
Malam ini Lily melihat Vendra yang sibuk mondar mandir menyiapkan segala keperluannya.
Sebenarnya Lily juga ingin bertanya pada kekasihnya soal kejutan yang sudah disiapkan untuknya, namun sepertinya Vendra terllau sibuk juga jadi dia mengurungkan niatnya.
" Ayo berangkat..... "
Lily mengambil kopernya.
" Sebenarnya kejutan apa sih kak...? aku benar-benar penasaran.... "
" Nanti kau juga akan tahu, kamu pasti akan menyukainya. Tapi satu pesanku aku harap temanmu tidak ada yang tahu, kau juga jangan terlalu banyak bicara dengan temanmu soal ini nanti..... "
" Baiklah.... aku tidka akan bilang pada siapapun... tapi sungguh, aku benar-benar penasaran dengan apa yang kamu rencanakan...... "
" Tidak usah kamu fikir terlalu serius.... turuti saja, biar aku yang membawa kopernya... "
" Makasih... "
" Hm... ayo jalan, Septian pasti sudah menunggu kita di bawah... "
Ucap Vendra.
" Ada septian juga...? "
" Iya, dia akan mengantar kita nanti "
" Tidak bisakah kamu memberitahuku sedikit saja, bocoran atau apa gitu... "
" Hahahaha.... bocoran...? sudah ayo jalan "
Vendra menggandeng kekasihnya meninggalkan apartment dan segera menemui Septian.
.
.
.
" Sudah siap...? "
" Ya, jalan sekarang.... "
Perintah Vendra.
" Aku benar-benar penasaran dengan apa yang direncanakan olehnya "
" Kamu bicara sesuatu sayang...? "
" Oh... tidak.... aku tidak bicara apapun.. "
Benar-benar banyak pertanyaan di hati Lily, mengemas barang, dan meninggalkan apartemen, belum juga Vendra yang tidak mau memberi tahunya soal kejutan malam ini.
" Kak.... "
" Ya...? kau mau sesuatu...? "
" Kita mau kemana...? "
" Kejutan, tidak pantas jika aku mengatakannya sekarang.... "
" Kak Sep..... "
Ucap Lily kembali.
" Tuan sudah mengatakannya bukan nona Lily...? kau juga akan tahu, pastinya kejutan yang benar-benar istimewa untuk orang yang istimewa juga "
Jawab Septian sambil menyetir.
" Benar-benar lucu, tidak ada yang mau memberitahuku..... "
" Sudah, diam dan nikmati perjalanan malam ini sayang... kamu pasti menyukai kejutan dariku "
" Ya, aku tahu... apa yang kamu lakukan tidak pernah ada yang mengecewakan... "
Sepanjang perjalanan Lily memang diam dan hannya menikmati pemandangan malam, walaupun ia sudah tidak sabar untuk sampai di tempat tujuan mereka saat ini.
" Kak Sep... apa masih lama...? "
" 5 menit lagi kita sampai.... "
Vendra menatap kekasihnya sambil tersenyum.
" Kau setidak sabar itukah...? "
" Sesuatu yang membuatku penasaran, tentu saja aku tidak sabar... "
Mobil Vendra mulai masuk ke gang yang tidak begitu kecil, dari kejauhan nampak rumah yang lumayan besar dengan halaman yang luar dan 2 penjaga yang ada di gerbang.
" Rumah...? ini rumah siapa...? "
Vendra dan Septian hannya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Lily.
Elegan, tapi tidak ketinggalan kesan mewah.
Mobil sudah berhenti tepat di depan rumah, di pintu utama.
__ADS_1
" Tugasku sudah selesai tuan, sekarang aku bisa pulang.... "
" Ya, pergilah... kau sudah tidak dibutuhkan lagi disini... "
Vendra langsung keluar dan membukakan pintu untuk Lily, namun karena sudah penasaran Lily langsung keluar membuka pintunya sendiri.
" Sayang.... "
Kesal Vendra.
" Ini rumah siapa...? "
" Ayo masuk.... "
Mereka langsung masuk ke dalam rumah.
Lily menengok kesana kemari, terlihat sepi dan seperti tidak ada kehidupan.
" Ini rumah siapa....? saudara kamu...? atau ini rumah kamu...? "
Vendra tidak menjawab.
Tak lama kemudian datanglah satu laki-laki yang tidak muda, umurnya mungkin sekitar 40 tahunan.
" Selama datang tuan, nyonya Vendra.... "
" Ya... panggil semuanya kesini... "
Vendra melihat Lily yang sedikit kaget dan kebingungan.
" Apa ini... nyonya Vendra siapa...? "
Bisiknya kepada Vendra.
" Kau... "
Sahut Vendra yang juga ikut berbisik.
Terlihat ada 5 orang pelayan yang datang, 4 orang laki-laki, ada yang muda ada yang sudah cukup umur, ada juga yang tua.
" Selamat datang tuan.... nyonya... "
" Ya.... terima kasih sudah menyiapkan semuanya, dan ya... ini adalah nyonya Vendra, dia istriku... dan aku harap kalian semua bisa memberikan pelayanan yang baik untuknya dan untuk rumah ini.
