BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
Gara-gara PONSEL


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11, kelas sudah berakhir. Terlihat Lily mengirimkan pesan kepada Vendra kalau ia sudah selesai kuliah hari ini.


" Lily... ... "


" Iya Mel.... kenapa...? "


" Kita jalan jalan yuk... kamu mau langsung pulang...? "


" Jalan...? kemana...? "


" Jalan aja.. atau kita nanti mampir juga buat makan siang.... "


" Aku kabarin kakak aku dulu ya... tadi aku sudah bilang selesai kelas... takutnya nanti kakakku cemas... "


" Ok... "


Lily berusaha menelfon Vendra karena pesannya tidak terkirim.


" Gimana...? "


" Mel.... kok belum terkirim ya pesanku...? nanti kalau kakakku mencari bagaimana...? "


" Tapi kau sudah bilang kan...? tak apa.. nanti juga di baca, mungkin ponselnya mati Lily... "


" Mungkin juga si... "


" Yasudah... ayo... "


Mereka langsung meninggalkan kampus.


" Mel.. kita mau kemana dulu...? "


" Bagaimana kalau kita ke Mall Lily... kamu mau kan...? aku mau beli beberapa keperluanku... mau ya... "


" Boleh.... "


Siang ini Lily sangat menikmati jalan-jalannya bersama Mellanie ke Mall untuk membeli beberapa barang.


.


.


" Lily... kamu tidak mau beli apapun...? "


" Emm.... aku rasa tidak Mel.... aku sudah ada semuanya.... kamu mau belanja apalagi...? "


Tanya Lily.


" Kita cari makan...? "


" Makan dimana...? "


" Resto samping Mall... cukup dekat, bagaimana..? kamu mau...? "


" Let's go.... aku sudah lapar juga... "


Mellanie dan Lily langsung meninggalkan Mall dan bergegas menuju restoran untuk makan siang karena jam juga sudah menunjukkan pukul setengah dua.


.......


" Aku rasa semuanya sudah cukup pak... saya harap kerja sama hari ini bisa sama-sama menguntungkan .... "


" Tentu saja pak Vendra, terima kasih untuk waktunya hari ini.


Anda benar-benar luar biasa, masih muda, pintar dan sukses tentunya.... "


" Terima kasih.... "


Jawabnya.


Rapat siang ini dilanjutkan makan siang, kebetulan Vendra juga tidak tahu kalau ponselnya mati.


Jadi pesan dari Lily memang belum masuk, hampir 3 jam ia membiarkan ponselnya berada di saku tanpa melihat baterainya yang sudah habis.


.....


" Hay Mel..... hay Lily.... "


Ucap laki-laki yang merupakan teman satu kampus mereka.


" Oh.. hay Jake.... "


Sahut Lily.


" Jake... ngapain kamu disini...? "


Tanya Mellanie basa-basi.


" Tentu saja mau makan siang.. gila kali ya kesini mau tidur... hahahahha "


Sahut Jake.


" Kamu sama siapa Jake...? "


Tanya Lily.


" Sama Alex.... dia ke toilet... "

__ADS_1


" Gabung saja satu meja dengan kami... "


Tawar Mellanie.


" Boleh...? "


" Gabung saja Jake... kenapa tidak boleh hahahaha "


Jawab Mellanie lagi, terlihat Lily hannya tertawa.


Jake dan Alex salah satu teman Lily dan Mellanie satu kelas juga.


Walaupun baru masuk 2 hari, tapi Lily cukup lihai menempatkan dirinya di antara orang baru.


" Hey.... Lily... kau disini...? "


Sapa Alex.


" Kau tidak menyapaku...? "


Sahut Mellanie.


" Tidak kelihatan hahahahha.... "


" Dasar kau...! "


" Hay Lex.... "


" Kau sudah pesan...? "


Tanya Alex pada Jake.


" Sudah... tunggu saja... "


Tak terasa jam berlalu begitu cepat, Lily juga sampai lupa melihat ponselnya apakah sudah ada balasan dari Vendra atau belum.


Sementara itu Vendra yang memang kebetulan rapat di restoran sama tempat Lily dan teman-temannya makan siang hari ini berusaha menghidupkan ponselnya.


" Sep... jam berapa sekarang...? "


" Mau jam 2 tuan... "


Jawab asisten pribadinya.


" Kau serius...? "


" Iya tuan, periksa saja ponselmu... "


" Ponselku mati... sial...! kamu bawa power bank...? biasanya kau bawa kan..? "


" Tentu saja... "


Terlihat Vendra memegang keningnya cemas, bagaimana ia lupa kalau Lily pasti mengirimkan pesan padanya.


Ia tahu betul, Lily selalu mengabari dirinya dan termasuk wanita penurut dan patuh.



