
Norah Egon, gadis cantik yang terlihat anggun dengan balutan gaun selutut berbahan katun sultra bernuansa merah muda. Rambutnya ditata dengan model kepang ekor ikan sebelah ke samping.
Cindekia tidak pernah berpikir akan berakhir duduk di hadapan Norah Egon. Meskipun hal itu membuatnya rendah diri, Ia tetap duduk tenang layaknya putri arab. Tentu saja berbekal kemampuan akting yang dimilikinya.
"Terima kasih," ucapnya anggun ketika seorang pelayan meletakan secangkir teh di depannya.
Norah Egon tersenyum bersahabat kepadanya. "Hai," sapanya.
"Hallo,"
Cindekia berpikir gadis cantik di depannya adalah seorang desainer atau semacamnya. Apakah Aku disuruh belajar kepadanya?
"Cindekia, dia adalah Norah. Mami harap kalian bisa berteman baik," kata Wening lembut kepada Cindekia.
"Ya," ucap Cindekia dengan senyum anggun. Ingat semuanya hanyalah pencitraan.
"Ternyata Kau lebih cantik dari yang kubayangkan. Senang bisa bertemu denganmu,"
"Terima kasih. Saya juga sangat senang bisa bertemu dengan Anda, meski Saya tidak tahu siapa Anda," ucap Cindekia, dan mulai menyeruput tehnya.
"Tante pikir Kau akan mengikuti jejak kakakmu. Tante senang Kau menggunakan pendidikanmu untuk memulai karir," kata Wening kepada Norah.
__ADS_1
"Ya Tante, Saya berencana membuka sebuah klinik sendiri."
"Oh ya? Di mana? bagaimana kalau di sini saja?" saran Wening menutup tawanya.
"Tentu," tawa Norah.
Cindekia yang tidak mengerti apa yang dibicarakan kedua wanita di hadapannya, hanya bisa memakan kudapannya dengan tenang. Makanan lebih menarik perhatiannya.
"Jika Kau memerlukan bantuan Tante, masalah perijinan mungkin? katakan saja," ucap Wening. Ia kemudian menghela napas pelan, "Tante ingin sekali menikahkanmu dengan putra tante."
Norah menanggapinya dengan senyum.
Perkataan Wening sukses menarik perhatian Cindekia. Tenang Cindekia, Batinnya menenangkan diri.
Cindekia menyunggingkan senyumnya dengan anggun, "Apakah Mami ingin mengadakan pesta sekali lagi? ha.. ha.. ha.." tawanya.
Tawa Cindekia menghentikan senyum yang mengembang di wajah cantik Norah dan Wening. Menyadari hal itu membuat Cindekia menghentikan tawanya.
"Mengapa Nona Norah? Oh!" Cindekia menutup mulutnya dan menoleh ke arah Wening, "Tolong jangan membuat mertuaku kecewa?" ucapnya dengan pandangan memohon.
Saat ini pikiran Cindekia benar-benar kacau sekacau omongannya. Suaminya memberi obat yg tidak jelas, mertuanya sengaja mempermainkannya, dan sekarang mertuanya ingin menikahkan wanita lain kepada suaminya. Maksudnya apa?
__ADS_1
Norah kembali tersenyum, dan membalas perkataan Cindekia, "ternyata selain cantik, Nona Cindekia juga memiliki selera humor yang tinggi."
"Ha.. ha.. ha.. terima kasih, Aku anggap itu adalah pujian."
Wening berdehem, "Putraku dan istrinya sangat suka membuat lelucon. Mereka tidak menganggap pernikahan adalah hal yang sakral," katanya dingin menatap lurus cangkir tehnya.
"Mungkin pernikahan mereka, juga hanyalah sebuah kontrak," lanjutnya lagi sembari mengambil cangkir tehnya, dan menyeruputnya.
Mengapa Mami mengatakan itu? kepada wanita ini? berpikir lah Cindekia! batin Cindekia. Ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Tetapi, Aku tidak melihatnya seperti itu. Putra tante pasti sangat menyukainya. Jika dibandingkan dengan Nona Cindekia, Aku bukan apa- apa."
"Aku lebih yakin putraku menyukai wanita baik- baik sepertimu. Tidak hanya memiliki akademis dan karir yang bagus, Kau juga sangat pintar memasak." Wening mengambil kudapan miliknya. "Jangan lupa memberikan resep kue ini," ucapnya kemudian diiringi dengan senyum.
Eh? apa yang mereka bicarakan?! dan yang paling penting, jadi kue yang kumakan dari tadi itu buatan wanita ini? Apa mami sedang memaksa wanita ini untuk menikah dengan putranya? suamiku? Duh otakku korslet.
Norah tidak kalah bingung dengan Cindekia. Mengapa teman ibunya sepertinya ingin menjodohkan dirinya dengan putranya yang telah beristri. Yang benar saja, jika dia mau, dia bisa mendapatkan lelaki manapun. Banyak lelaki yang mengejarnya. Mengapa harus dengan pria yang telah menikah?
Ditengah pemikirannya, tiba- tiba Norah terdiam melihat sosok pria dari kejauhan yang sedang berjalan ke arah mereka. Siapa dia? Ia mematung.
Ada apa dengannya? Apa dia shock karena Mami yang terobsesi dengannya? kasihan juga. Batin Cindekia mengasiani Norah yang duduk terdiam di depannya.
__ADS_1
Apa dia melihat hantu? Cindekia memutar separuh badannya kebelakang, dan mendapati Gamya yang sudah ada di belakangnya.
"Oh astaga! benaran hantu," pekiknya pelan.