BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
KEINGINAN LILY


__ADS_3

Lily tertidur selesai makan siang, sedangkan Vendra tertidur di sofa sambil memangku laptopnya.


Lily yang terbangun menggerakkan kakinya, memang masih sakit tapi sudah lebih baik dari tadi siang.


" Dia tertidur.... kenapa dia memangku laptopnya... "


Perlahan ia turun dan melangkah mendekati Vendra, terlihat foto wanita sangat cantik yang sekitar berumur 19 tahun.


Dengan pose tengleng dan tersenyum, foto itu terpajang di layar laptop milik Vendra.


" Siapa dia, cantik sekali...


apa dia pacarnya tuan Vendra...?


tapi sepertinya umurnya masih sangat muda, bahkan lebih muda dariku... "


Lily majukan tubuhnya untuk melihat lebih dekat gambar di laptop Vendra, namun tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas tubuh kekar Vendra.


Bug....


" Arg.... "


" Yatuhan.. apa yang kau lakukan lily... kau pasti akan di makan olehnya.. "


Vendra mendengar perkataan lily karena jarak mereka sangat jelas.


" Apa yang kau lakukan...! "


" Aku... aku itu, aku tadi "


" Aku.. aku apa...! "


" Aku melihatmu tidur dengan memangku laptop mu, jadi aku ingin menaruhnya dimeja... "


" Terus kenapa kau jatuh dan memelukku...!! "


" Bukan begitu.... kau kan tahu kakiku sakit tuan, aku tidak sengaja... "


" Kau terlalu banyak alasan.. "


" Aku berkata jujur.... "


" Minggir....! "


Vendra mendorong lily tanpa berfikir panjang kalau pasti kakinya akan terasa sangat sakit membentur lantai.

__ADS_1


Bug....


" Awh...... "


lily merasa kesakitan setelah jatuh hingga ia harus memejamkan matanya.


" Maaf... maafkan aku, aku lupa.. "


" Cukup.... kau seharusnya tidak Seperti itu padaku, mana mungkin aku akan menggoda mu. Aku wanita baik-baik.... kau harus tahu itu.


Dan satu lagi, kau berkata tidak kasar pada wanita bukan, tapi apa ini...!


Kau benar-benar tidak punya hati.


Kau memang sudah membeliku, tapi bukan begini caramu memperlakukanku...!!


lebih baik aku pergi, aku akan cari kerja dan membayar uang 3M mu itu, walaupun aku harus kerja seumur hidup, walaupun uang yang aku miliki seumur hidup tidak akan mampu mengembalikan uangmu setidaknya kau tidak lagi memandangku rendah dan jijik seperti ini...!!!!"


Deg....


deg....


deg...


" Bukan seperti itu, aku lupa kalau kakimu..."


" Apa....! kau selalu menghinaku, memarahiku setiap kali aku bicara, kau kaya... tapi kau miskin hati...!


Aku tidak perduli pada perkataanku jika kau sakit hati kau mau memberikan pelajaran padaku bukan, seperti kah memberikan pelajaran pada Weni.


Oh ya... apa kau ingat Weni, ya.. sikapmu sama saja dengan sikap Weni padaku, kalian tidak ada bedanya....!!!! "


Wajah Vendra sudah tidak bisa di gambarkan lagi, ia ingin marah kepada lily tapi serasa hatinya sangat sakit mendengar perkataan dan tamparan keras dari lily.


Kedua tangan Vendra sudah mengepal, sementara itu lily berusaha berdiri dengan susah payah.


Ia meneteskan air matanya dan berjalan pelan menahan sakit di kakinya, ada luka di siku kanan lily yang menyenggol kaki meja.


Hati Vendra ntah kenapa terasa sangat sakit melihat luka itu, ia ingin marah.. tapi ia masih tidak tahu apa arti dari kemarahan yang sedang memenuhi hatinya saat ini.


.


.


.

__ADS_1


Lily menuruni tangga dan menemui bi susi di taman.


" Nak... ada apa... kenapa kau menangis...? "


" Bibi... hiks.... hiks... apa pandangan bibi terhadapku, apa bibi juga berfikir sama seperti dia dan Weni kalau aku ini gadis dan wanita kotor yang bisa diperlakukan seenaknya bi.


Tidak adalah rasa kasihan atau setidaknya iba pada gadis sepertiku bi.


hikss....hiks....


Aku tidak pernah menyalahkan takdir yang sudah menjadi milikku saat ini, tapi kenapa semua harus memperlakukanku seperti ini... "


" Nak.. tenang... ada apa? kenapa kau berbicara seperti ini... ada apa nak? katakan pada bibi.


kenapa kau menganggap buruk dirimu sendiri...? Siapa yang menganggapmu seperti itu disini nak... tidak ada... "


Lily hannya bisa menangis sesenggukan, ia merasa sikap Vendra sangat kasar padanya.


" Bi... aku ingin pergi dari sini.... "


" Kau mau pergi kemana nak...? bibi mohon jangan berfikiran seperti ini, tetaplah disini.


Kau mau kemana kalau kau pergi...?


Ingat lily, dunia ini begitu kejam... apalagi kau sendirian dan tidak mengenal siapapun, ini kota besar nak... "


" Bi.... hiksss... hiks.... "


Vendra melihat lily dan bi susi dari monitor yang ada di kamarnya, setiap sudut rumahnya dipasang CCTV untuk menjaga keamanan di sana.


" Apa ini, kenapa denganku...


apa aku sudah terlalu kasar dengannya...?


harusnya aku tidak mendorongnya tadi.


Dia ingin pergi dari rumahku, apa dia fikir aku akan membiarkannya pergi begitu saja, mau jadi apa dia di luar nanti, dan perkataannya itu kenapa terasa sakit untukku.... "


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


Bi susi mengantar kembali lily ke kamarnya, ia tahu kalau Vendra adalah orang yang di maksud oleh lily, hannya saja ia memilih diam.


Bagaimanapun Vendra memang orangnya kasar dan keras, tapi dibalik itu ia memang tidak akan membiarkan lily meninggalkan rumah ini dengan alasan sudah membelinya hannya untuk menjaganya dari dunia luar.


__ADS_1


__ADS_2