BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MENGAGETKAN MELLANIE


__ADS_3

Sore ini Lily dan yang lainnya segera menuju ke puncak tujuan pertamanya, sepanjang jalan Lily menikmati perjalanannya.


Bagaimanapun mendapatkan izin dari Vendra baginya sungguh hal yang membahagiakan, walaupun sekarang keadaan kekasihnya di apartemen kalang kabut khawatir memikirkan Lily.


" Ly..... "


" Ya Mel..... kenapa...? "


" Aku mau tanya sama kamu, tapi kamu jangan marah ya.... and... i'm sorry..... "


" Hey... ada apa...? kamu mau tanya apa Mel.... tanyakan saja, aku pasti jawab kok... "


Lily menatap Mellanie.


" Kak Vendra bener kakak kamu...? ah maksudnya itu kakak kandung kamu atau kakak apa...? "


" Kenapa emangnya...? "


Mellanie nampak kebingungan harus bicara apa lagi.


Lily menghembuskan nafas panjang.


" Mel..... kamu lihat...? "


" Iya... maaf ya.. aku nggak sengaja tadi.. suer...... "


" Aku sebenarnya udah nggak kuat Mel nahan semua ini.... "


Ucap Lily.


" Maksudnya....? kamu menyembunyikan sesuatu...? "


" Ya.... itu membuatku hampir gila tahu Mel... "


" Seserius itu...? "


Mellanie semakin penasaran.


" Yes...... "


" Apa Lily... cerita aja... lagipula nggak akan aku berbuat lancang atau ember sama orang lain.


Aku sudah menganggap pertemanan ini seperti saudara Lily..... "


Lily menatap Mellanie sambil tersenyum.


" Aku tahu Mel... makasih ya.... "


" Tentu.... it's okay.... "

__ADS_1


Mellanie juga ikut tersenyum.


" Mel.... dia bukan kakak aku.... "


" Siapa...? "


" Yang kamu tanyakan tadi... kak Vendra... "


" WHAT.........!!!! "


Mellanie menginjak rem mendadak.


" Mel.... hati-hati.... "


Lily juga ikut terkejut.


" Apa kamu bilang barusan....? "


" Mel.... jangan kayak gitu deh.... "


" Nggak.... bukan gitu Lily... sumpah aku terkejut.... kamu serius....? "


" Sumpah serius... lanjut lagi nyetirnya... "


Ucap Lily.


" Mel.... dengerin aku dulu..... "


" Okey.. okey... lanjut.... "


Ucap Mellanie karena dia juga sudah penasaran sama omongan Lily soal Vendra.


Lily menceritakan sedikit kisahnya, tapi lumayan panjang. Ia juga memberitahu kalau Vendra bukan kakaknya melainkan kekasihnya.


" Ya ampun.... Lily.... kamu beruntung banget...!!! sumpah.... "


" Nggak juga Mel.... hahahahah "


" Hey.... kak Vendra.... kamu bilang nggak beruntung...? cuma wanita bodoh yang berkata seperti itu.... "


" Mel.... bukan gitu.... tapi gimana ya Mel... aku juga bingung sama perasaanku ke dia. Tapi Mel... kamu jangan bilang siapa-siapa ya... "


" Ok...... aman nyonya Vendra.... "


" Apaan sih hahahahaha.... "


" Tahu nggak, tadi Alex juga sempet curiga.. lain kali kalo mau ciuman lihat situasi dan kondisi kali.... "


" Aku mana tahu Mel.... kak Vendra nggak bilang dulu kalo mau..... "

__ADS_1


" Ya elah... ya kali bilang dulu mau nyium. kekasihnya sendiri.... "


" Ntahlah Mel.... bingung.... "


" Jalani aja Lily..... sepertinya dia tulus.... "


" Idih... sok tahu hahahahha "


" Lihat aja dari wajahnya.... aku rasa dia setia lho.... "


" Beruntung Mel.... aku di izinin pergi sama kalian... biasanya juga kayak tahanan di apartemen.... "


" Kamu tinggal di apartemen...? "


" Yes..... mulanya dirumah dia.. cuma kesini aku nyaman aja tinggal di apartemen.... "


" Kamu sendiri...? "


" Nggak lah Mel... sama kak Vendra.... mana berani aku sendirian.... "


" Serius....? tiap hari kalian ketemu gitu...? "


" Jangan bilang kamu bayangin yang nggak nggak ya Mel.... "


" Hahahahah.... siapapun juga bakal bayangin gitu kali.... kalian juga tinggal satu apartemen..... "


" Dia baik... dan tidak pernah menyentuhku... "


Lily merasa berat mengatakan kalimat terakhirnya, bagaimanapun Vendra lah laki-laki yang berhasil merenggut kesuciannya secara paksa walaupun dalam keadaan tidak sadar.


" Tahan juga dia sam kamu..... "


" Terus...... aku juga jaga jarak kali Mel sama dia.... "


" Sumpah... kamu tahu nggak waktu kemarin dia menjemputmu... banyak yang ngomongin kak Vendra lho... apalagi kalo mereka tahu ternyata kalian sepasang kekasih.... ya Tuhan... tau deh hebohnya kayak gimana... "


" Jangan sampai tahu Mel... aku aja nggak bisa bayangin... sumpah.... "


" Coba deh bayangin hahahaha.... "


" Sepertinya aku tidak akan bisa menjalani kehidupan dengan normal.. kamu tahu kan maksudku.... "


Tutur Lily sambil tertawa.


" Hahahahah... benar juga sih... ya ampun Lily... nggak nyangka, ternyata yang aku fikirkan benar sejak awal.... "


" Insting kamu ternyata kuat hahahahah "


Ejek Lily.

__ADS_1


__ADS_2