
Sore ini Vendra dan juga Lily masih berada di Villa dan belum kembali ke rumah.
Terlihat ponsel milik Vendra menyala di atas tempat tidur. Lily yang sudah selesai mandi dan sedang merias wajahnya langsung meraih ponsel itu.
" Satu panggilan tak terjawab, nomornya tidak tersimpan.... "
Karena penasaran Lily membuka ponsel Vendra, ia juga melihat pesan yang masuk barang kali ada dari salah satu nomor yang barusan menelfon.
" Ini siapa ....? dia sudah mengirim pesan sejak kemarin, tapi nomornya tidak ada namanya...? "
Dengan inisiatif Lily mengirim pesan ke nomor asing itu dan menanyakan siapa namanya.
Selang kemudian Vendra keluar dari kamar mandi. Lily yang melihat kekasihnya dengan rambut basah dan setengah telanjang dada langsung terdiam.
" Kenapa...? "
Ucap Vendra yang langsung memeluknya.
" Tidak.... kenapa apanya..? "
" Kenapa melihatku seperti itu...dan kenapa kamu memegang ponselku..? siapa yang menelfon..? apa ada yang menelfon ku tadi..? "
Lily hanya mengangguk.
" Siapa...? "
" Aku tidak tahu, kamu juga tidak memberi nama... padahal dari kemarin nomor itu sudah mengirim beberapa pesan padamu.
Emang siapa...? "
Vendra langsung mengambil ponselnya dari tangan Lily.
Saat melihat nomornya, ia terkejut, bagaimana tidak...? yang menelfon nya adalah Jessie.
Ia memang sengaja tidak menyimpan nomornya, takutnya kalau Lily nanti mencurigainya dan berfikir negatif soalnya.
" Siapa dia... ? "
" Bukan siapa-siapa... "
" Teman kamu...? harusnya kamu kasih nama.. "
" Itu tidak penting... "
Vendra berjalan kembali ke arah kekasihnya dan melempar ponselnya ke ranjang.
" Kamu mau ngapain...? cepat ganti baju kak "
Vendra diam dan terus melangkah maju hingga membuat Lily duduk di ranjang karena terpojok.
__ADS_1
" Kak....! "
" Kenapa...? "
" Kamu mau apa...? "
Lily semakin mundur karena takut melihat Vendra.
" Aku mau mengambil jam tanganku... "
" Hah...? "
" Iya... ada di samping bantal, di belakangmu sayang.... "
" Oh... iya, biar aku ambilkan.. "
Ucap Lily gugup.
Vendra berusaha menahan tawanya melihat wajah kekasihnya.
" Kamu mau bekerja..? "
" Tidak.... kenapa..? "
" Aku kira kamu mau bekerja dan kita pulang hari ini... "
" Kita tidak akan pulang.... "
" Nginep lagi...? "
" Tentu saja... nggak asyik kan cuma satu malam saja disini... "
Ucap Vendra sambil memakai kaos.
" Tapi kuliahku bagaimana kak...? "
" Izin saja.... tidak akan ada yang memarahi dirimu... "
" Tapi kak... "
" Udah, nggak usah bantah.... "
Tiba-tiba ponsel Vendra kembali berbunyi dan memperlihatkan nomor yang sama tadi menelfon.
Lily yang melihatnya berusaha meraih ponsel Vendra, namun dengan cepat kekasihnya itu langsung meraihnya.
" Tunggu sebentar... "
__ADS_1
Ucapnya dan berlalu keluar kamar.
š
" Ya... halloo Jess.... ada apa..? "
" Ven, aku udah sampai di bandara, kamu bisa jemput aku nggak..? soalnya aku cuma kenal kamu di kota ini.
Tapi ayahmu juga suruh nelfon kamu, tapi kalo kamu sibuk nggak apa-apa, aku akan naik taksi.... "
" Kamu baru sampai..? "
" Iya ini aku baru sampai... gimana..? aku naik taksi aja kalo kamu sibuk... "
Tawar Jessie.
" Tunggu, setengah jam aku sampai... "
Ucap Vendra.
" Siapa kak... "
Suara Lily membuat Vendra terkejut.
" Hey sayang, kau mengagetkan ku... "
" Siapa..? sepertinya nomor tadi yang menelfon... "
" Ada urusan kantor sebentar, kamu nggak apa-apa kan aku tinggal dulu...? "
" Sekarang...? "
" Iya, sebentar saja, tapi kalau kamu keberatan akun tidak akan pergi "
" Pergilah.. aku tidak apa-apa, kamu nanti pulang jam berapa...? apa aku masak buat kamu aja ya, nanti malam... "
" Sudah, jangan masuk dapur... "
" Kak... aku mau ngapain coba disini..? nanti aku masakin buat makan malam... "
" Nanti biar di bantu pelayan disini, kamu jangan terlalu capek... "
" Tentu saja, jangan lupa kabarin aku pulang jam berapa nanti ya... "
" Tentu sayang... "
Vendra merasa ragu sebelum akhirnya ia berhasil berbohong pada Lily.
Ketakutannya soal kondisi ibunya yang membuat dirinya melakukan semua ini, apalagi kesehatannya masih belum stabil.
__ADS_1
Untuk urusan ini dia berusaha menyembunyikannya dari Lily, bagaimanapun ia takut kalau nanti kekasihnya justru malah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.