BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
KERIBUTAN TENGAH MALAM


__ADS_3

Hampir semalaman Lily tidak bisa tidur karena Vendra yang menyuruhnya untuk tidur di kamarnya.


" Apa dia tidak dingin tidur seperti itu...? "


Ia mengambil selimut dan menutup tubuh mungil wanita yang tertidur di sofa besar yang berada di kamarnya.


" Pinggangnya....


bagaimana dengan pinggangnya...? "


Dengan perlahan Vendra menyibak baju Lily dan melihat cakaran yang lumayan tajam.


Ada 5 goresan namun berbeda antara satu dengan yang lain.


" Apa yang akau lakukan..."


Ia memandang telapak tangan dan jarinya.


Dengan pelan ia mengambil pemotong kuku yang berada di laci meja samping tempat tidur.


" Aku kemarin kan sudah memotong kukuku...kenapa cepat sekali panjang...! "


Ia kesulitan memegang pemotong kuku karena tangan kanannya yang terinfus hingga Lily terbangun mendengar keberisikan Vendra.


" Kamu mau apa...? "


" Tidurlah....! "


" Kamu mau apa...? kenapa kau tidak tidur..? tidurlah...ini masih jam 2 ..."


" Tidurlah...! "


Lily melihat Vendra memegang pemotong kuku.


" Kemarikan..."


" Kau mau apa...? "


" Biar aku bantu....kamu pasti gak bisa kan.."

__ADS_1


" Tidak usah..apa kau fikir aku bodoh sampai-sampai memotong kuku saja tidak bisa...! "


" Yasudah potong saja sendiri...aku mau tidur.."


Vendra masih berusaha dan tanpa sengaja ia tidak tahu kalau darahnya naik di selang infus karena dia bergerak terlalu aktif.


Lily yang sengaja menoleh ke arah Vendra langsung terkejut.


" Hey....!!! apa yang kau lakukan..lihatlah darahmu naik...! "


" Hey...!!! siapa yang menyuruhmu berteriak seperti itu...!!!! kau mengagetkanku...!! "


" Lihatlah..."


" Cabut saja biar tidak membuat susah...!! "


" Ih.....diam dan tidurlah....!! kalau kau masih membantah aku akan menelfon dokter steve kemari, biar dia yang mencabut infusmu..! "


" Potong kukuku..."


Kini Vendra mengalah karena malas berdebat dengan Lily dengan keadaannya sekarang.


" Mana pinggang kamu...? "


" Mau apa...? "


" Katanya terluka...mana coba..? "


" Tidak usah...! "


" Jangan berteriak tengah malam..."


" Kau yang memulainya...aku benar-benar tidak bisa tidur karena ulahmu "


" Kau belum.tidur...? "


" Belum...."


" Coba aku lihat "

__ADS_1


" Tidak usah, aku bilang tidak usah tuan Vendra yang terhormat..."


" Yasudah...tidurlah..."


" Kau juga tidur...! aku akan kembali ke kamarku..."


" Siapa yang menyuruhmu...! "


" Huft..."


Lily mendengus kesal karena capek berdebat dengan Vendra.


" Kamu mau aku ngelakuin apa...? "


ucapnya lirih.


" Kemari....! pijat lenganku yang satunya, lenganku terasa kaku..."


" Baiklah..."


Lily langsung menaiki ranjang dan duduk sambil tangannya memijat Vendra.


Ia menahan rasa kantuk yang teramat hingga akhirnya kedua matanya tidak kuat dan perlahan ia tertidur dengan kepala yang bersender di tempat tidur.


" Hey...kenapa berhenti, lakukan lagi lebih keras..."


Vendra tidak tahu kalau dia sudah tertidur.


" Lily...."


Seketika ia menoleh dan mendapati Lily tertidur dengan posisi tangan masih memegang lengannya.


" Dia enak-enak tidur... dasar...."


Perlahan Vendra berusaha kuat membenarkan posisi tidurnya dan Lily agar leher dan punggung mereka tidak pegal.


Sebenarnya ada suster yang jaga buat mengganti infus jika sudah habis, namun Vendra merasa risih dan lebih nyaman dengan Lily.


Tepat pukul 3 akhirnya mereka tidur di satu ranjang dengan posisi Lily memeluk tubuh Vendra tanpa sadar karena memang sudah sangat mengantuk, apalagi ia tidak nyenyak karena sebelumnya Vendra selalu membuat ulah semalaman.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa menenangkan Vendra, siapapun orangnya yang pasti untuk saat ini hannya Lily yang bisa mengendalikannya, walaupun terkadang harus diselingi dengan cekcok terlebih dahulu.


__ADS_2