
Cuaca yang sangat dingin akibat hujan semalam meninggalkan cerita baru lagi setiap harinya, tak luput juga bagi Vendra dan juga Lily.
Perlahan Vendra menggerakkan tangannya karena terasa kram.
Lily yang masih tidur pulas di balik selimut membuat ia engga beranjak dari ranjang.
Terlihat senyum malu di mukanya mengingat kejadian tadi malam, apalagi melihat baju yang berserakan di lantai.
" Bagaimana kalau dia bangun...? apa dia akan marah padaku...? aku benar-benar terbawa suasana tadi malam... "
Vendra merasa takut mengingat kembali reaksi Lily waktu pertama kali ia melakukannya secara tidak sengaja.
Tak lama terlihat Lily membuka kedua matanya sambil tersenyum.
Vendra yang mengetahui itu langsung memandang ke arah kekasihnya.
" Maafkan aku..... "
Ucapnya yang langsung memeluk Lily.
" Untuk hal apa kamu minta maaf ...? "
Kalimat yang mengejutkan baginya.
" Maaf, untuk itu... tadi malam, sungguh aku terbawa nafsu.... "
Lily kembali tersenyum.
" Tak apa..... "
Jawabnya sedikit malu.
Tanpa mengatakan apapun lagi Vendra semakin memeluk erat Lily.
" Love you..... "
" Me too..... "
" Em... aku ingin tahu, darimana kamu bisa dapat keberanian seperti tadi malam...? "
" Maksudnya...? "
" Kamu lupa...? atau malu...? "
" Kak..... "
Ucapnya manja.
" Coba katakan, darimana aku tanya... "
" Kak hentikan, aku malu... "
" Kamu benar-benar menggemaskan... hahaha "
" Ya ampun kak, udah dong.... jangan kayak gitu... "
Lily menutup wajahnya dengan selimut.
" Kamu mau ke kampus....? "
" Kayaknya aku nggak ada kelas hari ini... "
" Kamu mau kemana, atau ingin kemana hari ini...? "
" Kamu mau ngajak jalan-jalan aku...? "
__ADS_1
" Kalau kamu ingin, kita bisa berangkat... "
" Tapi sepertinya gerimis kak, cuacanya juga nggak begitu mendukung... "
" Dingin...? "
Ucap Vendra.
Lily hanya menganggukkan kepala.
" Kita tidur lagi...? "
" Kakak nggak ke kantor...? "
" Nggak... males... "
Ucapnya sambil langsung memeluk Lily kembali.
" Kamu nggak lapar kak...? "
Tanya Lily.
" Sepertinya belum, kamu lapar...? nanti biar aku suruh bibi mengantarnya ke kamar "
" Nanti saja lah, aku masih pingin tidur... "
" Aku masih penasaran dengan pertanyaan tadi, kamu belum menjawabnya... "
Godanya.
" Kak... apaan sih, jangan bahas itu lagi dong... aku malu tahu... "
Pagi ini mereka menghabiskan waktunya di kamar dan hanya tidur sambil berpelukan satu sama lain.
Hari ini juga Lily menyadari satu hal akan perasaannya, dia benar-benar sudah jatuh cinta dengan Vendra.
Namun bagi Vendra sendiri, dia sudah berfikir untuk menikahi Lily secepatnya, ia paham betul hal buruk apa nanti yang akan Lily terima jika hubungan mereka sampai bocor ke muka umum.
Jam 3 sore
" Bi, dimana tuan Vendra....? "
" Ada di depan non... "
" Oh, makasih ya bi... "
" Iya, sama-sama non.... "
Lily berjalan menuruni tangga menuju lantai satu untuk menemui Vendra.
" Kak..... "
Tidak ada jawaban dari Vendra.
" Dimana sih dia, katanya di depan... "
Lily berjalan ke ruang tamu pribadi yang letaknya bersebelahan dengan ruang utama.
Samar-samar ia mendengar Vendra sedang berbicara dengan seseorang.
" Siapa...? ada tamu...? "
Langkahnya terhenti sejenak.
" Apa aku masuk...? tapi bagaimana kalau itu tamu penting...? ini rumah baru, dan dia bertamu kesini. Berarti memang orang penting yang datang.... "
__ADS_1
Kini ia terdiam, sejenak ia mendengarkan percakapan kekasihnya dengan seseorang.
" Tapi sepertinya aku kenal suaranya... "
Perlahan Lily membuka pintu.
Vendra yang sangat peka langsung menoleh dan melihat Lily sudah berada di pintu.
" Kak Rayen..... "
Ucapnya yang langsung berjalan mendekat.
" Hay sayang..... "
Ucap Rayen asal.
" Kau bilang apa...!!! "
" Kenapa... dia akan jadi adik iparku bukan..? "
" Kak... kapan sampainya... ya ampun.. "
Lily langsung mendapat pelukan hangat dari Rayen.
" Sudah dari kemarin, hannya baru hari ini adikku mengizinkan aku untuk datang kemari.. "
" Kau bisa mengacaukan rencana ku nanti.. "
Ucap Vendra.
" Lily... kemarilah...! "
" Heh... jangan membentak nya... "
Ucap Rayen.
" Kak dia selalu begitu kepadaku, dia bahkan sering marah padaku... "
Timpal Lily.
" Hey sayang, apa yang kau katakan.... siapa yang marah padamu...? aku hannya tidak mau kamu kenapa-kenapa "
" Orang dia juga sudah gede, kenapa-kenapa itu apanya yang kenapa...? "
Ledek Rayen.
" Sudah ... pergilah kau... !! "
" Dia memang galak... "
Bisik Rayen yang berlalu keluar ruangan.
" Kak.. jangan gitu... "
" Sudah, biarkan saja. Kamu mencari diriku..? "
" Iya, katanya tadi di depan, tapi nggak ada jadi aku cari kemari.
Apa yang kamu temui kemarin kak Rayen..? "
" Kamu masih penasaran...? "
" Tentu saja, kau belum menjawabnya... "
" Kau sudah tahu bukan, sekarang kita keluar dan temui dia di ruang keluarga... "
__ADS_1
Vendra menggandeng Lily sambil mendengarkan banyak sekali pertanyaan yang membuatnya kadang juga heran, ternyata kekasihnya se cerewet itu.