
" Bi....kenapa menu sarapan paginya cuma sedikit...? "
" Nak...tuan Vendra sedang sakit, jadi nanti biar makan bubur saja..."
Jawab bi Susi.
" Apa...??? sakit??? "
Lyli kaget.
" Iya....kamu cepat sarapan..."
" Sudah memanggil dokter...? "
" Belum, tuan kalau sakit tidak pernah mau dipanggilkan dokter.."
" Kenapa seperti itu, bagaimana kalau sakitnya parah...? "
Ia nampak heran.
" Tidak...itu sudah menjadi hal biasa...makanlah sarapan mu, biar bibi antar bubur ke atas... "
" Bi....biar Lily saja..."
" Gak usah, kamu sarapan saja..."
" Bi...biar aku aja, taruh sini nanti selepas aku sarapan aku antar ke atas..."
" Tidak merepotkan..? "
" Tentu saja tidak bi, bibi mau mengerjakan tugas lainnya kan...? "
" Iya....bibi taruh samping kamu ya, kamu cepat sarapan terus antar bubur nya.."
" Siap... "
Lily langsung melahap sarapannya secepat kilat dan bergegas menuju ke kamar Vendra.
" Aku penasaran bagaimana laki-laki itu kalau sakit, tapi ternyata dia bisa sakit juga...kenapa tidak mau dipanggilkan dokter..? kuat sekali tubuhnya ya..."
Banyak pertanyaan yang terlintas di fikiran Lily soal kenapa Vendra tidak mau dipanggilkan dokter.
" Tuan....."
Kamar terlihat sangat gelap.
__ADS_1
Lily mencari tombol untuk menyalakan lampu.
" Dia tidur, apa sesakit itu perutnya...? "
" Tu..tuan..."
" Kenapa...? "
" Sarapan pagi..."
" Aku tidak lapar...."
" Apa kau sakit gara-gara makan mie tadi malam...? "
" Bukan....! "
" Apa yang kamu rasakan...? "
" Pergilah....! "
" Aku bawakan bubur untukmu...makanlah sedikit biar perutmu tidak kosong "
" Aku tidak lapar...pergilah..."
" Kau berani membentakku, kurang ajar sekali kau...!! "
" Makanlah...aku minta maaf "
" Aku tidak lapar...!!! pergilah atau kau.."
" Atau apa..jangan kayak anak kecil dech, aku akan panggil dokter kemari jika kamu gak mau makan...! "
" Beraninya kau...!!!! "
Kini Vendra sudah duduk, raut mukanya terlihat lesu dan bibirnya pucat.
" Makanlah....sedikit saja setidaknya perutmu tidak kosong..."
" Suapi aku..! "
" Ayolah..makanlah sendiri.... "
" Kau...!! "
" Iya iya...aku suapi...aaaaaa...buka mulutmu.."
__ADS_1
Vendra langsung membuka mulutnya.
" Apa ini, tidak enak..aku tidak mau makan makanan ini "
" Perutku sakit, kau harus makan yang halus".. ini bubur enak kok, aku biasanya juga makan makanan seperti ini kalau sakit.
Buka mulutmu "
" Itu menjijikkan....aku tidak mau "
" Kenapa kamu rewel seperti anak kecil, kalau tidak mau yasudah aku keluar biar aku telfon dokter..."
" Lily....!!!! "
" Apa lagi....? "
" Kembali dan duduklah...suapi aku...!! "
" Nih orang maunya apa sebenarnya....sabar..sabar.... "
Lily kembali duduk dan menyuapi bubur yang di anggap menjijikkan oleh Vendra namun kenyataannya habis tanpa tersisa.
" Tidurlah...."
Namun Lily terkejut melihat Vendra yang melompat dan berlari ke kamar mandi.
" Hey..kau mau apa...? "
" DIAM...!!!! "
Tak butuh waktu 5 menit akhirnya keluarlah laki-laki yang wajah dan tubuhnya sudah dipenuhi keringat.
" Kau tidak apa-apa..."
" Pergilah...."
" Tubuhmu dingin "
Vendra hannya diam dan kembali berbaring.
" Aku akan memanggilkan dokter, tidak ada kata tidak...!! "
" Hentikan Lily....! "
Tanpa mendengar jawaban dari Vendra ia langsung turun untuk meminta bantuan dari bi Susi.
__ADS_1