Terdengar bunyi ponsel Vendra beberapa kali, pesan masuk yang salah satunya ada dari kekasihnya Lily.


" Sep... "


" Ya tuan...? ada apa...? "


" Kau tadi mengirim supir tidak...? "


" Maaf, tapi saya bingung... maksudnya...? supir untuk siapa...? "


" Ah... iya.. aku lupa dia tidak tahu menahu soal Lily... "


Vendra langsung menceritakan soal Lily singkat, padat dan tanpa membuat Septian bertanya terlalu banyak.


" Dia belum pulang...? "


" Ntahlah... aku telfon tidak di angkat... "


Vendra terlihat cemas, sementara itu Lily asyik mengobrol dengan ke tiga temannya.


" Sial...!!!! kemana dia.... "


" Apa perlu anak buah mencarinya...? "


" Terus apa lagi...! cepat kau suruh mereka mencarinya... !!!! "


Vendra bangkit dari tempat duduknya dan langsung mengambil ponselnya di ikuti Septian.


" Mereka serius berhubungan...? nona Lily pacaran sama tuan Vendra...? "


Sejujurnya ini cukup mengejutkan untuk Septian juga.


.........


" Kau tahu betapa menyebalkan dosen itu hahahahaha "


Alex mengambil minum yang tanpa sengaja justru tumpah mengenai baju Lily.


" Lex.... "

__ADS_1


Sahut Mellanie.


" Lily... I'm. sorry... aku tak sengaja... "


" Kau ini... bajunya kotor... gimana sih... "


" Tak apa Lex... it's okay.... cuma sedikit "


Sahut Lily.


" Suruh ganti saja tuh... kebiasaan ceroboh... "


Sahut Jake.


" Bener nggak apa-apa...? aku jadi tidak enak... ini kotor banyak banget lo Lily... maaf ya... "


Alex melepas jaketnya dan langsung memakaikannya pada Lily, ia berfikir nanti siapa tahu Lily malu dan banyak yang melihat ke arah bajunya yang kena tumpahan minumannya.


" Lex.. itu tidak perlu... sungguh... "


" Tak apa... kau bisa kembalikan besok-besok, aku tidak enak kalau nanti ada yang memandang mu gimana gitu.... "


" Pake aja Lily... dia punya banyak jaket di rumah... "


Sahut Jake.


" Pake aja.. nggak apa-apa.. nodanya cukup banyak lho... "


Bujuk Mellanie.


Akhirnya Lily tersenyum mengiyakan memakai jaket Alex dulu untuk menutupi bajunya yang terkena noda.


" Besok aku cuci... "


" Baiklah....terserah kau saja...tidak ku kembalikan juga tak apa hahahaha...."


" Pulang....! "


Lily, Mellanie, Jake dan juga Alex menoleh ke sumber suara yang tiba-tiba mengejutkan mereka.


Deg.....


" Siapa.... "


Bisik Jake ke Mellanie.


" Kakaknya... "


Jake langsung berbisik ke Alex.


" Kakaknya bro.... "


Lily yang terkejut gugup dan takut bagaimana kalau nanti Vendra marah padanya, ia baru ingat kenapa tidak melihat ponselnya dan sampai lupa waktu.


" Kak... "


" Pulang....! "


Terlihat kemarahan di wajah Vendra.


Tak ada satupun yang berbicara.


Vendra langsung melepas jaket yang menempel di pundak Lily.


" Ka.. maaf.. saya tadi tidak sengaja menumpahkan minuman mengenai baju Lily... saya minta maaf... "


" Harusnya kalian langsung pulang.. tapi malah kelayapan sampai lupa waktu...!! "


Vendra langsung menggelandang dan mencengkeram pergelangan tangan Lily.


Mereka hannya diam dan melongo melihat Vendra membawa pulang Lily.


" Permisi.. apakah ini tas nona Lily....? "


" iya.... "


Sahut Mellanie.


" Terima kasih... "


Septian berlalu dan langsung membawa tas Lily.


" Gila...... itu kakaknya Mel....? "


Sahut Jake.


" Kamu tadi nggak ngmong sama Lily suruh ngabarin kakaknya...? kamu tahu kakaknya segalak itu....? "


Tanya Alex.


" Aku tahu itu kakaknya.... tadi juga sudah kirim. pesan waktu di kampus... ntahlah.. kenapa kelihatan semarah itu tadi... "


Jawab Mellanie.


" Gara-gara kamu Lex.... menumpahkan minuman di baju Lily tadi kali... "


Ledek Jake.

__ADS_1


" Apaan sih.... nggak mungkin kali.... cuma gara-gara gitu doang.... "


__ADS_2