
Lily menatap ke arah Vendra yang sedang menyetir.
" Kenapa tidak bilang..... "
" Aku bilang kejutan sayang.... "
" Apa kata mereka nanti.... "
" Kata siapa...? "
Lirik Vendra.
" Teman-teman aku kak... dan ya, soal pas kamu datang ke lokasi, kamu gigit leher aku kan...? sampai merah....! kau membuatku malu tahu.... "
Protes Lily.
" Maksudnya...? "
" Coba lihat leherku... ini nggak hilang-hilang dari kemarin....! menyebalkan.... "
Vendra melihat ke arah leher kekasihnya dan tersenyum puas tanpa dosa dan tanpa rasa bersalah.
" Nanti juga hilang..... "
" Ntahlah..... "
Karena tahu Lily ngambek, Vendra masih saja santai dan tersenyum sendiri sambil fokus menyetir.
" Apa menyenangkan sayang....? "
" Tentu.... kamu tahu, ini pengalaman pertama aku liburan, camping dan jalan-jalan sama teman baru, benar-benar menyenangkan.... "
Lily menyerongkan tubuhnya menghadap Vendra dan memulai dongengnya yang sangat panjang.
" Sesederhana inikah untuk membuatnya senang....? aku tidak menyangka ia begitu antusias menceritakan semuanya padaku.... dan tawa itu benar-benar tawa kebahagiaan.. "
Vendra merasa ikut senang melihat kekasihnya sebahagia hari ini.
" Kamu mau kemana...? "
" Maksudnya....? "
" Kita langsung pulang atau kemana...? "
" Terserah kamu saja kak.... "
" Aku senang melihatmu seperti ini, teruslah tertawa.... jangan cengeng... "
Ucapnya sembari menggenggam telapak tangan Lily.
__ADS_1
" Aku tidak cengeng.... "
" Kita cari tempat buat makan malam.... kamu mau...? "
" Iya, aku mau.. terserah kamu saja tempatnya.... "
Tersenyum menatap Vendra.
" Kamu ngapain pake kacamata....? "
Tanya Lily kembali.
" Ingin aja... kenapa...? kau tahu, itu justru membuatku lebih tampan bukan..? "
" Aku tidak suka....! "
" Kenapa...? apa aku jelek...? "
Vendra melirik wajahnya di kaca mobil.
" Tidak... "
" Lalu...? "
" Aku tidak suka saja... sok kegantengan banget... kamu mau tebar pesona....? "
" Tidak.... cemburu sama siapa emangnya..? "
Ucap Lily.
" Mungkin saja... besar kemungkinan wanita di luar sana menyukaiku bukan..? "
" Ya... itu benar... terus kamu bakal nerima setiap wanita yang menyatakan cinta ke kamu...? kamu mau...? kamu mau jadi playboy..? "
Vendra malah tertawa.
" Tertawa.... berarti iya... "
Ucap Lily kesal.
" Aku tidak mudah jatuh cinta.... "
" Benarkah...? tapi aku tidak percaya... "
" Ya, untuk apa aku jatuh cinta pada wanita di luar sana...? buat apa...? nambah beban saja... "
" Apa mencintaiku juga beban untukmu...? "
Vendra yang kaget langsung menginjak rem mendadak hingga membuat Lily hampir terbentur kedepan.
__ADS_1
" Kak.....! "
" I'm sorry baby..... "
Vendra langsung memeluk Lily.
" Kenapa mengatakan perkataan itu... "
" Perkataan apa...? "
" Jangan tanyakan hal seperti itu lagi padaku.... bukankah kau tahu betul posisimu di hatiku.... untuk mencintaimu aku tidak main-main Lily, nyawa bisa aku taruhkan... "
Ucap Vendra penuh penekanan hingga membuat Lily ketakutan.
" Maaf..... "
" It's okay..... kamu tidak apa-apa kan..? "
Melepaskan pelukannya.
" Ya... aku baik-baik saja .... tak apa... "
Vendra melihat Lily yang gugup dan tahu kekasihnya ketakutan dengan ucapannya langsung meraih wajahnya.
" It's okay baby.... gak perlu takut seperti itu, itu bukan ancaman... sama sekali bukan. Aku hannya ingin kau paham soal perasaanku padamu hingga kau tidak perlu menanyakan hal yang tidak bermutu seperti tadi... "
Ia menatap kedua mata Lily yang sudah basah, air matanya akan jatuh hannya dengan sekali kedip saja.
" It's okay... I'm sorry..... "
Vendra mendekatkan wajahnya hingga hembusan nafasnya terasa sangat jelas untuk Lily.
Perlahan ia merangkul pinggang Lily dengan tangan kirinya dan langsung menariknya pelan mendekat ke pelukannya.
" I'm sorry.. maaf membuatmu takut.... i love you.... i love you so much.... "
Lily hannya diam, jujur ia memang takut, tapi ada rasa bahagia setiap kali Vendra menyatakan ucapan seperti itu padanya.
Perlahan tapi pasti Vendra mendaratkan bibirnya di bibir ranum milik kekasihnya, keduanya saling menikmati ciuman ini hingga membuat Lily berbalik memeluk Vendra.
" Love you.... "
Lily tersenyum.
" Maafkan aku... sungguh aku tidak bermaksud mengatakan hal yang membuatmu sakit hati atau tersinggung... maafkan aku.... "
" Tak apa.... "
Mencium kening Lily dan kembali menyalakan mobilnya.
__ADS_1