Boss Gila

Boss Gila
BAB 31 Pengayom Masyarakat


__ADS_3

"Tidak Pak, Saya tidak suka mengganti produk yang sudah biasa saya pakai. Meskipun ada produk baru, saya tidak tertarik sama sekali," tegas Cindekia sembari mendorong trolinya. "Saya sudah selesai Pak," ucapnya kemudian berjalan menuju ke arah kasir.


"Apa kau juga tidak tertarik dengan orang baru yang datang kepadamu?" gumam Gamya dengan perasaan kecewa setelah Cindekia telah berada jauh darinya.


ah.., mengapa Kau semakin membuatku ingin memilikimu? ck..., Pikirannya membuatnya semakin frustasi.


Gamya merangkul bahu Cindekia dan merubah posisi gadis itu mendekati rak. Seseorang melewati mereka dengan trolinya yang besar.


"Hati-hati," katanya seperti petugas pemerintah yang sedang mengayomi masyarakat.


Cindekia terpegun tiba-tiba menyadari dirinya hampir ditabrak, "Iya, Pak."


Sebenarnya orang yang barusan saja melewati mereka mengambil jarak aman agar tidak menyenggol Cindekia, tetapi Gamya memanfaatkan momen itu untuk mencari keuntungan pribadi.


Menarik simpati Cindekia dan memeluknya secara tak langsung, tentu saja.


"Pak, tangan bapak nih."

__ADS_1


"Oh maaf, lupa." Gamya melepaskan rangkulannya.


Saat di Kasir, Cindekia terlihat serius menatap monitor harga. Ia cemas jika total harga belanjanya memiliki nominal yang banyak. Padahal Ia sudah membeli produk berukuran besar yang harganya murah, seperti tissue.


Orang ini pasti akan memarahiku karena telah menguras habis uangnya, padahal dia yang menyuruhku memenuhi troli ini.


Sementara Gamya tidak melepaskan tatapannya dari Cindekia. Gadis yang sejak awal sudah mulai mencuri hatinya, meskipun Ia sudah bertahan agar Cindekia tidak mencurinya. Tetap saja gadis itu berhasil mencuri seluruh hatinya.


Tak jauh dari mereka terlihat sosok Dyan sedang bersama Ibunya yang juga sedang berbelanja. Ia memang pria idaman yang berbakti kepada orang tua.


Tangan kirinya mendorong troli, sedangkan tangan kanannya menekan-nekan layar ponselnya. Sesekali Ia tersenyum membaca layar ponselnya. Dia tidak sedang berkirim pesan dengan Cindekia, karena Cindekia tidak memegang ponselnya. Ia sedang sibuk dengan monitor harga di kasir.


"Digabungkan saja dengan sikat gigi ini mbak," ucap Gamya tersenyum senang melihat ekspresi kaget Cindekia melihat trolinya yang tiba-tiba dipenuhi semakin banyak sikat gigi.


Artinya semakin lama pulalah mereka berada di kasir.


****

__ADS_1


"Pak," Cindekia ingin menanyakan hal pribadi kepada bosnya saat perjalanan pulang dari supermarket menuju rumah kontrakan Cindekia.


"hmm."


"Saya tahu ini masalah pribadi Bapak, dan saya tidak berhak untuk tahu, tetapi saya merasa harus memberitahukan hal ini kepada Bapak," ucap Cindekia dengan susunan kalimat yang membingungkan pendengarnya.


Mendengar Cindekia ingin membicarakan hal pribadi, Gamya jadi teringat tentang Sukie Duncan yang menemuinya siang tadi. Apa dia penasaran dengan apa yang kubicarakan dengan Sukie?


"Maksudmu, kau tidak ingin ikut campur mengenai urusan pribadiku?"


"Ya,"


"Ok, Aku suka kau ingin tahu banyak tentangku, termasuk hal-hal pribadiku."


"Pak, apakah Bapak juga meminta sekertaris bapak untuk melayani kebutuhan ranjang Bapak?" tanya Cindekia blak-blakan tidak pakai sensor. Matanya membulat menunggu jawaban bosnya, Ia ingin tahu kebenarannya.


Gamya yang tengah mengemudikan mobilnya terkejut dan tersedak mendengar tudingan yang tiba-tiba keluar dari mulut Cindekia.

__ADS_1


"Nona Kia, mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" Gamya menggaruk pelipisnya, udara di mobilnya menjadi gerah. Ia mengurangi suhu AC.


__ADS_2