BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MERINDUKANMU


__ADS_3

Pagi ini Lily dengan santainya sarapan sendiri di meja makan tanpa membangunkan Vendra yang semalam sibuk membujuk Lily agar tidak marah padanya.


" Non... tuan...? "


" Dia masih tidur bi, biarkan saja... nanti juga bangun sendiri. Kalau tidak nanti antar saja makanannya ke kamar ya, soalnya aku buru-buru berangkat ke kampus.... "


" Baiklah Non.... "


Di kamar Vendra membuka kedua matanya lebar-lebar saat tahu Lily sudah tidak ada di sampingnya.


" Kemana dia... "


Dengan cepat ia pergi ke kamar mandi dan bergegas membersihkan diri.


....


" Aku harus cepat-cepat berangkat.... "


" Hey....!!! siapa yang menyuruhmu berdiri...! "


Lily langsung mematung dan menoleh ke arah tangga. Terlihat Vendra sudah rapi dan berjalan ke arah meja makan.


" Aku mau berangkat.... "


" Kamu sarapan sendiri...? "


" Aku tadi buru-buru.... "


" Mau kemana...!! "


Lily kembali terdiam saat hendak melangkah namun Vendra mencegahnya.


" Kak aku mau berangkat, aku buru-buru... "


Berusaha memohon.


" Duduk...! "


" Tapi kak... "


" Duduk aku bilang...!! "


Vendra juga langsung duduk dan meminum satu gelas susu yang sudah di siapkan oleh pelayan si cepat kilat.


Terlihat Lily menekuk mukanya kesal dan duduk jauh dari Vendra.


" Pak, biar saya saja yang mengantarnya... "


Lily menatap penuh penolakan ke arah kekasihnya.


" Baik tuan... "


Jawab pak Jamal.


" Sudah aku bilang, bangunkan aku.... "


" Akun tadi buru-buru, kamu kan juga tidur larut malam dan terus menggangguku semalaman.


Aku saja sampai tidak bisa tidur karena ulah tanganmu.... "

__ADS_1


Ucap Lily polos.


Vendra yang mendengar ucapan kekasihnya wajahnya memerah, bagaimana bisa Lily berkata seperti itu padahal banyak sekali pelayan di sekitar mereka.


" Ayo berangkat... "


" Kamu tidak sarapan...? "


" Kamu mau berangkat atau tidak...? "


" Ah, iya iya... ayo berangkat sekarang... "


šŸ’•šŸ’•


" Kak, nanti aku... "


" Aku jemput....! "


Lily diam dan tidak menjawab.


" Aku memang merindukannya pulang, tapi sumpah aku membenci sikapnya yang seperti ini.... "


" Kamu pulang jam berapa...? "


" Kayaknya aku pulang siang, nanti kalau kakak sibuk biar pak Jamal saja yang jemput.. "


Vendra diam tanpa menjawab, sementara Lily juga diam karena kesal.


.....


Halaman kampus....


Lily membuka pintu mobil, namun Vendra memegang pergelangan tangannya.


" Kamu masih marah...? "


" Tidak.... "


Tersenyum ke arah kekasihnya.


" Aku minta maaf, sungguh Lily "


"Iya kak, aku tahu... aku berangkat dulu ya... "


Vendra justru semakin menarik Lily hingga kini mereka sudah saling menempel satu sama lain.


" Kak.. ini di kampus, lepaskan... "


Vendra memejamkan kedua matanya, memeluk dan mencium aroma tubuh kekasihnya yang sudah hampir satu bulan ia meninggalkannya.


" Aku merindukanmu.... "


" Kak.... lepaskan, nanti ada yang lihat... "


" Kaca mobil gelap, tidak tembus pandang... "


" Apa...!! "


Vendra semakin menarik kekasihnya dan melepaskan sabuk pengaman keduanya.

__ADS_1


Kini Lily sudah duduk di pangkuan Vendra.


Ia bisa merasakan detak jantung Lily yang sangat cepat, bahkan terlihat jelas di wajahnya kalau Lily benar-benar gugup.


" Kak aku nanti telat... "


Vendra tidak menjawabnya dan fokus ke wajah Lily sambil membenarkan poni kekasihnya yang berantakan.


" Kenapa keras ya.... "


Batin Lily yang tengah duduk di pangkuan Vendra.


" Kak... nanti aku telat... "


Tangan Vendra membelai lembut punggung hingga ke leher Lily yang justru membuatnya memejamkan mata.


" Aku merindukanmu.... "


Suara berat Vendra sudah keluar.


Lily terdiam dan masih memejamkan matanya menikmati sentuhan Vendra yang benar-benar membuatnya nyaman dan candu.


Perlahan dan tanpa penolakan Vendra menempelkan bibirnya yang sudah merindu merasakan milik kekasihnya akhirnya terbalaskan pagi ini.


Mereka sama-sama hanyut dan menikmati permainan panas mereka di dalam mobil.


Tanpa sadar Vendra membuka 2 kancing kemeja milik Lily dan meninggalkan banyak tanda merah di dada mulusnya.


" Kak... "


" Hm.... "


Tatapan Vendra yang benar-benar selalu membuat Lily jatuh cinta.


" Aku harus masuk... "


" Baiklah... tunggu sebentar... "


Dengan penuh perhatian dan lembut Vendra melepaskan pelukannya dan membenarkan kemeja Lily kembali.


Perlahan ia melepas tali rambut yang sejak tadi masih terikat di sana namun tidak beraturan karena ulahnya.



" Seperti ini saja... "


Ia melepaskan dan membiarkan rambut Lily terurai.


" Tapi kak... "


" Sudah, jangan membantah... kau bisa mengaca kalau kau ingin tahu, lehermu.. "


Lily langsung diam dan paham maksud dari perkataan Vendra.


" Aku berangkat dulu... "


" Kabari aku, kamu pulang jam berapa nanti... "


" Iya... aku berangkat dulu... "

__ADS_1


Mencium pipi Vendra dan langsung keluar dari mobil.


__ADS_2