karena takut Aku akan meninggalkan Haniun?" tanya Gamya yang tidak mengerti tujuan Duncan menginginkannya menikahi cucunya.
Tuan Duncan juga tidak tahu harus menjawab apa, dia juga tidak tahu tujuan Radi yang menginginkan Gamya menjadi menantunya.
"Jika ya, Kau harus memberikan seluruh sahammu agar Aku menikah dengan cucumu," tawa Gamya dengan lelucon yang dibuatnya sendiri, dan hanya dia yang tertawa di ruangan itu.
"Keterlaluan, jika bukan keluarga kami yang mendukung pendidikan dan membawamu masuk ke dalam perusahaan, Kau bukan apa-apa." Radi menghentikan tawa Gamya.
Ponsel Gamya berbunyi saat Ia hendak menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Duncan.
"Kudengar dari bibi, Kau ada di rumah Ayah ya?" terdengar suara Rudi, begitu Gamya menjawab panggil teleponnya.
"hmm.. "
"Apa yang mereka katakan?"
"Mengapa Kau ingin tahu?"
"Hmm...ma'af abang ipar, Aku tidak sengaja memberitahu Radi tentang Ayahmu."
__ADS_1
Akhirnya Gamya mendapatkan jawaban mengapa Radi tiba-tiba menginginkannya. Ia tertawa karena semakin tidak mengerti.
"Apa ada kejadian lucu yang terjadi? mengapa Kau tertawa?" ponsel Gamya masih terhubung dengan Rudi.
Gamya menghentikan tawanya, "Bagaimana Kau mengenal Gane?" tanyanya dengan serius.
"....dari biro jodoh, ha..ha..ha,"
Aku akan mencari tahu tentang hubunganmu dengan Gane nanti.
"Apa Lenart begitu hebatnya? sampai membuat Radi menjadi sedikit tidak waras."
"Kau tidak tahu apa-apa tentang Ayahmu?luar biasa."
"Aku tidak tertarik, Aku lebih tertarik dengan Resident Evil 4 Remake*."
(*Salah satu Game yang akan rilis tahun depan)
"Aku akan mengirimkan data-data tentang keluargamu, kau harus mengatahuinya, Ok! sampai ketemu lagi Abang ipar." Rudi mematikan sambungan teleponnya.
Sebuah notifikasi pesan masuk di ponselnya Gamya.
"Sepuluh juta?" gumamnya tak percaya melihat nominal uang yang habiskan Cindekia dan tim ALM untuk sebuah makan malam di restoran all you can eat.
°°°°°°°🐅🐅
__ADS_1