BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
GAGAL MAKAN MALAM


__ADS_3

" Kok kak Vendra belum pulang ya..? ini sudah jam 6 lagi "


Lily terus memandang ponselnya.


Sore ini dia masak di dapur untuk makan malam bersama dengan Vendra karena memang sudah ia rencanakan siang tadi.


Selesai memasak juga dia buru-buru mandi dan dandan menyambut kepulangan Vendra seperti layaknya istri yang menunggu kepulangan suaminya


" Apa aku telfon aja ya..? tapi nanti kalau aku ganggu gimana ya.. "


Meletakkan kembali ponselnya.


" Lebih baik aku tunggu, mungkin aja lagi di jalan... "


šŸ’•


" Akhirnya, benar-benar kejutan... baru sampai tapi sudah ada masalah seperti ini "


Ucap Jessie.


" Sudah selesai...? "


" Sudah... ayo kita pulang, tapi sebelum itu kita makan dulu ya Ven... "


" Makan..? maksudnya...? "


" Makan malam... kamu mau ya, sebagai permintaan maaf aku karena sudah membuat kamu menunggu sampai sore.


Aku yakin kamu lapar kan..? pas juga kan sebentar lagi waktunya makan malam, dan iya jangan menolak... "


Jessie memang merasa bersalah soal ini, bagaimanapun niatnya hanya mengambil beberapa berkas bukan menyuruh Vendra menunggu.


" Baiklah.. sekarang...? "


" Tentu saja, habis itu pulang... "


" Ok "


Dan akhirnya mereka berdua pergi ke restoran untuk makan malam. Sebenarnya Vendra ingin menolaknya, namun karena permintaan Jessie sebagai ungkapan minta maaf, mau tidak mau dia harus menerimanya agar secepatnya juga bisa kembali pulang.


Di Villa Lily masih menunggu kepulangan Vendra, jam juga sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Makanan yang semula hangat sudah dingin.


" Tuan tidak jadi pulang non..? "


" Ntahlah bi, aku tidak tahu... "


" Coba aja di telfon dulu non, siapa tahu memang ada keperluan jadi non Lily tidak perlu menunggu lama nantinya... "


" Tapi takut ganggu bi... "


Ucap Lily.


" Kenapa, kan non Lily istrinya sendiri... "


Lily hanya diam sambil menatap ponsel.


Tak lama kemudian ia memutuskan untuk ke taman belakang dan berencana menelfon kekasihnya Vendra.


" Apa aku telfon aja ya...? tapi nanti kalau dia marah kayak kemarin bagaimana..? apa aku video call aja ya...? "


Ia memilih menelfon Vendra kali ini, satu kali masih tidak ada jawaban, dua kali masih sama dan hingga akhirnya ia memutuskan panggilannya.

__ADS_1


" Dia kemana si.... bagaimana kalau terjadi sesuatu... ? "


Terlihat cemas dan mondar mandir di depan bangku taman.


Disisi lain Vendra tidak tahu kalau Lily menelfon karena ponselnya berada di mode diam, hingga akhirnya ia mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk salah satunya dari Lily.


" Bisakah kita pulang sekarang Jess...? aku ada urusan mendadak... "


" Oh.. iya, kenapa tidak. Kau mau bungkus makanan atau tidak..? "


" Tidak, kita langsung pulang saja... maaf untuk malam ini "


" It's okay Ven.. aku yang harusnya minta maaf karena sudah membuang waktumu hanya untuk menemaniku... "


" Tak apa Jess... tidak perlu bicara seperti itu "


Jessie langsung membayar pesanannya dan segera pergi meninggalkan restoran bersama Vendra.


Kini mereka sudah berada di jalan dan menuju Apartment milik Jessie.


Tak ada pembicaraan yang serius ataupun panjang di antara mereka, Vendra kebanyakan diam sementara Jessie yang berusaha ingin bicara namun mengurungkan niatnya karena memang masih canggung.


..... šŸ’•


" Sini...? "


" Yap... makasih Ven, makasih banyak "


" Sama-sama... "


Tersenyum.


" Apa mau mampir..? "


" Oh, iya aku lupa.. makasih banyak Vendra "


" Sama-sama... kalau begitu aku pamit.. "


" Iya, hati-hati... "


Vendra langsung menyalakan mobilnya dan meninggalkan lokasi untuk segera pulang menemui Lily.


