
" Mama harus apa....? "
" Ma... tidak usah berfikir terlalu keras soal ini, bukan pertama kali dia melakukan ini... "
Tutur Rayen.
" Kamu pikir ibu bisa tenang..? bagaimana kalau ayah kamu itu melukai Lily... aku melihat raut wajah Vendra tadi benar-benar penuh amarah.... "
" Sepertinya tidak akan terjadi apa-apa ma, tenanglah... apa Rayen kembali ke indo untuk menemani Lily sebelum Vendra menyelesaikan semuanya...? "
" Jujur mama bingung... mama takut.... "
Omongannya terputus kalau menatap wajah Rayen.
" Tenanglah... tidak akan terjadi apa-apa, percaya sama aku dan Vendra ma... "
" Aku tidak mau lagi... sungguh, 5 tahun silam itu aku anggap yang terakhir.... yang terakhir Rayen.... "
Dengan sigap anak laki-laki itu memeluk dan menenangkan ibunya yang menangis dan ketakutan.
" Tidak akan ada lagi kejadian seperti itu 2 kali ma, aku janji.... "
" Bagaimana dengan Vendra.... "
" Sudah, jangan fikirkan yang lain. Rayen harap mama bisa tenang dan istirahat yang cukup, jangan terlalu banyak fikiran.... "
" Kamu cari dia.... mama takut terjadi sesuatu nanti... "
" Iya, selepas ini Rayen akan mencari Vendra... "
Rayen tahu kalau Vendra memang orangnya pemarah, apalagi ia selalu tidak pernah main-main dengan apa yang sudah dia ucapkan.
šš
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Rayen menelfon ke nomor adiknya namun tidak ada jawaban sama sekali dari tadi.
Melihat ibunya yang khawatir terus menerus, akhirnya ia terpaksa berbohong mengatakan kalau Vendra berada di apartment pribadinya.
Sementara itu, di ruangan yang bising dan penuh bau minuman Vendra duduk sambil menikmati sentuhan dari para jal*ng di salah satu Cafe tempat biasa dia berkunjung.
Ada rasa menyesal di hatinya, mengingat janji yang ia ucapkan pada Lily waktu itu untuk tidak akan pernah masuk ketempat kotor seperti itu lagi.
" Kau mau minum terus.....? "
__ADS_1
" Kenapa...? lakukan saja tugasmu ... "
" Kau manis sekali Ven.... "
" Jangan merayu atau memujiku..!!! "
Wanita itu bergelayut manja dan duduk di pangkuan Vendra dengan gaun yang hampir terbuka atau lebih tepatnya setengah telanjang.
" Ki*** me please baby.... "
Goda wanita itu sambil menyentuh bibir kemerahan alami milik Vendra.
" Singkirkan tanganmu...! "
" Ayolah sayang.... "
" Jangan memanggilku seperti itu..!! hanya Lily yang berhak memanggilku dengan sebutan itu....!!! "
" Hahahaha... siapa dia..? apa dia lebih sexy dariku...? "
" Atau dia lebih jago dariku...? "
" Yang pasti dia tidak murah sepertimu...!!! "
Sambil meminum satu gelas minuman.
Wanita itu dengan sengaja melakukan aksinya terlebih dahulu pada Vendra yang sudah setengah sadar.
Tidak ada yang bisa menghindar dari nafsu apalagi sudah setengah sadar, Vendra kini sudah saling bertautan satu sama lain.
" VIP room.... "
Ucapnya dengan nada berat sambil merangkulnya yang berhasil membuatnya tergoda.
Dengan masih saling menempel dan membalas satu sama lain mereka memasuki kamar VIP dan mulai melakukan aksi masing-masing.
Kali ini Vendra melakukannya dengan penuh nafsu, hanya bayangan wajah Lily yang ia lihat malam ini.
Mulutnya juga tak henti-hentinya memanggil nama Lily sambil terus melangsungkan aksi panasnya bersama wanita penghibur itu hingga sampai titik perkasa terakhir.
šš
06.00
__ADS_1
Terlihat Vendra berjalan memasuki rumah besar yang masih sepi dan hanya ada para pelayan dan penjaga yang melakukan tugasnya masing-masing.
Rayen yang selalu mandi di pagi hari mendengar kalau Vendra sudah pulang langsung menghampirinya.
" Tuan... "
" Ya... kenapa..? "
" Tuan Vendra baru pulang... dan dia sepertinya minum semalaman... "
Rayen yang mulanya duduk bersantai di ruang tengah bergegas menyusul Vendra agar tidak ketahuan oleh ibunya.
....
" Anak ini...! "
Dengan cepat ia menopang tubuh Vendra dan membawanya ke kamar.
" Kemana semalam hah...! "
" Kau tahu aku menelfon berkali-kali....! "
Vendra masih diam, kepalanya terasa berat dan pening.
Samar-samar Rayen melihat tanda cap lipstik di dada lebar adiknya yang sedari tadi memang kemejanya sudah terbuka dan hampir setengah telanjang dada.
" Apa ini....!!!! "
" Apa...? "
Vendra justru balik tanya.
" Andai Lily tahu soal ini, aku yakin dia akan langsung kabur dari rumah...! "
" Hey... kau jangan bicara yang tidak tidak kak.....! "
" Terus aku harus apa hah...!! kamu tahu mama menanyakan dirimu semalaman... "
" Kak... ayolah... aku tahu kau pintar cari alasan, jadi jangan berlagak bodoh seperti itu.. "
" Kau benar-benar...!! "
" Keluarlah... aku pusing... "
Rayen langsung meninggalkan Vendra di kamar.
__ADS_1
" I'm sorry...... "
Ucapnya lirih sambil memandang foto Lily di layar ponselnya.