BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
PONSEL BARU


__ADS_3

Bagun pagi menjadi rutinitas untuk lily setiap harinya, namun berbeda dengan hari ini ia sedikit bangun terlambat.


Sejak tinggal dirumah laki-laki yang sudah membelinya, jam tidur lily menjadi tidak teratur.


Belum lagi urusan kabur, menangis karena bentakan Vendra dan terakhir Vendra yang yang menyusul dan memilih tidur di samping lily hingga membuatnya gelisah dan hampir tidak bisa memejamkan kedua matanya dengan tenang.


Terlihat paper bag warna hitam terletak di meja samping tempat tidurnya, Vendra hari ini sudah pergi ke bandara untuk terbang menemui ibunya yang tengah sakit di *********.


Ia sengaja membelikan ponsel untuk lily agar ia bisa mengawasinya kapanpun dan mengetahui dimana lily berada.


" Hoam..... "


menguap dan mengucek kedua matanya.


" Jam berapa sekarang... tubuhku terasa lebih baik... "


Ia menoleh ke arah jam digital besar yang tertempel di dinding menunjukkan pukul setengah 8 pagi.


Dengan spontan ia menyebabkan selimutnya.


" Ya ampun... aku terlambat bangun.. dia..? dimana dia.. ?


dimana pria kurang ajar itu...? apa dia ada urusan pekerjaan pagi ini..? kenapa dia tidak membangunkanku...? "


Sejenak ia merasa heran dengan sikapnya.


" Ah..... kenapa aku pusing memikirkannya... bukankah itu lebih baik, dia akhir-akhir ini sering sekali tidur ke kamarku seperti aku ini istrinya saja.


Lagi pula lebih baik memang kalau dia pergi dari diriku, aku benar-benar bisa mati kalau dekat dengannya terus.


Bayangkan saja, jantung ku sampai ingin meloncat keluar jika terus bersamanya... "


Lily langsung turun dari ranjang dan berencana untuk mandi, tanpa sengaja tangannya menyentuh paper bag kecil yang aja di meja.


" Apa ini...?


perasaan semalam tidak ada bingkisan disini...?


apa aku membeli sesuatu tapi aku lupa...? "


Di rasanya tali di bingkisan, perlahan ia membuka dan melihat isinya.


" Kotak putih... apa ini...? "


Tangannya merogoh dan mengambil mengeluarkannya dari dalam paper bag.


" Ponsel...


aaaaaa..... dia membelikan ku ponsel.. ?


akhirnya Aku punya ponsel lagi setelah sekian lama ponselku rusak di tangan tante Weni. "


Dengan penuh semangat ia membuka ponselnya.


Namun sejenak ia diam dan berfikir, untuk apa dia membelikan ku ponsel, apa ada sesuatu yang sedang direncanakan...? apa ini termasuk jebakan untukku supaya utang ku padanya semakin banyak...?.


Fikir lily dalam hati.


" Ah.. bodo amat.. aku penasaran bentuk ponselnya.. "


Ia membuka satu demi satu hingga selesai.


" Sepertinya aku pernah melihat kardus ponsel seperti ini... "


Lily masih mengingat sambil membuka plastik pembungkus.


Kedua matanya langsung membelalak menatap apa yang ada di depannya.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... ini ponsel yang dipake BTS.....


YA TUHAN.... aku tidak bermimpi kan. ...? "


Dengan cepat ia membukannya, di dalamnya ada earphone dan juga Photocard dari ke 7 idolanya.


" Aww..... "


Lily berusaha mencubit lengannya.


" Ini bukan mimpi lily....

__ADS_1


tapi tunggu... bagaimana kalau dia menghitungnya dan memasukkannya dalam. daftar hutang... ini ponsel sangat mahal.. mana mampu aku membeli dan menyicilnya sementara aku tidak bisa keluar bahkan untuk mencari kerja...."


Ia kembali membuka semuanya dan menghidupkan ponselnya, namun ponsel itu sudah hidup dan yang membuatnya mendengus kesal wallpaper ponselnya adalah foto Vendra.


" Ish.... apa-apa aan.. !


kenapa harus fotonya yang di pajang di ponsel.. "




Disisi lain Vendra sengaja memasang CCTV di kamar lily dan hannya dirinya yang bisa mengecek bagaimana kondisi kamarnya.


" Dia berteriak..


apa segitu senang nya dia mendapatkan ponsel...? Tau karena bintang Korea bertujuh itu...? "


Vendra ikut tersenyum memperhatikan lily dari laptopnya.


