BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
LUAR NEGRI


__ADS_3

" Kau mau membawaku kemana...!! "


" Kan aku sudah bilang sayang, kita liburan keluar negri..... "


" Tapi aku belum melakukan persiapan apapun, apa kau sudah GILA...!!! "


" Semua sudah aku urus, duduk dan nikmati perjalanannya nanti... "


" Kau benar-benar menyebalkan....! "


Teriak Lily.


Setelah 10 menit akhirnya mereka sampai di Bandara.


Vendra sudah disambut dengan beberapa pegawai dan anak buahnya di sana. Ia yang memegang erat tangan Lily membuat tak sedikit orang yang memandang ke arah mereka.


" Aku bilang lepaskan... aku bukan anak kecil.... lepaskan tidak...! "


" Kalau aku lepas, kau pasti akan kabur bukan...? "


Bisiknya di telinganya Lily.


Vendra menggandeng Lily memasuki pesawat pribadi miliknya seperti anak kecil yang penurut.


" Duduk dan nikmati perjalanannya.... sayang "


" Kamu mau kemana...? "


Cegah Lily.


" Hannya sebentar... duduk dan diam.. "


Saat Vendra ingin melangkah lagi tiba-tiba terhenti karena Lily memegang tangannya.


" Jangan pergi.... "


" Hey sayang, tenanglah... hannya sebentar... "


Lily terus menggeleng menandakan penolakan.


" Okey.... aku akan duduk.. kamu baik-baik saja...? "


" Ntahlah, aku takut.... ini kali pertama untukku... "


" It's okay.... semua akan baik-baik saja... "


Vendra menemani Lily hingga pesawatnya lepas landas menuju Italia.


Ia berencana liburan sekaligus memperkenalkan Lily dengan ibunya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Lily hannya diam, tangannya merangkul lengan kekar Vendra karena tegang, maklum kan ini pertama kali untuknya.


" It's okay.... "


" Aku takut... "


" Kemarilah... "


Ia berusaha untuk menyuruh Lily sedikit mendekat dan menyenderkan kepalanya di pundak.


" Tidurlah.... apa kau mengantuk...? "


" Tidak.... "


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


Setelah menempuh perjalanan yang sangat lama akhirnya tiba juga di bandara.


Lily yang tertidur sejak tadi membuat Vendra tidak berani bergerak sedikitpun.


" Sayang... "


" Hmmm..... "


" Kita sudah sampai, kau mau tetap disini...? "


" Sampai mana...? "


" Hah....!!!! "


Lily terkejut dan langsung bangun.


" Sayang, tenanglah... kita selamat... "


Ledeknya.


" Kau...! "


" Ayo kita turun.... "


Vendra menggandeng tangan Lily masuk kedalam mobil.


" Kita mau kemana lagi...? "


" Hotel.... "


" Ngapain...?!!! aku tidak mau... "


" Kamu mau tidur di jalanan.... kalau mau silahkan.... "

__ADS_1


Ia tersenyum penuh kemenangan menatap Lily.


Kebetulan disana sudah malam, dan Vendra hannya memesan satu kamar untuk mereka berdua.


" Masuklah.... "


" Kamu mau kemana...? "


" Sebentar saja.. apakah kau setidak tahan itu jauh dariku...? "


" Pergilah...!! "


Lily langsung menutup pintunya.


Kedua matanya melihat kesana kemari, ia membuka jendela dan langsung duduk di balkon.


" Ya Tuhan... aku masih tidak percaya... ini sungguhan... "


Terlihat pemandangan malam hari dari kamarnya yang ia tempati sekarang.


" Aku ke luar negeri.... aku masih tidak percaya, sungguh....


Mimpi apa aku bisa pergi kesini, sungguh membayangkan saja aku tidak terlalu bersemangat, tapi hati ini tuhan memberiku hal yang sangat luar biasa.... "


šŸƒšŸƒšŸƒ


" Kau sedang apa...! nanti jatuh... jangan seperti itu...!! "


Teriak Vendra yang membuat Lily terkejut.


" Kau...! kau mengagetkan ku saja... mau apa kau kemari.... "


" Tentu saja mau tidur.. badanku sakit semua. "


" Kamu, maksudku kita satu kamar begitu...? "


" Ya sayang.... cepatlah bersihkan badanmu dan tidur, bajunya sudah ada di almari... "


" Aku tidak mau.... kenapa harus satu kamar.. "



" Kamu mau ada penjahat masuk ke kamar sementara kau itu tidak bisa bela diri hah..."


" Tentu saja aku bisa mengunci kamarnya...! "


" Tak usah membantahku.... "


" Kau di kasih tahu malah ngeyel, jangan membantahku Lily.... cepat mandi dan tidurlah... "

__ADS_1


Dengan kesal ia berjalan masuk ke kamar mandi dan meninggalkan Vendra yang juga sibuk bermain dengan ponselnya.


__ADS_2