
Tokk...
tok...
tok....
Kerena tidak ada jawaban Vendra langsung masuk ke kamar Lily.
" Lily.... kamu dimana...? "
Ia berjalan ke arah balkon namun tidan ada siapapun, perlahan ia berjalan ke arah kamar mandi.
Sejenak terdiam dan mendengar gemericik air dari dalam.
" Aku akan menunggunya di balkon.... "
Hampir setengah jam lebih akhirnya Lily keluar dari dalam kamar mandi sambil menggunakan handuk kimono warna pink.
" Segar sekali rasanya... mandi pagi-pagi... "
Ucapnya santai lalu beranjak membuka almari untuk ganti baju.
Vendra yang mendengarnya langsung masuk dan melihat Lily berdiri di depan almari masih memilih baju.
" Hay baby..... "
" Aaaaaaaaaaaaaaaa.... "
" Tenang ini aku.... "
" Keluar....!! "
" Kamu kok malah gitu.... "
" Aku bilang keluar.... "
" Sayang, aku mau mengajakmu sarapan.. "
" Keluar aku bilang sekarang...! lain kali ketuk pintunya dulu sebelum masuk.... "
Protes Lily sambil menutupi bagian atas yang sedikit terbuka.
" Tadi aku sudah ketok pintu tapi tidak ada jawaban.... "
" Keluarlah... aku mau ganti baju... "
" Oke... baiklah... lepas itu turunlah kebawah.. "
ššššš
Kali ini mereka sarapan pagi di meja makan berdua. Tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka melainkan hannya terdengar bunyi perpaduan antara sendok dan piring.
Selesai sarapan Lily langsung pergi menuju ke kamarnya, perasaannya terasa canggung.
__ADS_1
Vendra yang menyadari dengan sikap Lily hannya diam, ia masih menghabiskan sarapan paginya dan berniat akan menyusulnya nanti.
ā¤ā¤ā¤ā¤
" Ayo jalan..... "
" Kemana....? "
Sahut Lily.
" Jalan aja.... kamu nggak bosen dirumah terus...? "
" Nggak..... kamu nggak sibuk...? "
" Aku free hari ini..... "
" Oh..... "
" Ayo, aku tunggu di bawah, 10 menit harus turun atau aku bawa turun paksa.... "
Ucap Vendra yang langsung berlalu.
" Apaan si.... keterlaluan...! "
Dengan kesal ia langsung berganti pakaian dan segera kebawah.
" Hm... tidak usah berteriak.... "
Vendra menggandeng tangan Lily keluar rumah hingga sampai di halaman.
" Lepasin nggak....! "
" Udah nurut aja, apa susahnya si hah... "
" Aku nggak mau... dasar kurang ajar... "
" Apa katamu...? "
" Kau laki-laki kurang ajar, pemaksa...! "
Ia masuk ke dalam dan membanting kuat pintu mobil.
" Ish... hannya segitu kekuatannya, gadis payah....! "
ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤
Tidak ada percakapan apapun, hannya ada musik yang mengisi suasana kekosongan di dalam mobil.
" Kau pernah jalan-jalan kemana...? "
__ADS_1
" Tidak pernah... "
Ucap Lily cuek.
" Baby... ayolah... kau masih marah...? "
" Coba saja kau fikir sendiri... ya kali aku tidak marah sama kamu hah...!!! "
" Aku sudah minta maaf.... "
" Ya sudah.... kenapa masih bertanya terus padaku hah...! "
Bentak Lily.
" Jangan berteriak....! atau kau..."
" Kenapa.... kau mau menurunkan aku di jalan, silahkan... aku justru bisa kabur darimu dan juga penjara itu...! "
Vendra memejamkan matanya dan mengepalkan tangan, Lily yang melihatnya hannya diam.
" Kenapa...? mau marah sama aku...? marah saja... atau mau mukul...? "
" Tidak... untuk apa aku memukul seorang wanita wanita bee..... "
" Jangan panggil aku seperti itu, aku terdengar seperti anak kecil yang manja...! "
" Baiklah.... maaf sayang..... "
Lily hannya diam, ntah kenapa sepertinya ia nyaman dengan panggilan itu untuknya.
" Kita kemana...? "
" Terserah kau saja... kan kau yang mengajakku jalan... "
Ia langsung memutuskan untuk mengajak Lily pergi ke bandara dan berencana pergi keluar negri bersama.
Disepanjang jalan Lily tidak bertanya banyak hal perihal mau pergi kemana.
" Kenapa lama sekali, sebenarnya kau mau mengajakku kemana...? "
Lily menatap ke arah Vendra.
" Aku bertanya kau tidak menjawabnya.... "
" Bicaralah yang romantis.... "
" APA....!!! kau benar-benar.... "
" Kau belum pernah pergi keluar negri bukan...? aku yakin sekali "
" Jangan bilang kalau kau mau membawaku terbang dari kota ini...! "
" Kenapa tidak, aku tadi bertanya dan kamu tidak menjawabnya sayang.... "
__ADS_1
" Ih....!!! "
Lily terlihat kesal dan memalingkan wajahnya menghadap jendela.