BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
JALAN-JALAN


__ADS_3

" Lily..... bangun baby...... kau tidak lapar....? "


Tangannya membelai lembut pipi dan merapikan rambut panjang yang sedikit menutupi wajah wanita yang sekarang menjadi kekasihnya.


" Pergilah... aku masih mengantuk.... "


" Kau tak mau jalan-jalan....? "


" Jalan... ? "


" Emm.... kau tidak mau...? "


Lily terduduk dan menatap ke arah Vendra.


" Cepat cuci muka... atau kau mau mandi sekalian silahkan.... aku akan menunggumu... "


" Baiklah.... "


Ia beranjak dari tempat tidur dan lngsung menuju kamar mandi.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


" Duduk sayang... kita sarapan.... oke... "


Lily tersenyum dan langsung duduk di kursi untuk sarapan pagi.


" Kau tidak sibuk....? "


" Tidak... kenapa....? "


" Oh... aku hannya bertanya, biasanya kan kau sangat sibuk.... "


" Bagaimana aku membiarkan kamu sendirian, itu tidak mungkin.... "


" Kita kapan pulang....? "


" Kau bercanda sayang...? kita baru saja 2 hari... hahahahha.... "


" Aku hannya bertanya.... "


" Sudah, makanlah yang banyak... setelah ini kita jalan-jalan.... seharian... "


" Kau serius...? "


" Tentu saja.... "


Dengan hati gembira Lily melahap sarapan paginya tanpa meninggalkan senyum sekalipun.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


" Kau sudah siap sayang.... aku menunggumu.... "


Ucap Vendra sedikit berteriak.


" Iya sebentar.... "

__ADS_1



" Kau dandan berlebihan.... "


Protes Vendra.


" Aku jelek....? "


" No..... kamu sempurna.. terlalu sempurna... "


" Berangkat sekarang....? "


" Tentu saja... ayo... "


Mereka langsung meninggalkan apartemen dan segera turun ke bawah.


Hari ini Vendra berencana untuk mengajak jalan-jalan Lily seharian.


" Kau senang..... "


" Tentu saja.... aku benar-benar senang... terima kasih..... "


Ia memeluk Vendra di dalam mobil, dan ya... ini untuk pertama kalinya karena memang rasa gembira yang tidak bisa dibohongi.


" Kau sudah lapar....? kita makan siang...? "


" Tidak... aku masih kenyang... kamu lapar...? "


" Tidak.. aku hannya mengkhawatirkan wanitaku.... tapi sepertinya kenyang karena terlalu banyak makan camilan jalanan seharian.... "


" Hahahah... kau malu...? "


" Ah... tidak.. aku hannya tidak enak saja... "


" Kita kemana lagi....? "


" Terserah kau saja.. kau kan supirnya... hehehehe "


" Kau pasti beruntung sekali memiliki supir pribadi sepertiku... tampan, gagah, berani dan juga..... "


" Kau percaya diri sekali hhahahaha... sudah ayo jalan pak supir... "


Lily terlihat senang dan tertawa seharian ini, dan itu membuat Vendra juga merasa puas dengan mengajaknya liburan.


Seharian penuh mereka menghabiskan waktu di luar untuk jalan-jalan, sekalipun sebenarnya Vendra sudah mengunjungi seluruh tempat.


Kali ini ia mengajak kekasihnya untuk mengelilingi kota bersamanya.


Tanpa dirasa langit sudah sedikit gelap, Vendra juga berencana pulang.


Sementara Lily tertidur di dalam mobil.


" Aku merasa hari ini berbeda Lily, sekalipun aku sudah hafal betul semua tempat disini... tapi ntah kenapa semua terasa berbeda.


Berharga...dan itu pasti karena kehadiranmu kali ini di sampingku... "

__ADS_1


Ia membelai lembut kepala Lily dan meraih telapak tangan mungil itu, tak lupa meninggalkan kiss cap kepemilikannya.


" Sepertinya kau sangat lelah baby... "


Vendra menggendong tubuh Lily melewati kerumunan orang dan segera menuju lift untuk segera sampai ke kamar mereka.


Tentu tidak begitu berat untuk menggendong Lily yang tubuhnya kecil dan tingginya hannya sepundak baginya.


Ia merasakan gerakan kecil, terlihat Lily berusaha menggerakkan kepalanya.


Vendra langsung berusaha berhenti agar Lily tidak bangun, padahal kamarnya tinggal beberapa langkah lagi.


" Aku seperti menggendong bayi sayang... sungguh.... "


Ia melangkah kembali dan membuka pintu kamar.


" Sungguh dia menggemaskan sekali.... lebih baik aku bergegas membaringkan nya di ranjang.... "


Tubuh Vendra menolak kalau sekarang ia memang sudah tegang apalagi menggendong adalah posisi yang benar-benar tidan dekat lagi, tapi memang menempel.


Sejenak ia melihat bibir milik Lily yang masih berbalut lipstik warna peach.


" Ya Tuhan.. aku tidak mau melakukan kesalahan lagi kali ini.... "


Vendra membaringkan tubuh Lily begitu saja dan langsung pergi ke kamar mandi tanpa menoleh bagaimana posisi kekasihnya sekarang yang hampir tengkurap.


Lily menyipitkan kedua matanya karena tubuhnya sedikit terguncang.


" Kenapa sudah sampai disini.... dan yang membawaku siapa...?


apa jangan-jangan..... "


Ia bergegas mencari keberadaan Vendra.


" Kak..... kak... kamu di dalam...?!! "


" Iya... ada apa...? "


" Kenapa kau tidak membangunkanku kalau sudah sampai.... "


Vendra tidak menjawab pertanyaan Lily dan melanjutkan mandinya.


" Dia tidak menjawabnya...! "


Lily kembali duduk di atas ranjang dan menyalakan televisi.


Sekitar 30 menit Vendra baru selesai mandi.


" Kamu itu mandi atau tidur di dalam... lama sekali... "


Ucapnya.


" Tentu saja mandi... "


Vendra hannya tersenyum.

__ADS_1



__ADS_2