
Lily memilih menunggu Mellanie di depan sambil membeli siomay dan juga beberapa camilan, sementara sahabatnya mengambil mobil.
" Oh ya, aku belu cek ponselku... "
Ia merogoh nya di dalam ransel.
" Ayo pulang.... "
Karena terkejut, Lily menjatuhkan bungkusan jajan yang ia beli.
" Kamu.... ka.... kamu ngapain...? "
" Jemput kekasihku... emangnya mau ngapain...? sekolah...? "
" Kak... kok nggak Wa aku dulu....? "
" Sudah... kamu yang tidak membaca pesanku.... coba saja cek... "
Vendra memperlihatkan wajah manisnya kali ini berniat agar Lily memaafkannya.
" Maaf... aku tidak mengecek ponselku tadi.. "
Lily langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam ransel.
Tak lama terlihat mobil Mellanie, sementara itu sahabatnya yang tahu di samping Lily ada Vendra langsung cari alasan dan omongan nanti.
" Mel..... "
" Hay kak... Lily... udah di jemput sama ka Vendra, aku pulang dulu ya... nggak apa-apa kan...? "
" Pulanglah.... "
Kali ini Vendra yang angkat bicara.
" Ah, iya Mel... pulang saja.. aku pulang bareng kakak.... hati-hati di jalan ya.... "
" Okay.... aku pulang dulu ya... bye.... sampai ketemu besok.... jangan lupa ya packing buat acara liburannya.... "
Deg...
deg....
Lily yang mendengar perkataan Mellanie justru ketakutan bagaimana nanti kalau reaksi Vendra justru malah menimbulkan pertengkaran seperti biasanya.
Ia hannya menggigit bibir dan memejamkan mata.
" Mati.....! habis ini dia pasti ngamuk....! ngamuk besar sama aku... "
Batinnya.
" Ayo pulang.... apa masih mau jajan...? "
" Pulang aja kak... "
ā¤ā¤ā¤
Sesampainya di apartemen Lily hannya diam, begitu juga dengan Vendra.
Keduanya tidak berbicara satu sama lain, hannya ada rasa canggung untuk malam ini.
" Aku.... maaf.... "
Ucap Vendra.
" Untuk apa ka...? "
" Soal kemarin.... maaf... "
" Udah ka.. lupain aja.... "
Lily tersenyum.
" Kamu mau hangout sama teman kamu...? "
__ADS_1
" Maaf.... maaf aku belum bilang...... "
Lily menatap Vendra.
" Kemana...? "
" Puncak, kata Mellanie.... "
" Berapa orang sayang....? kamu perlu pengawal....? "
" Kak.... apaan si... jangan mulai.... "
Rengeknya.
" Aku takut kamu kenapa-kenapa.... "
" Kan aku udah gede.... kamu masih nggak percaya sama aku...? please.... boleh...? "
Bujuk Lily.
" Kapan perginya...? "
" Besok..... tapi jam nya aku belum tahu.... "
" Apa ada keperluan yang belum kamu punya..
? atau kau mau beli sesuatu...? "
" Aku rasa tidak... kau sudah membelikannya untukku bukan...? "
Tersenyum.
" Berapa lama memangnya kau pergi...? "
" Ntahlah.... mungkin sebentar kak.... "
" Orang banyak...? atau hannya kalian berempat...? "
Vendra berusaha mencari tahu.
Jelasnya.
" Owh. .... "
" Kamu ngizinin kan...? "
" Tentu saja... asal kau senang.... "
Mengelus kepala Lily.
" Makasih kak...... "
Sangking gembiranya ia memeluk Vendra.
" Makasih kak.... "
"Sama-sama..... tapi jangan macam-macam... kamu ingat pesanku.... "
" Iya... iya... aku ingat... makasih banyak.... aku menyayangimu kak.... "
Vendra yang mendengar langsung terkejut dan sekilas tersenyum, sementara Lily masih asik memeluk kekasihnya.
" Aku bahkan lebih menyayangimu.... "
" Kau benar-benar spesial untukku.... semua yang kau lakukan merubah hidupku menjadi lebih berwarna kak.... sungguh.... rasanya memang terima kasih saja tidak cukup.... "
" Kau mau tahu apa yang cukup...? "
" Apa memangnya...? kamu mau apa...? uang...? aku tidak punya uang kak.. kamu tahu kan... "
" Bukan lah... ngapain.. uangku sudah banyak.. bahkan kalau kau menghabiskannya dalam waktu seharian tidak berkurang digit nya... "
" Ih... sombong... aku tidak suka... "
__ADS_1
" Hahahahaha... bercanda.... "
" Terus apa....? "
Lily menatap penasaran ke arah Vendra.
" Kamu mau tahu....? "
Lily kembali mengangguk.
.......
Cup....
Vendra mencium bibir Lily dengan lembut, mendapat serangan mendadak Lily juga terkejut.
Lembut.... seperti biasanya Vendra melakukannya, tak ada perlawanan apapun dari Lily.
Vendra semakin memeluk kekasihnya erat, kali ini Lily menikmati semuanya.
Mereka hanyut dan menikmati ciuman malam ini, Lily juga mempererat pelukannya hingga jantung keduanya dapat saling berkolaborasi satu sama lain.
" Ini sudah lebih dari cukup untukku.... dan... untukmu juga pasti... "
Bisik Vendra hingga membuat Lily tersenyum malu.
" Kak.... "
" Kau malu....? coba aku lihat wajah malu kekasihku.... "
" Kak.. hentikan... "
" Hahahahah.... sungguh... aku sangat menyayangimu.... "
" Ya... aku tahu.... "
Jawab Lily sambil tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di dad Vendra.
" Aku mencintaimu.... "
" Aku juga..... "
Jawab Lily keceplosan yang memang masih malu-malu mengakui perasaannya.
" Serius....? "
"Ah, kau bilang apa tadi...? "
Lily gugup.
" Tidak ada siaran ulang.. kau menjawabnya dengan cepat.. jadi aku fikir kau tidak sedang salah mendengar ucapanku dan salah. menjawab ucapanku.... "
Vendra tersenyum lebar.
" Sudah malam... tidurlah... "
Vendra menggendong Lily ke ranjang.
" Ih ka... lepasin nggak.... jangan kayak gini ... "
" Kenap... lagipula kau tidak berat hahahah "
" Kau meledekku...? "
" Bukan hahahah... hannya fakta saja "
" Ka.....! "
" Ayo tidur.... "
" Ka lepasin nggak.... geli tahu "
š¤š¤£š¤£š¤£
__ADS_1
ššššš