
" Aku akan membeli sesuatu, aku bosan dirumah besar itu, lagi pula aku hannya budaknya.
Dia tidak akan mungkin mencariku "
Lily terus berjalan lumayan lama. hampir 15 menit hingga ia sampai di minimarket untuk membeli apa yang ia inginkan.
Kediaman Vendra
18.30
Tepat jam makan malam, seperti biasa selesai mandi Vendra langsung turun untuk makan malam.
" Selamat malam tuan.. "
" Malam.. "
Vendra langsung duduk dan beberapa pelayan menyajikan makan malam untuk nya.
" Dimana lily.... apa dia belum turun seharian....? "
" Maaf tuan, tapi non lily sudah turun tadi sekitar jam 5 "
" Terus...? "
Sambil memasukkan satu suap makanan.
" Itu tuan.. non lily.. "
" Dimana...? apa dia pingsan lagi..? "
Vendra meletakkan sendok dan garpu nya.
" Katakan yang jelas....!!!! "
" Itu... non lily keluar... "
brakkk....
Satu gebrakan tangan di meja yang langsung membuat makan malam yang ada di piring berantakan.
" Kenapa tidak ada yang mencegahnya...!!!!! "
" Maaf tuan, kami dan bi susi juga sudah berusaha mencegahnya... "
" Terus kenapa bisa sampai keluar...!!!! kemana dia pergi... "
" Dia ingin membeli sesuatu... "
" Dan sampai jam segini belum pulang...?!!! "
" Katanya tadi hannya sebentar tuan... "
" Dia naik apa...!!!!!! "
" Itu... non Lily jalan kaki..... "
" Kenapa kalian biarkan...!!!!! "
Semua pelayanan hannya tertunduk.
Vendra langsung berdiri dan meninggalkan makan malamnya.
" Gimana ini, ya ampun non lily benar-benar menyusahkan kita, lihatlah bagaimana marahnya tuan... "
__ADS_1
" Tapi dia tadi hannya bilang kalau pergi sebentar... kenapa sampai jam 7 lebih ia belum kembali... "
" Ntahlah... apa yang akan terjadi malam ini... "
Vendra langsung melangkah keluar, namun petir terdengar menggelegar.
" Dia pergi sampai jam 7 lebih, dan ini hampir jam 8...pergi kemana saja dia...?
Apa yang dia beli sampai-sampai lupa waktu.
Dasar menyusahkan...!! "
"Tuan, apa anda ingin pergi...? "
tanya salah satu penjaga.
" Apa kau fikir aku disini hannya untuk melihat hujan hah...!!!!! ambilkan mobil, aku akan keluar...!!! "
" Baik tuan... "
Vendra langsung masuk kedalam mobil hitamnya.
" Apa perlu saya panggilkan supir tuan..? "
Tanpa menjawab pertanyaan penjaga, vendra langsung menjalankan mobilnya meninggalkan halaman luas.
" Ya Tuhan... sabar.... punya bos muda tampan, arrogant pula ... "
ketus penjaga.
Mobil berjalan pelan karena Vendra mencari sosok lily di tengah hujan yang lumayan lebat.
" Dimana lily.... aku yakin dia pergi tidak jauh dari rumah, apa dia tidak tahu kalau hujan...! bisa-bisanya dia tidak pulang dan malah kelayapan...! "
" Arghhhhh.....!!!! dimana dia... awas saja kau lily...!!! "
šššš
" Ya ampun... gimana ini, hujannya juga semakin lebat, ini sudah hampir jam 8.
Bagaimana kalau tuan Vendra marah nanti kalau tahu aku pergi dari sore.
Kalau bukan karena hujan aku sudah sampai dirumah.... "
Lily berteduh di bawah pohon yang lumayan besar karena di perjalanan pulang baru turun hujan, jadi ia terpaksa berteduh di bawah pohon .
Hampir 15 menit Vendra di buat pusing karena kedua matanya harus menengok ke kiri dan ke kanan ia memutuskan untuk putar balik.
Ia berfikir kalau lily tidak akan pergi sejauh itu, mungkin saja dia juga melewatkan tempat yang belum terlihat langsung saat di dalam mobil.
Lily terus bersih karena merasa kedinginan.
Tak lama kemudian lampu mobil berpijar tepat di sampingnya hingga membuatnya silau dn menutupi kedua matanya.
" Siapa si ini, gak tahu apa lagi hujan gini main ngotot segala... "
Vendra langsung menggandeng tangan lily dan membawanya masuk kedalam mobil, sementara itu dia tidak tahu kalau Vendra lah yang menggandeng nya.
" Tu... tuu.. tuuuuannn "
" Diam....!!!!! "
__ADS_1
" Maaf... "
" Lain kali jangan pergi dari rumah, ada banyak pembantu disana apa matamu buta sampai kau pergi sendiri keluar...!!! "
" Tuan aku sudah minta maaf, maafkan aku "
" Enak aja ya minta maaf doank...!!! kenapa kau di bawah pohon, kalau kesamber petir gimana?! !!! "
" Tadi aku mau pulang tapi malah ujan.... te "
" Terus apa...?! "
" Terus aku ngiup lah... mau ngapain lagi.. masak iya aku pulang maksa mana hujannya lebat sekali... "
" Siapa suruh pergi sendirian, kau bisa panggil supir...!!! pakai mobil...! "
" Ya ampun tuan.. apa kamu tidak capek marahin aku mulu.... "
" Kau ini kalau dibilangin bantah mulu...!!! "
" Maaf.... "
Vendra segera menyalakan mesin mobilnya, hujan juga semakin deras dan mereka sekarang berada di jalan yang cukup sepi dan tenggang.
" Kenapa juga ini mobil...!!!! "
" Kenapa tuan..? "
" Diam...!!!! "
" Sabar Lily.... sabar... dia selalu benar dan kau memang selalu salah, lebih baik kau tidak bicara apapun... "
Batin Lily.
Berkali-kali ia menghidupkan mesin mobilnya namun masih saja tidak bisa.
" Sial....!!!!!!! "
" Tuan, kenapa..? "
" Mobilnya gak bisa nyala... "
" Mogok...? "
" hm.... "
" Terus gimana ini... kita pulangnya gimana tuan...? hujannya juga lebat banget... "
" Mana ponselmu... "
" Aku...? "
menunjuk ke wajahnya.
" Terus siapa...? aku tidak bawa ponsel... "
" Tapi aku tidak punya ponsel... "
Lirihnya.
" Ya ampun.. zaman sekarang dan kau tidak punya ponsel...? kenapa masih ada yang model kaya begini... "
" Terus gimana..? "
__ADS_1