
Pagi ini Vendra sarapan di meja makan sendiri tanpa Lily.
Ia tahu kalau perbuatannya membuat Lily marah besar dan sangat tidak mungkin jika mereka satu meja makan.
Selesai sarapan ia berjalan naik menuju kamar Lily. Hari ini dia mempunyai rencana untuk mengajak Lily keluar sekedar jalan-jalan.
Ia mengetuk pintunya 2 kali namun tidak ada jawaban, sementara di dalam. Lily tahu pasti Vendra yang mengetuk pintu kamar.
" Keterlaluan.... dia masih tidak punya rasa malu... "
Lily tak menghiraukan ketukan pintu yang sudah lebih dari 15 kali dan sibuk sarapan pagi di kamar.
" Selamat pagi Baby...... "
Lily menoleh ke pintu yang menuju balkon dan membuatnya terkejut hingga hampir terjatuh dari kursi.
" Lily hati-hati..... "
Ucap Vendra panik.
" Lepaskan...... "
" Kamu sudah mandi....? "
Lily diam.
" Kau menghabiskan sarapan mu.... apa kau sudah minum obat mu...? "
Lily kembali diam.
Suasana hening sejenak.
__ADS_1
" Aku tahu aku salah, aku minta maaf.. tapi tolong dengarkan penjelasan ku.... malam itu seseorang memasukkan obat di minumanku., aku tidak tahu menahu soal itu.... "
" Lalu kau melampiaskan semuanya padaku begitu....? "
" Aku hannya berfikir untuk pulang Lily... sungguh.... "
" Terus kamu masuk ke kamarku apa itu juga tidak kamu sengaja...? "
" Percayalah padaku, kau tahu kan semua orang dalam pengaruh obat pasti tidak sadar.... "
" Cari saja alasan untuk membela dirimu sendiri.... "
" Lily aku serius..... maafkan aku... sungguh aku menyesal.... "
" Laki-laki memang sama, semua memperlakukan wanita seperti sampah.
Apa setelah ini kau akan menyogok ku dengan uangmu...? "
" Hentikan Lily....! aku sama sekalu tidak ada fikiran seperti itu padamu.... aku bersumpah... "
" Aku serius, kenapa kau bisa berfikir seburuk itu tentangku.... "
" Lalu aku harus berfikir bagaimana pada seseorang yang sudah memperkosa ku..? apa aku harus mengucapkan terima kasih...? atau aku harus mengemis soal keadilan untukku...? "
Vendra tersentak dengan jawaban Lily kali ini yang menurutnya cukup menyakitkan.
" Kau bisa mengajukan laporan kepada polisi, kau bisa memberikan rekaman CCTV yang aku pasang di pintu dan kamarmu kalau mau.
Aku tahu aku salah, aku siap jika kau mau mengajukan kasus ini ke jalur hukum, aku terima semuanya tanpa melakukan perlawanan.... "
Jawaban yang justru membuat hati Lily sangat sakit.
__ADS_1
Terlihat Vendra duduk dan menundukkan kepalanya.
" Aku tahu aku salah, lakukan apapun jika menurutmu itu pantas dan setimpal atas perbuatan ku padamu.... "
Ucapnya kembali.
Lily hannya diam tanpa menjawab satu katapun.
Ntah kenapa hatinya tidak rela jika harus melaporkan dan membawa kasus ini ke jalur hukum.
Bagaimana nanti Kalau dia dipenjara, itulah yang ada di fikirannya saat ini.
" Kalau kau mau kau bisa bilang padaku dan akan aku suruh anak buahku untuk mengantarmu mengurus semuanya.... "
" Kalaupun aku memenangkan kasus ini, itu tidak merubah mata dunia tentangku, dan kau pasti akan bebas dengan mudah hannya dalam hitungan jam.... "
Jawab Lily.
Vendra langsung keluar dari kamar Lily.
" Tunggu.... "
Tangan itu menggenggam pergelangan tangan Vendra.
" Itu tidak perlu... kau sama saja memberikanku pilihan yang justru membuat seluruh mata dunia tahu kalau aku wanita kotor yang sudah tersentuh olehmu.... "
Vendra langsung memeluk Lily.
" Tidak... itu tidak benar, tidak akan pernah ada yang memandang mu seperti itu di dunia ini... siapapun tidak akan pernah ada yang berani berkata buruk soal mu.... "
" Aku sudah mempersiapkan mental dan jiwaku nanti jika seluruh dunia akan memandang ku buruk, aku sudah terbiasa hidup dengan cacian dan makian... "
__ADS_1
" Tidak.... selagi aku masih ada.... "