
Vendra berlari keluar, ia menoleh kesana kemari mencari sosok yang ia cari.
Kedua matanya tertuju pada mobil pribadinya dan juga supir yang biasa bekerja bersamanya.
" Pak... dimana nona muda...? "
Tanyanya.
" Nona tadi masuk tuan... katanya mau mencari tuan di dalam... "
Vendra terlihat cemas.
Ia berlari kesana kemari di sekitar clubs namun tidak menemukan keberadaan kekasihnya.
" Apa yang aku lakukan... dia ngapain kesini...!!!!! SIAL...!! "
Ia mengambil ponsel dan menghubungi nomor Lily namun tidak ada jawaban.
Hal ini membuatnya semakin panik, ia bingung harus mencari Lily kemana.
Sementara itu Lily berlari menyusuri jalanan sambil menangis mengingat apa yang dia lihat barusan.
" Kenapa sakit sekali rasanya..... "
Lily masih terus berlari tanpa tahu kemana ia akan pergi malam ini, yang ada di fikirannya hannya Vendra dan juga Vendra.
" Siapa dia berani mencium dan menyentuhnya seperti tadi...!!!! "
❤❤❤❤❤
Vendra mengemudikan mobilnya dan menyusuri jalan sekitar clubs, ia tahu pasti belum jauh jika Lily pergi hannya jalan kaki.
" Apa tadi...!!! bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya... ini sudah hampir tengah malam...! siapa yang membiarkannya keluar...!!!!!
Arghhh.....!!!! "
Vendra menoleh kesana kemari mencari keberadaan Lily.
" Kepalaku kenapa tiba-tiba pening..... "
Lily merasa tubuhnya tidak enak, gemetar.
Terdengar suara gemuruh seperti mau hujan, angin yang begitu kencang menandakan seperti akan ada badai malam ini.
" Lily ayolah... angkat.... I'm sorry baby.... "
Vendra terlihat frustasi dan menghentikan mobilnya untuk keluar mencari keberadaan kekasihnya.
" Ya Tuhan... bagaimana kalau aku belum menemukannya.... "
❤❤
__ADS_1
Rintik hujan mulai turun dan membasahi kota tengah malam.
Jalanan terlihat sedikit sepi malam ini, Lily terdiam sesaat sambil memegang kepalanya yang terasa sangat pening.
Keseimbangannya mulai terganggu.
" Kamu jahat kak... hiks... hiks.... kamu jahat.. "
Bugh....
" Lily....!! "
Vendra tepat langsung menangkap Lily dan menggendongnya menuju ke mobil.
Pingsan, ya kini Lily pingsan mungkin karena belum makan malam dan juga terkena udara malam sekaligus hujan.
" Please... maafkan aku baby.... "
Vendra berusaha menyadarkan Lily dan menggosok kedua telapak tangan untuk memberi kehangatan.
" Sayang.... ayolah.. bangun... "
Vendra menyetir dan segera kembali ke apartemen.
Setibanya di sana ia langsung menggendong Lily dan membaringkannya di ranjang.
Dengan gemetar ia menelfon dokter pribadinya untuk memeriksa soal keadaan Lily.
❤❤❤❤❤
Sudah hampir setengah jam ia duduk memegang telapak tangan kekasihnya.
Perlahan kedua mata itu mulai terbuka, ada perasaan lega sekaligus tenang melihat Lily sudah sadar.
" I'm sorry.... "
Vendra menunduk dan mencium telapak tangan kekasihnya, namun dengan cepat Lily justru menarik tangannya jijik.
" Sayang.... "
Gak ada jawaban apapun.
" Kamu marah... aku minta maaf... sungguh, maafkan aku.... aku janji ini yang terakhir... "
Masih tidak ada jawaban dari mulut Lily, yang ada hannya air mata menetes deras dari matanya.
" No..... baby.. please.... "
" Untuk apa kakak pulang... "
" Baby... please.... "
__ADS_1
" Aku rasa disana kakak bisa lebih kenyang daripada disini... "
Vendra menggelengkan kepalanya dan membelai lembut pipi Lily.
" Kakak sudah mandi...? "
" Sayang... apa yang kamu katakan... "
" Mandilah... bersihkan noda kotor itu dari tubuhmu.... "
" Maaf.... "
" Kenapa minta maaf... "
Lily tidak memandang ke arah Vendra sedikitpun.
" Jangan pernah mengatakan mencintaiku lagi kak..... aku tidak mau mendengarnya.... "
Ucapan Lily terdengar mengejutkan untuknya.
" Lily... kau sadar apa yang kau ucapkan..!! "
" Tentu.... jangan katakan itu padaku mulai detik ini.... "
" Hentikan omong kosongmu....!!! "
Bentaknya.
" Hentikan semuanya.... kau pembohong yang lihai.... "
" Lily... apa yang kau maksud.... "
" Jangan menyentuhku.... pergi dan mandilah.. kalau kau mau makan semuanya ada di meja.. "
Lily menghadap kesamping, air matanya mengalir deras.
" Aku minta maaf.... "
" Sudahlah kak... aku tidak mau mendengar apapun....! "
" Dia yang menggodaku.... "
" Lalu untuk apa kau langkahkan kakimu ketempat itu kalau kau sendiri menginginkan kepuasan di sana.... "
" Aku berkata jujur....! percayalah....! "
" Kau saja merobek bajuku cuma hannya masalah sepele... lalu aku harus melakukan apa....? ciuman.. rabaan... remasan...? apa aku harus....... "
" Hentikan Lily...!!
Aku sudah bilang aku bukan mencari kepuasan... aku hannya ingin minum saja tidak lebih.... "
__ADS_1
Tak ada jawaban apapun dari Lily.