" Bagaimana kalau dia masih menungguku pulang, ini bahkan hampir jam 10 malam.. "


Mobil itu melaju dengan kecepatan penuh.


Sementara Lily merasa kesal akhirnya ia memutuskan untuk ke kamar dan berbaring.


Tanpa sadar ia menangis atas kejadian ini, bagaimanapun dirinya sudah memasak untuk Vendra, masakan spesial yang di buat dengan penuh cinta akan tetapi kenyataannya justru sebaliknya.


Vendra tidak bisa dihubungi dan juga masih belum pulang padahal sudah jam 10 malam.


" Harusnya bilang kalau tidak pulang... "


Mengusap air matanya.


Di lantai satu Vendra buru-buru turun dari mobil dan menyuruh penjaga untuk memarkirkan di bagasi mobil karena ia menghentikan mobilnya tepat di depan pintu.


" Pak Vendra pulang, lihatlah dia sampai memarkirkan mobilnya di depan pintu, pasti buru-buru karena non Lily kan sudah menunggunya sejak tadi buat makan malam "


" Iya, kasihan non Lily... baru juga ke atas tadi, sudah nunggu lama juga "


Gunjingan dari para pelayan.

__ADS_1


Vendra langsung berlari menaiki tangga dan bergegas ke kamar karena ia melihat Lily tidak ada di meja makan.


Sesampainya di sana, ia memelankan langkahnya.


Kedua matanya melihat kekasihnya tengah berbaring di ranjang sambil memegang ponsel.


" Maafkan aku... "


Lirihnya.


Perlahan ia berjalan ke arah ranjang.


" Astaga....! "


Vendra terkejut dan langsung tersungkur ke lantai.


Ia mengira Lily sudah tidur, namun ternyata Lily masih terjaga.


Karena menangis dari tadi, tak sengaja lipstik merahnya belepotan hingga ke pipi dan itu yang membuat Vendra terkejut.


Tidak biasanya Lily memakai lipstik warna merah, walaupun terlihat terang tapi tidak berkesan menor di wajah babyface milik Lily.


" Sayang.... kamu mengagetkan ku... "


Ucap Vendra yang masih syok.


Lily hanya diam dan langsung memalingkan wajahnya.


Dengan perlahan ia langsung turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti bajunya dengan baju tidur.


" Lily tunggu "


Terdengar bunyi bantingan pintu.


Dengan lemas Vendra duduk di bangku samping kamar mandi menunggu Lily keluar.


Tak butuh waktu lama, hanya 10 menit akhirnya Lily keluar dengan baju tidurnya dan wajah polos tanpa make up dengan wajah sedikit basah.


" Sayang... aku minta... "


Belum selesai Lily langsung menghempaskan tangan Vendra dan keluar kamar dengan baju tidur yang menurut Vendra minim bahan dan hanya dia yang berhak melihatnya.


" Lebih baik aku makan, aku yakin dia sudah makan di luar... mana mungkin pulang jam segini tapi belum makan... "


Lily langsung pergi mengambil masakannya dan menghangatkannya.


Vendra yang terburu-buru hampir terpeleset di tangga langsung memberi kode untuk seluruh pelayanan dan penjaga untuk berada di luar dan tidak ada yang boleh berada di ruang tengah dan dapur untuk mengganggu Lily dan juga dirinya, apalagi memandang kekasihnya deng baju yang dikenakan malam ini.


" Sayang.... "


Lily masih diam dan sedang mengambil nasi untuk makan malam.


" Aku minta maaf.... "


"Kamu belum makan...? kamu tadi... "


" Kalau kamu capek pergilah ke atas dan tidur.... "


Ucap Lily acuh.


" Aku minta maaf... sungguh baku tadi ada urusan sampai-sampai aku tidak ingat soal makan malam kita sayang... "


Lily masih asyik makan malam tanpa memperdulikan Vendra.

__ADS_1


Ntah berapa kali Vendra mengucapkan kata maaf, namun Lily masih acuh dan membiarkan kekasihnya sibuk dengan tingkah nya.


__ADS_2