BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
JALAN-JALAN


__ADS_3

" Lily...."


" Ah...kak Rayen mengagetkanku, ada apa..? apa ada yang bisa aku bantu...? "


" Tidak...kamu lagi apa...? "


" Bantu masak buat nanti siang kok "


" Kamu paham wilayah sini kan..? "


" Iya, paham...lumayan paham..heheheh "


" Ikut aku keliling...kamu ganti baju, gimana..? mau kan..? "


" Tapi bagaimana kalau nanti tuan Vendra pulang.."


" Udah..kamu santai saja, itu urusan belakang.


Cepat ganti baju sana, bau bawang "


" Baiklah..tunggu sebentar "


Lily mencuci tangannya pakai sabu lalu bergegas ke kamar untuk segera bersiap.


" Bi, kerjain semuanya ya...nanti kalau dia tanya bilang aja kalau saya pergi sama Lily "


" Baik tuan..."


" Bi Susi, nanti kalau mau masak.makan malam telfon saya dulu ya, siapa tahu nanti pulang terlambat... "


" Baiklah tuan Rayen "


" Terima kasih..."


" Sama-sama tuan..."


Ia juga ikut bergegas ke kamar untuk bersiap-siap.


Tok


tok


tok...


" Siapa..? "


Teriak Lily dari dalan yang sedang sibuk menyisir rambutnya.

__ADS_1


" Hay Lily..."


" Aaaaaaa..... kak..."


" Maaf...aku akan keluar..."


" Tidak ka, tidak apa-apa, aku sudah selesai kok..."


" Benar begitu..? "


" Iya ka, ayo berangkat..."


Ia membiarkan rambutnya terurai karena grogi melihat kedatangan Rayen di kamarnya.


Di mobil


" Boleh aku bertanya...? "


" Tentu saja ka, kenapa bertanya seperti itu.."


" Sejak kapan kamu tinggal disitu..? "


" Maksudnya..? "


" Maksudnya sejak.kapan kamu tinggal bersama Vendra...? sepertinya kamu baru..atau temannya si anak galak itu..? "


Lily berusaha menghindar dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Rayen.


" Tak apa, tak usah gugup...jika kamu ragu tidak perlu untuk menjawabnya.


Apa dia baik sama kamu? "


" Maaf ya ka...aku hannya merasa gimana gitu kalau mengingat kejadian bagaimana aku bisa sampai di rumah adiknya kakak... "


" No problem...santai..adik kakak baik ko sama aku... "


" Emb... good....okey kita akan muter-muter dulu, kamu tahu kan tempat yang indah kota ini..? "


" Iya..aku tahu Kak..nanti lurus aja, masih lumayan lah sekitar 20 menitan "


" Siap..... "


" Boleh aku bertanya lagi..? "


Ucap Rayen.


" Tanyakan saja ka, kenapa kau meminta izin...? kalau itu tidak mengusikku aku akan menjawabnya, kalaupun aku tidak menjawabnya itu hannya karena alasan pribadi... "

__ADS_1


" Kamu umur berapa..? 20 tahun..."


" Wah..masih muda sekali kamu, apa dulu kamu kuliah..? "


" Tidak..aku bekerja sejak lulus SMA, dan aku tinggal dengan tanteku.


Karena suatu masalah, aku kabur dari rumahnya, sejujurnya aku masih tidak menyangka sampai sekarang kalau tanteku tega padaku...."


Tanpa sadar air mata Lily jatuh, Rayen juga tahu hal itu dengan sigap memberikan sapu tangannya intuk Lily.


" Pakailah..."


" Tidak.usah ka.."


" Apa kau menolak mentang-mentang kau tidak berdandan dan tidak memakai bedak hingga takut tertempel di sapu tanganku....? "


Ia berusaha menggoda gadis yang menangis di sampingnya.


" Kak...makasih..."


" Sama-sama...sudah jangan menangis, itu akan menghilangkan imut di wajahmu.


Lily hannya tersenyum.


" Apa nanti kamu tidak keberatan jika pulang telat atau malam hari..? "


" Tentu saja tidak, kalaupun aku kabur pasti adikmu yang cerdik itu selalu bisa menemukanku..."


* Hahahaha...dia laki-laki Lily..."


" Tapi dia lebih menyeramkan hhhahah "


" Hahaha...kamu lucu sekali Lily..."


Dret


.


Dret....


Ponsel Lily bergetar dan itu adalah pesan masuk dari Vendra.


" Mengganggu saja ini orang kenapa..? kenapa dia terlihat aneh..


Apa dia gak tahu waktu istirahat.."


gerutunya melihat isi pesan darinya...

__ADS_1


__ADS_2