" Maaf aku harus meninggalkanmu untuk sementara waktu, kau pasti akan bosan dan mengutuk diriku karena penjagaan ketat yang akan aku lakukan.... "


Lily memang belum tahu kalau Vendra pergi menemui orang tuanya, akan tetapi Vendra tahu betul lily pasti akan kegirangan mengetahui dia tidak ada di rumah.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ



" Bi.... "


" Selamat pagi non... silahkan sarapan dulu.. "


" Tuan sudah sarapan...? "


" Tuan tidak sarapan hari ini non.. hannya makan roti dan minum susu... "


" Kenapa memangnya...? "


" Tuan sedang pergi ke negara ******** "


" Kapan...? "


" Tidak.... apa dia perginya lama..? "


( aku harap dia perginya lama )


Batin lily.


" Bibi nggak tahu Non... biasanya si sekitar 1 minggu... "


" Benarkah itu... "


wajah lily terlihat berseri mendengar kabar walaupun Vendra hannya pergi satu minggu.


" Non.... jangan lakukan apapun yang membuat tuan marah.. atau kami semua akan di pecat nanti... "


" Tenang.... itu tidak akan... "


Lily langsung melanjutkan makannya, ia juga membawa ponsel barunya di meja.


Dret....


drettttt....


Meja makan bergetar.


" Handsome "


Lily mengernyitkan dahinya.


" Apa... handsome... PD sekali dia menulis namanya seperti itu "


Para pelayan menatap lily dari dapur dengan senyum" dan juga menggosip.


" Lihatlah... nona lily punya ponsel baru... "


" Ya... sepertinya tuan yang membelikan nya.. "


" Aku bingung.. sebenarnya nona lily itu siapanya tuan, bukankah dia keponakan Weni yang waktu itu datang kemari dan tidak mengakuinya.

__ADS_1


Tuan juga membeli mahal Non lily juga kan...


jadi apa artinya...?


apa sebenarnya mereka sepasang kekasih...? "


" Hust.... apa ku lupa.. suaramu dan suara kita semua bisa dilaporkan ke tuan..


biarlah menjadi urusan mereka.


Yang penting tugas kita bekerja disini... "


" Enak ya...


di manjain dengan barang mewah, walaupun dimata orang dia wanita malam tapi dia beruntung karena tidak biasanya tuan membiarkan orang asing tinggal, apalagi sampai panik mencarinya saat kabur kemarin..... "


šŸ’•šŸ’•šŸ’•


Lily mendengus kesal, ia langsung memasang wajah yang manis sebelum mengangkat VC dari Vendra.


" Hai.... "


Sapa lily.


" Kenapa kau katakan Hai padaku...? "


" Bukan begitu, aku mau menyapamu... "


" Kau sudah makan...? "


" Ini baru selesai makan.. kau dimana..? "


berpura-pura tidak tahu.


" Jangan pura-pura tidak tahu... "


" Em.... kau kenapa pergi...? "


" Ada urusan... apa kau senang dengan ponsel barumu...?


bagus kan...? "


" Tentu... sangat bagus.. kau tahu aku penggemar BTS..? "


" Tentu saja.... apa yang aku tidak tahu darimu, ukuran bra dan CD mu saja aku tahu... "


" Ish... apa yang kau katakan.. apa kau tidak malu bicara seperti itu...! dasar .. sudahlah.. aku tutup telfonnya... "


" Seperti itu sikap mu pada orang yang sudah membelikan mu ponsel baru...? "


" Aku tidak menyuruhmu membeli untukku.... "


" Argh... setidaknya ucapkan makasih....!! "


" Ya... makasih tuan Vendra... "


" Yasudah.. jangan pergi kemanapun..!!! penjaga akan menyeret mu secara paksa jika kau keluar dari gerbang...!! "


Glekkk....


Lily menelan slavinanya mendengar perkataan dari handsome.


" Kenapa...? kau takut...?


apa kau memang sudah merencanakan untuk keluar dari rumah..?


kau pasti senang kan aku pergi...? "


" Bagaimana dia bisa tahu segalanya... apa dia bisa membaca pikiran orang...? "


" Kenapa diam...!! "


" Ah.. tidak.. jangan berteriak seperti itu.. aku tidak... memikirkan itu... "


" Benarkah...? "


" Ah... sudahlah... aku mau pergi... "


Dia langsung mematikan ponselnya begitu saja karena malas berdebat dengan Vendra, mau bagaimanapun dia menjawab pasti akan kalah juga.

__ADS_1



__ADS_2