Untuk larangan yang sudah aku tulis di surat perjanjian kemarin, saya harap untuk tidak ada yang melanggarnya... "
" Baik tuan.... "
" Pergilah, dan laksanakan tugas kalian masing-masing..... "
Tak butuh waktu lama, mereka bubar dan mengerjakan pekerjaan masing-masing.
Menatap kekasihnya yang dari tadi hannya senyum tanpa jawaban.
" Ayo, aku kan mengajakmu keliling dan ke kamar pribadi kita.... "
" Apa....?!!! "
Mereka langsung menaiki lantai 2 dan mengelilingi seisi rumah dari sudut ke sudut, dari satu ruang ke ruang yang lain dan berakhir di salah satu pintu dimana ruangan itu adalah kamar pribadi Vendra dan Lily.
" Masuklah sayang.... "
Ucap Vendra.
" Ini ruangan apa...? kau membuatku takut... "
Lily menatap Vendra.
" Kenapa takut... ayo kita masuk bersama... "
Ia langsung membuka pintu kamar.
" Indah sekali.... kamar tidur siapa ini...? "
" Kamar tidur mu.... kau menyukainya...? "
" Kamar tidur ku...? aku...?!! "
" Ya, tentu saja kau.. siapa lagi kekasihku...? hem...? "
" Jelaskan padaku...! "
" Kita lihat beberapa ruangan dulu, baru aku akan menjelaskan semuanya sayang... "
" Tempat pakaian dan yang lainnya... semua sudah aku siapkan... "
Lily langsung terkejut bukan main, apa yang dilihatnya bukan lemari pakaian ataupun apapun itu, ini sudah di luar ekspetasinya.
" Ini...? ini... "
" Ya... semua ini kebutuhanmu sayang... "
__ADS_1
" Ya ampun... kau mau jualan...? "
Lily benar-benar heran.
" Kalau kau mau menjualnya silahkan... apa kau mau aku buatkan butik...? "
" CUKUP.... "
" Ayo ke ruang samping... "
" Kamar mandi.... "
" Em.. ya.... "
Vendra kini menggandeng Lily dan mereka berdua duduk di atas ranjang.
" Apa ini.....? "
" Hunian kecil... untukmu... "
" Aku nyaman di tempat sebelumnya kak.... "
" Dan tempat ini lebih aman dari dunia di luar sana, atau bahkan apartemen.... "
" Tapi ini berlebihan... ayolah... "
" Sssstttt..... diamlah... apa kau tidak menghargai usahaku...? apa kay tidak suka..? "
" Tidak... sama sekali... aku sangat menyukai semuanya, tapi ini... ini terlalu jauh hannya untukku... "
" Tidak ada yang tidak istimewa untukmu Lily, siapa yang akan aku bahagiakan kalau bukan kau....? mengertilah.... kau akan tinggal disini mulai saat ini... "
" Kak... tapi... "
" Tidak ada penolakan... kau tahu aku tidak. suka itu bukan..? "
" Tapi ini semua berlebihan.... ya ampun ka... aku harus membayarnya dengan apa... dengan uang aku tidak akan mampu... "
Lily sudah kehabisan kesabaran.
" Hey... hentikan omongan mu itu...! siapa yang menyuruhmu membayar hah...! "
" Kak.... "
" Hentikan.. buang jauh-jauh fikiran kotor mu itu... "
Lily diam menatap Vendra yang sedikit kesal, jika orang lain yang mendapatkan semua ini pasti akan senang seperti memenangkan lotre.
Namun bagi Lily tidak, terkadang ia ingat siapa dirinya, darimana asal usul dirinya hingga Vendra begitu merawatnya dengan penuh kasih sayang, bahkan memanjakannya dengan berbagai fasilitas yang luar biasa sempurna dan mewah.
" Kak.... "
Lily menggenggam telapak tangan Vendra.
Terlihat wajah kekasihnya yang tidak bersahabat.
" Kak... maaf.... "
Mencoba membujuk Vendra untuk menatap wajahnya.
" Kak.. maaf.... "
" Kau membuatku kesal...! "
" Maaf.. sungguh maafkan aku... "
" Sudah.. lupakan saja, tidurlah... "
Saat ia ingin beranjak, Lily justru menahannya dan langsung memeluk erat dan melingkarkan tangannya di tubuh kekar Vendra.
" Kak maaf... kamu tahu kan aku akan merasa asing, jangan pergi kemanapun.. aku minta maaf... aku mohon, temani aku disini... "
Vendra membalikkan badan dan menggandeng Lily untuk tidur di ranjang.
" Tidurlah.... aku alan menemanimu... "
" Jangan pergi, jangan marah padaku... aku mohon... itu akan menyakitkan untukku "
" Kau harus tahu, aku akan lebih merasa sakit darimu jika kita berdebat seperti ini... "
" Maaf.... "
" It's okay.... "
Lily mendekatkan tubuh dan kepalanya kedalam pelukannya Vendra.
" Terima kasih banyak ka... terima kasih... "
" Sama-sama.... "
Vendra langsung menarik selimut dan menutup tubuh Lily, menaikkan Ac didalam kamar.
" Tidurlah.... "
__ADS_1
" Jangan pergi.... "
" Tidak... tidurlah... "