Boss Gila

Boss Gila
Bos sih bebas mau apa juga


__ADS_3

"Anda tidak perlu khawatir, ini adalah pekara perdata yang tidak dapat membawa anda terjerat kasus pidana," jelas Jasson setelah mendengar penjelasan Cindekia mengenai dirinya yang membatalkan pernikahan secara sepihak dan telah mengembalikan semua uang yang dikeluarkan Dyan.


Cindekia yang tidak mengerti apa-apa tentang hukum, hanya mengangguk senang karena mendengar dirinya tidak jadi masuk penjara, "Begitu ya Pak? jadi Saya aman?"


Jasson mengangguk mengiyakan, dan mengambil sebotol soda yang ada di atas meja, "Benar, sudah jelas dan ada bukti bahwa tidak ada unsur penipuan," ucapnya kemudian dan meminum sodanya.


"Baiklah, setelah ini Anda sudah bisa tenang tanpa harus hadir ke pengadilan, sarahkan saja semuanya kepada Saya. Saya akan menyelesaikannya dengan baik," kata Jasson sembari mengambil surat kuasa yang telah ditandatangani Cindekia.


"Terima Kasih banyak, Pak." ucap Cindekia dengan penuh haru.


Namun Jasson menolak ucapan terima kasihnya dengan tegas, "Maaf, jika ingin berterima kasih, sebaiknya Anda sampaikan langsung saja kepada Pak Gamya." Jasson membereskan berkas-berkasnya dan memastikan kembali kelengkapan semua barang bukti yang dimiliki Cindekia.


"Kalau begitu Saya permisi pulang,"


"Oh baik Pak, hati-hati." Cindekia mengantar Jasson ke depan pintu rumahnya.


Gadis itu tersenyum senang setelah menutup pintu rumahnya.


*


.

__ADS_1


.


*


Di sebuah ruangan yang suhunya diatur cukup dingin, tetapi beberapa orang yang ada di dalamnya masih mengeluarkan keringat dingin.


Suasana hening, hanya terdengar suara dari seorang pria yang tengah mempresentasikan hasil riset uji coba produk baru yang akan mereka keluarkan.


Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel di tengah-tengah keseriusan mereka menyimak penuturan penyaji.


Mereka saling menatap mencari pelaku siapa yang berani lupa merubah mode ponsel menjadi silent.


Gamya tersenyum mendengar suara Cindekia di ponselnya.


air muka Gamya yang berubah 180 derajat membuat orang-orang yang berada di ruangan itu menjadi penasaran.


"Kau tahu, Aku sangat berusaha keras membujuk orang itu untuk mau menangani masalah yang dihadapi temanmu, padahal Aku sangat sibuk." kata Pria itu dengan senyum terkulum.


Ia sudah mendengar tentang Cindekia yang akan segera menikah. Melihat gadis itu yang menghubunginya tiba-tiba membuatnya takut. Ia takut Cindekia akan mengundangnya hadir di pernikahan gadis itu.


Senanglah Ia mendengar Cindekia malah membicarakan tentang membatalkan pernikahan. Perbuatannya ternyata berhasil membuat gadis itu membatalkan pernikahannya.

__ADS_1


"Apakah Bapak masih bekerja lembur? sudah malam, apakah Bapak masih mengabaikan makan malam?" suara Cindekia terdengar merdu di telinga Gamya.


"Ya, " Gamya sadar semua mata tengah melihat ke arahnya, meskipun mereka mungkin tidak mengerti dengan bahasa yang Ia gunakan.


Ia memutuskan menyudahi pertemuan mereka, dan menulis pesan di secarik kertas, agar mereka melanjutkan riset pasar untuk produk baru mereka.


"Apakah Saya sedang menganggu Bapak?"


"Ya, oleh karena itu hutangmu Aku tambah," ucap Gamya sembari meninggalkan ruang rapat.


"Apa?" suara Cindekia terdengar sangat kaget.


"Jadi teruslah bicara, jika tidak ingin hutangmu berbunga."


"Pak, riba dosa loh."


"Makanya Kau harus segera bayar hutang,"


"Mengapa Bapak menyuruh Saya terus bicara?"


Pertanyaan Cindekia yang Ia dengar dari ponselnya membuat Gamya menghentikan langkahnya sejenak untuk masuk ke dalam lift, "Menurutmu?" tanyanya dan kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam lift dengan sekretaris yang masih setia mengikutinya.

__ADS_1


__ADS_2