
Sejak pagi, Cindekia seperti menghindari kontak mata dengan bosnya. Ia sangat takut dengan dirinya sendiri yang akhir-akhir ini sering bertindak diluar akal sehatnya, terlebih sekarang hatinya sudah mulai ikut-ikutan oleng kepada Gamya.
Baginya, hubungannya dengan Gamya tidak mungkin lebih dari sekedar hubungan sementara.
"Sweetie," panggil Gamya setelah memastikan tidak ada sesiapapun, "Pulang lah dengan pak Isman, Aku masih ada hal yang harus kukerjakan," katanya kemudian, Ia berdiri di depan pintu ruangannya.
"Baik Pak,"
Gamya masih berdiri di depan ruangannya menunggu Cindekia beranjak pergi. Terus dipelototin pak bos jadi membuat gadis itu tidak tenang.
Mau tanya 'kenapa liatin' nggak enak, nanti dikira nantangin bos. Mau balas senyum-senyum seperti biasanya, lebih aneh lagi.
Ia harus berpegang teguh dengan akal sehatnya.
Alhasil Cindekia buru-buru membereskan barang-barangnya, "Saya pulang dulu, Pak. Hati-hati," katanya kemudian dan kabur menuju lift.
Pak Isman sudah menunggu di pakiran biasa.
"Kenapa Kau terburu-buru begitu, padahal Aku masih ingin lebih lama melihatmu," gumam Gamya setelah Cindekia menghilang dari pandangannya.
Sore ini, Ia kembali membiarkan Cindekia pulang dengan pak Isman, karena gadis itu masih terlihat tidak nyaman dengannya.
Di lain pihak, Cindekia merasa aneh sendiri. Biasanya Ia keberatan jika disuruh ikut lembur oleh Gamya, sekarang Ia malah menjadi tidak bersemangat disuruh pulang duluan.
__ADS_1
Apa Aku benar-benar menyukainya? batin Cindekia.
"Bu Kia, sudah sampai," Isman menyadarkan Cindekia dari lamunannya.
"Oh iya, Pak. Terima Kasih," ujar Cindekia dan bergegas turun dari mobil.
Kegalauan Cindekia yang disuruh pulang duluan hanya berlangsung sebentar. Begitu masuk ke rumah dan makan eskrim sisa tadi malam membuatnya bersuka cita.
Ia merogoh tasnya, karena tidak mendengar bunyi ponselnya sedari tadi. Biasanya Gamya akan langsung mengirimnya pesan untuk bertanya apakah dirinya telah sampai di rumah dengan selamat.
Tidak ada? Paniknya, duh ketinggalan dicharger di kantor!
Cindekia pun kembali menikmati eskrimnya, biarkan sajalah
Dirinya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menonton episode selanjutnya. Rumah kontrakannya dengan kantornya tidak begitu jauh. Tanpa pikir panjang Cindekia segera kembali ke kantornya untuk menjemput ponsel kesayangannya dengan naik ojek pengkolan.
Sesampainya di gedung kantornya, Ia segera menuju ruangannya.
Ia senang mendapati ponselnya dalam keadaan baik baik saja. Diperiksanya pesan masuk diponselnya. Ia tersenyum puas melihat pesan masuk yang sebenarnya tidak penting dari Gamya.
Dia masih belum pulangkah? Cindekia melirik ruangan Gamya.
Hari sudah malam begini, pasti sudah pulang. Batinnya berkomentar.
__ADS_1
Namun tetap saja rasa penasarannya lebih kuat untuk mengintip ruangan bosnya.
Tubuh Cindekia tiba-tiba gemetar dengan sendirinya begitu melihat pemandangan yang Ia lihat di ruangan bosnya. Ia segera menutup kembali dengan hati hati pintu ruangan itu, dan segera pergi kabur. Bisa bahaya kalau ketahuan.
Gamya membuka lebar matanya dan segera menjatuhkan Sukie dari pangkuannya begitu Ia melihat wajah Cindekia berubah menjadi wajah wanita lain.
"Aduh," erang Sukie yang kesakitan karena bokongnya mencium lantai.
Sementara Gamya mengusap kesal mulutnya yang baru saja dengan gila mencium bibir wanita yang tengah terduduk di lantai saat ini, "mengapa Kau bisa masuk dalam mimpiku?" tanyanya heran kemudian.
"Mimpi apanya?!" Sukie segera berdiri dengan kesal.
Gamya segera mengumpulkan kesadarannya dan melihat sekelilingnya, "Aku sudah bangun ya?" gumamnya. Tadinya Ia tertidur di kursinya.
"Kakak menarikku tiba-tiba dan menciumku, tahu!" sentak Sukie.
"Maaf," ucap Gamya bernada menyesal. "Tapi..., Apa yang Kau lakukan diruanganku?" tanyanya dingin kemudian.
"Memangnya tidak boleh? ini adalah hari terakhirku magang. Ku dengar Kak Gamya masih belum pulang, jadi Aku main ke sini," kata Sukie memberi alasan.
Ia mengelus pinggangnya yang masih sedikit terasa sakit. Ia jadi sakit pinggang gara-gara mengambil kesempatan mencium Gamya yang tengah tertidur. Tak disangka pria itu malah menariknya dan lanjut menciumnya, dan lalu membuangnya dengan kasar sampai pinggangnya menjadi sakit.
Melihat Sukie yang terlihat kesakitan membuat jiwa yang memiliki perasaan bersalah Gamya muncul, "Ayo, Aku akan mengantarmu pulang. Supir kantor mengantar mobilmu."
__ADS_1