BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
CINTA....


__ADS_3

" Ini sandal Lily... dan motor ini milik siapa..? dimana Lily...? "


Vendra terus berjalan dan mencari Lily di sekitar tempat itu.


.


.


.


" Tidak...!!!! ka Vendra....!!!!! "


Lily berteriak sangat kencang saat laki-laki yang di depannya sudah berada di atas tubuh mungilnya.


" Hey....!!!!!!! "


Vendra langsung berlari dan mendorong laki-laki itu hingga tersungkur.


" Lily.... "


Lirih Vendra yang menatap ke arah Lily sekilas.


Dadanya terasa berdenyut menyakitkan.


" Siapa yang berani menyentuhnya...!!!!!!! "


Teriaknya hingga langsung memberikan bogeman brutal kepada kedua laki-laki yang ada di depannya.


Dua lawan satu, ya itulah yang terjadi malam. ini, dengan amarahnya mustahil kalau Vendra tidak memenangkan perkelahiannya malam. ini.


Sengat tanpa ampun ia menghajar satu per satu dari mereka hingga babak belur.


Vendra juga terluka di sudut bibirnya hingga berdarah.


Setelah melihat kedua lawannya tidak berdaya, Vendra langsung menghampiri Lily, ia memejamkan matanya menyesal atas apa yang ia lakukan malam ini.


" Maafkan aku... "


Memeluk tubuh wanita mungil yang ada di depannya, ia bisa merasakan tubuh Lily gemetar sangat hebat karena ketakutannya saat ini.


" Maaf.... "


Tidak ada kata-kata yang keluar dari dari mulut Lily.


Dengan cepat Vendra memakaikan Jas dan langsung menutupi bagian atas Lily.


" Jangan takut... sungguh aku minta maaf ".


Ia melihat wajah Lily yang sudah sangat berantakan dan kacau, apalagi tubuhnya gemetar karena takut hingga tidak mampu bicara apapun

__ADS_1


" Ayo kita pulang... "


Vendra menggendong Lily, tanpa sengaja Laki-laki gendut tadi menendang kaki Vendra hinga membuatnya terjatuh bersama dengan juga Lily yang masih di dalam pelukannya.


" Kurang ajar..! "


Vendra kembali mendudukkan Lily di tanah dan menghajar laki-laki gendut itu tanpa ampun.


Dengan gemetar Lily berdiri dan berusaha membantu Vendra sambil membawa Kayu untuk memukul laki-laki gendut itu.


Mengetahui hal itu dengan cepat laki-laki berpostur tinggi itu mengeluarkan senjata tajamnya dan bersiap menikam Lily.


JleeeBbbbb.....


Pisau itu sudah tertancap di perut Vendra karena dengan cepat ia berlari ke arah Lily dan menjadikan tubuhnya sebagai pelindung untuk wanita yang ia sayangi.


" Kabur cepet...!! "


Mereka langsung berlari meninggalkan Vendra dan juga Lily di sana.


" Akh... "


Terdengar di telinga Lily rintihan Vendra.


" Ka.......! "


" Ka... "


Lily terus menangis, tangannya memegang gagang pisau yang masih menancap di perut Vendra hingga membuat kaos yang dipakainya seketika berwarna merah.


" Bisakah aku meminta tolong... "


" Ka bagaimana ini... hiks... hiks... "


" Cabut saja Lily... cepat...! "


" Aku.... aa.... aaku... "


" Please.... "


" Aku takut... "


" Tak apa... cabut saja... "


Dengan gemetar tangan Lily memegang gagang pisau itu dan langsung mencabutnya. Vendra terlihat memejamkan matanya kesakitan.


Laki-laki itu langsung memeluk Lily dengan sangat erat.


" Maaf... "

__ADS_1


" Ayo kita kerumah sakit ka... hiks.. hiks... kamu yang terluka... jangan berkata seperti itu "


Lily berusaha melepaskan pelukannya namun Vendra justru mempererat pelukannya kali ini.


" Tunggulah sebentar, anak buahku sudah menuju kesini... "


" Ka... perutmu... hiks... hiks... "


" Lupakan perut ku... maafkan aku... sungguh maafkan aku... "


" Jangan katakan apapun, diamlah aku mohon... "


Lily terus menangis dan kini ia memeluk erat Vendra.


Ia merasakan ketakutan yang begitu besar.


" Maaf... "


" Jangan katakan iyu lagi ka.... jangan... aku minta maaf karenaku kamu terluka seperti inj... maafkan aku... "


" No baby.... ini hannya luka kecil.. "


Jawab Vendra sambil sekilas mencium kepala Lily.


" Lapaskan... aku mau lihat... "


Vendra semakin mengeratkan pelukannya, kali ini ia tidak kau membuat Lily semakin ketakutan karena lukanya yang memang sedikit dalam dan terasa nyeri untuknya.


" No baby... biarlah seperti ini, jangan membantahku... "


Lily hannya bisa menangis tersedu di pelukan Vendra malam ini sambil menunggu anak buahnya datang.


" Love you gadis kecilku.... "


" Aku menyayangimu... hiks... hiks.... "


" Apa kamu tidak mencintaiku...? "


Vendra terlihat tersenyum di balim punggung Lily.


" Aku sangat mencintaimu... hiks... hiks... "


" Jangan menangis.... "


" Aku takut... aku takut kalau kamu.... "


" Hey.. tak apa sayang.. ini hannya luka kecil... "


" Aku takut..... "

__ADS_1


__ADS_2