
" Makannya ada di meja dapur "
Ucap Vendra pada kakaknya.
" Aku sudah makan..."
" Aku mau ke kamar, kamu mau apa ke indo..? nanti tidur saja di kamar tamu...! "
" Biasanya kan aku tidur di kamarmu...? "
" Kau itu sudah besar kak...aku tidak mau satu kamar denganmu...! "
" Bocah kurang ajar, minggir...! "
Kakaknya langsung naik ke lantai atas untuk pergi ke kamar tamu.
" Kamar tamu kak...! jangan kamar sampingku...! "
Teriaknya.
" Terserah padaku...!! "
" Kak...!!! ini rumahku dan kau harus menuruti apa perkataan tuan rumah...!! "
Vendra langsung berlari mengikuti kakaknya, ia takut kalau kamar yang dimasuki itu kamar Lily yang berada tepat di samping kamarnya.
Dari kejauhan ia melihat kakaknya membuka kamar tamu yang paling ujung dan itu bukan kamar yang ditempati Lily melainkan sisi kanan kamar Lily yang kini keadaannya wanita itu tepat berada di tengah-tengah antara kakak dan adik.
" Kau mau apa....?!!! "
" Tidak, aku mau tidur ke kamarku..."
jawabnya santai.
" Syukurlah, bagaimana kalau dia ke kamar Lily, lebih baik aku ke kamarku daripada dia mencurigai ku nanti..."
šššš
Lily masih tertidur di balkon cukup lama dan masih terjaga.
Saat ia menguap dan membuka matanya perlahan, tepat di depan wajahnya tampak sosok laki-laki yang tengah menatapnya heran.
" AaaaaaAaaaAaa......."
Teriak Lily.
__ADS_1
" Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu..."
" Ka..kamu siapa...? "
" Perkenalkan, aku Rayen...siapa namu gadis kecil...? "
" Aku....aku..."
" Ya..siapa...? dan kenapa kamu tidur disini...? sepertinya aku tidak pernah melihatmu..."
" Aku Lily..."
" Kamu bingung...? "
" Maaf..tapi kamu siapa...? "
" Aku kakaknya pemilik rumah ini..."
" Kakaknya kak Vendra...? "
" Kak...? "
" Ah..mangsutku tuan Vendra..."
" Ya, tapi kenapa kamu tidur disini..? "
" Maaf, sepertinya aku tidak sengaja..."
" Iya..mungkin aku terlalu lelah sampai ketiduran disini heheheh "
" Tidurlah ke kamarmu, ini sudah jam 2 siang...apa kau sudah makan? "
Lily hannya menggeleng.
" Turun, dan makanlah...ayo ikuti aku, kita makan bersama..."
" Ah itu tidak perlu tuan, aku akan ke kamar dan untuk makan nanti aku akan makan sendiri "
" Tidak...jangan manggil ku tuan, itu seperti panggilan kejam bagiku...panggil saja yang lain atau kau boleh memanggilku kakak..."
" Tapi itu rasanya tidak mungkin "
" Patuhi saja, aku tidak suka dipanggil tuan okey..."
" Baiklah kak..."
Mereka berdua langsung turun ke lantai bawah untuk makan siang, sejujurnya Lily tidak lapar akan tetapi Rayen memaksanya untuk makan siang bersama.
__ADS_1
Di kamar Vendra duduk di samping balkon.
" Sedang apa wanita itu...apa dia benar-benar sudah makan siang...?
apa aku ke kamarnya...? tapi kakak ada di kamar, bagaimana kalau dia curiga padaku.
Biarlah saja, mungkin dia sudah makan siang dan tidur ".
Ia merasa haus dan akhirnya memutuskan untuk turun dan mengambil minum.
" Kak..itu tidak perlu.. ini sudah cukup..."
Suara Lily terdengar sangat jelas di telinga Vendra.
" Itu suara wanita itu, sedang bicara dengan siapa dia...? kenapa dia memanggilnya kakak.
Dengan siapa dia bicara...? "
Vendra langsung mempercepat langkahnya menuju sumber suara yang tidak lain dari dapur.
" Hey... apa yang kau lakukan kak...!!! "
Rayen langsung menoleh ke arah adiknya.
" Tuan...."
" Dan kau...siapa yang kau panggil kakak...? "
" Jangan bicara kasar seperti itu Vendra...! sopan lah dengan siapapun.. "
" Cih....seperti kau lembut saja, dan kau...kenapa kau di dapur bersamanya..? "
" Tentu saja kami akan makan siang...apa lagi.....! "
Jawab Rayen.
" Makanlah Lily...makanlah..."
" Tapi kak.. "
" Kak...? kau memanggilnya kakak..? "
Vendra terkejut melihat Lily yang sepertinya langsung akrab dengan kakaknya, apalagi dia memanggilnya dengan kakak.
" Apa ini kak...?! "
" Kenapa...?! aku disini tamu bukan tuan muda sepertimu yang selalu dipanggil tuan.."
__ADS_1
" Terserah...."
Vendra langsung mengambil satu gelas air dan pergi menuju kamar meninggalkan mereka berdua yang sedang mempersiapkan makan siang.