
Sudah hampir satu bulan Vendra dan Lily tidur di apartemen, kali ini Rayen menyuruh mereka untuk pulang.
Bukan karena ada kepentingan,melainkan memang Rayen merasa sepi saja.
" Ayo masuk... "
Ajak Vendra sambil menggandeng tangan Lily.
" Lepaskan tanganku dulu... "
" Kenapa...? kau tidak mau aku gandeng...? "
Liriknya ke arah Lily.
" Aku bilang lepaskan..... "
Lily langsung berlari masuk kedalam rumah meninggalkan Vendra yang masih mematung di pintu.
.
.
.
" Ka Rayen.... "
Sapa Lily kaget.
" Hay Lily, kau sudah kembali...? dimana dia..? "
" Aku disini....! "
Teriak Vendra.
" Kau mau mengosongkan rumahmu..? "
Ucap Rayen.
" Tentu saja tidak, lagipula banyak pelayan disini, penjaga juga ada... kalau kau mau kau bisa tinggal disini juga... "
Jawab Vendra yang berdiri di samping Lily.
" Bukan begitu, kalian di apartemen ngapain disana lama-lama hah...!
kau punya rumah, lebih baik jangan terlalu sering ke apartemen... "
Protes Rayen.
" Terserah...! "
Vendra berjalan santai meninggalkan Lily dan Rayen menuju ke kamar.
Sementara itu Lily terlihat cemberut, kenapa Vendra tidak menoleh ke arahnya sedikitpun malah pergi begitu saja.
"Kamu sudah makan siang Lily...? "
" Iya ka, sudah... aku mau ke kamar dulu... "
__ADS_1
Berlalu meninggalkan Rayen.
" Ada apa dengannya...? "
Ucap Rayen heran.
Lily kini masuk ke dalam kamarnya, ia sangar rindu suasana di rumah itu walaupun kenyataannya dia bukan siapa-siapa dan hannya numpang disana.
..........
Malam ini di meja makan lengkap, ada Rayen, Vendra dan juga Lily.
Suasana makan malam juga hening, tidak banyak pembicaraan dan hannya terdengar bunyi perpaduan antara sendok dan piring.
" Aku akan kembali besok, Papa menelfonku... jadi terpaksa aku harus kembali.... kau tidak apa-apa kan Lily aku tinggal...? "
Ucap Rayen asal.
" Hah... aku...? "
Lily terlihat bingung, ia harus menjawab apa bahkan mulutnya terasa kaku.
Berbeda dengan Vendra yang masih asyik makan dan menikmati hidangan malam ini.
" Aku bercanda heheheheh "
Sahut Rayen.
" Oh... iya ka... "
Lily tersenyum kepadanya.
Vendra kali ini angkat bicara.
" Antar donk, ya kali sudah sekian lama pulang harus pake taxy... kamu ikut ya Lily.... "
" Aku..... "
" Ikut saja... "
Tawar Vendra.
" Baiklah.... "
ššššš
Kamar Lily. .....
" Huft.... kenapa dia cuek begitu padaku...? kemarin-kemarin saja lembutnya minta ampun, dasar.... "
Ia membaringkan tubuhnya ke kasur empuk dan bergegas menutup tubuhnya dengan selimut.
" Kenapa kak Rayen belum menikah ya...? padahal kan dia tampan, pengusaha muda juga.
Pasti banyak yang melirik ke arahnya.... "
......
__ADS_1
" Kau menyukainya...?! "
Suara Vendra mengejutkan Lily.
Berkali-kali laki-laki itu datang tiba-tiba dan mengendap-endap seperti maling dirumahnya sendiri.
" Kamu.....! "
" Kenapa...? gak boleh...? kau lupa ini rumah siapa..? "
" Hah.... kau mau apa...? "
Lily kembali duduk menatap Vendra yang berdiri di pintu balkon.
" Tentu saja aku mau tidur.... kau masih bertanya...! "
" Kamu mau tidur diman..? kau salah kamar...! tidurlah di kamarmu sendiri.... "
Lily terlihat kesal.
" Ini juga kamarku, semua yang dirumah ini milikku... apa kau lupa lagi..? "
" Ya ampun... ini sudah malam, cepatlah tidur...! aku capek. Lagipula besok juga kita harus bangun pagi bukan...? "
" Aku mau tidur disini... "
Vendra langsung membaringkan tubuhnya di samping Lily sambil tersenyum lebar.
" Manisnya.....
dia terlihat bukan ka Vendra yang kejam dan dingin kalau seperti ini. Lihatlah, siapa yang menyangka kalau dia bisa juga tersenyum seperti ini.
Tampan....
sempurna.... "
Batin Lily yang dari tadi menatap wajah laki-laki yang berada di sampingnya.
" Berhenti menatapku....! "
" Ah.. aku..
siapa yang menatapmu... "
Gelagapan.
" Aku tahu, tidak usah berbohong.
Gagap mu sudah cukup bukti... "
" Dasar...!! minggir, maju sedikit.... aku audah mengantuk... "
" Tapi aku sudah di pinggir Lily... bagaiman kalau aku jatuh.. kau kurang ajar sekali...! "
Protes Vendra.
" Siapa yang menyuruhmu tidur disini...?
__ADS_1
pergi ke kamarmu... kalau tidak mau nikmati saja malam ini.... "