
Tanpa ragu dan tanpa basa basa Vendra menggendong Lily menuju kamarnya.
" Gantilah bajumu...."
" Kamu mau kemana...? "
" Sebentar...."
Ia langsung keluar meninggalkan Lily yang tengah mengganti bajunya di kamar.
" Bi Susi....! "
" Iya tuan...ada apa...? bagaimana kondisi nona Lily...? "
" Suruh semuanya kemari...."
Bi Susi langsung meninggalkan Vendra dan memberikan arahan sesuai yang vendra berikan.
Tanpa menunggu lama dalam hitungan menit semua pelayan sudah berjejer di ruang tengah, sementara itu jamuan makan malam masih berlanjut tanpa kehadirannya.
" Siapa yang menyuruhnya untuk melayani tamu....? "
Suasana seketika hening, tidak ada yang menjawab karena bagi mereka memang tidak ada yang menyuruh Lily untuk melakukan pekerjaan yang sudah tuan mereka sendiri yg melarangnya.
" SIAPA......!!!!!! "
Suara menggelegar Vendra membuat seisi ruangan terdiam bahkan seakan mencekam.
" Nak..sabarlah..."
" Siapa bi...?!! siapa yang nyuruh Lily melayani tamu....!!! "
" Tadi bibi meninggalkan non Lily kebelakang sebentar, bibi juga tidak tahu kalau non Lily malah melayani para tamu..."
" LAIN KALI JANGAN ADA YANG MENYURUHNYA...!!!! KALIAN DENGAR APA YANG AKU KATAKAN...!!!!! "
__ADS_1
" Paham tuan..."
Jawaban serentak dari para pelayan yang diiringi dengan ketakutan akan pekerjaan mereka.
šššš
" Tya...!!! lain kali jangan lakukan itu, bibi tahu kalau kamu yang melakukan semua ini.
Kamu benar-benar keterlaluan...! "
Bi susi langsung pergi ke belakang untuk mengurus acara yang masih belum selesai.
" Ya Tya...!! kau keterlaluan, kalau saja non Lily mau bicara, dia sudah bicara pada tuan kalau kau yang sudah menyuruhnya.. "
Timpal salah satu pelayan.
" Apa kamu jangan-jangan yang dorong non Lily ke kolam...? "
" Sudahlah...lebih baik kita lanjutkan pekerjaan, biarkan dia mau berbuat apa..daripada kita kena semprot lagi..."
Tya hannya terdiam, dalam hatinya tersimpan rasa takut akibat suara Vendra yang barusan ia dengar, seumur-umur baru kali ini ia tahu kemarahan seorang Vendra yang sebelumnya ia hannya tahu kalau tuan muda pemilik rumah sama sekali tidak pernah marah.
" Kamu...kenapa kemari..."
" Kenapa..? tidak boleh...? "
" Bukan begitu, tapi pestanya..."
" Sudah selesai..."
" Maaf...aku minta maaf jika aku mengacaukan acaramu malam ini..."
" Hm...."
Vendra meraih telapak tangan Lily.
__ADS_1
" Akh...."
" Sakit...? "
" I..iii...iya..."
" Lain kali hati-hati..."
Sambil mengoles obat merah di telapak tangan Lily.
" Makasih...."
" Hm...."
Suasana sejenak berubah jadi hening, Vendra membalut telapak tangan Lily dengan sangat rapi dan penuh dengan hati-hati.
" Sudah...."
" Kamu sudah makan..? "
" Belum...aku nanti akan makan.Aku belum laper..."
" Makanlah....aku akan menyuruh bi Susi mengantarkan makanan...."
" Tidak...itu tidak perlu, lagipula aku tamu disini..nanti aku ambil makan sendiri..."
" Yasudah...aku masih ada urusan, lepas makan cepatlah tidur..."
" Iya..."
Vendra melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.
" Tunggu...."
" Apa..? "
__ADS_1
" Terima kasih...."
" Sama-sama...."