BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
BERBAGI RANJANG


__ADS_3

" Kamu mau makan apa...? "


" Aku tidak lapar..... "


" Ini sudah malam.. makanlah... aku akan memesankan makanan.... "


Vendra mengambil ponselnya.


Terlihat Lily hannya duduk di balkon sambil memandang pemandangan malam hari di sana.


" Kau suka....? "


" Kenapa kau mengajakku kemari...? ini terlalu berlebihan hannya untuk jalan-jalan.... "


" Kau tidak suka...? "


Vendra sedikit heran.


" Suka.... siapa yang tidak suka di ajak jalan-jalan sejauh ini, percuma lagi tanpa uang sepersen pun.... "


" Nikmati liburan kali ini.... makanlah cepat dan segera tidur.... "


Tangan kekar itu membelai lembut pipi Lily.


" Kenapa kau melakukan ini pada orang sepertiku....? "


" Kau bicara apa...? "


" Kenapa....? "


Tanya Lily kembali.


" Simpel.. aku hannya berusaha membuat wanitaku bahagia.... "


" Kau...? "


" Kau wanitaku bukan...? "


" Tidak..... "

__ADS_1


" Ayolah sayang... jangan bicara seperti itu.. makanlah... aku akan menyiapkan makanannya di meja... "


" Makasih..... "


Ucapnya sembari tersenyum ke arah laki-laki yang berlalu di depannya.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


Entah kenapa baginya makan malam kali ini terasa sangat berbeda, ia merasa seperti sepasang suami istri yang saling melayani satu sama lain.


Terlebih Vendra yang begitu telaten melakukan segala hal untuk memudahkan Lily.


" Makan yang banyak.... "


" Aku memang kecil tapi bukan berarti kurang makan.... dasar...! "


" Hahahaha.... benarkah.. tapi aku merasa tidak begitu.... "


" Kau itu makan sedikit sekali, apa kau diet...? aku baru tahu kau ternyata menjaga porsi makan mu... "


" Bukan begitu sayang... aku dari dulu memang makan sedikit... aku tidka begitu suka jika kekenyangan. Lagipula aku sudah menjajah i semua makanan di dunia ini, dan sepertinya aku juga bosan... "


Lily melanjutkan makan malam dan langsung menonton televisi di kamar.


Vendra memang sengaja memesan satu kamar yang hannya ada 1 ranjang, mau tidak mau mereka harus berbagi ranjang juga untuk tidur.


ā¤ ā¤ ā¤ ā¤


" Aku capek sekali, padahal tidak melakukan apa-apa, di pesawat juga tidur... "


Ia beranjak ke tempat tidur dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.


Hannya butuh waktu 10 menit akhirnya ia tertidur, sementara Vendra terlihat masih sibuk dengan laptop dan segudang pekerjaannya.


" Aku membawanya kemari .... aku harap mama menyukainya. Tapi aku yakin mama menyukainya, dan dia memang harus menyukainya. Aku saja tertarik padanya, entah sejak kapan aku juga tidak tahu.... "


Senyum mengembang menatap sosok mungil yang terlelap di atas ranjang.


l

__ADS_1



Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


" Sayang... kau tidak bangun.. ? apakah ranjangnya sangat empuk sampai kau enggan untuk bangun...? "


Bisiknya yang masih melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Lily.


" Emmmm.... "


" Tidurlah jika masih mengantuk... "


" Tentu saja... aku tidak pernah senyaman ini waktu tidur.... "


Lily masih belum sadar dengan apa yang ia katakan dan itu membuat Vendra semakin nakal memeluknya erat dan menenggelamkan wajahnya di rambut panjang Lily.


Selang beberapa detik kedua mata Lily terbuka bulat-bulat hingga langsung mendorong Vendra.


Bugh.....


" Akh....... Lily.....!!! "


" Apa yang kau lakukan, pake peluk-peluk segala..... "


" Kau juga menikmatinya, tadi malam kau juga memelukku sangat erat... kau tak ingat...? "


" Kau bermimpi....? "


" Tentu saja tidak, cek saja CCTV-nya.... "


" Ya ampun... kau juga pasang CCTV di kamar...? untuk apa...?! "


" Tentu saja untuk mengawasi mu..... "


" Kau benar-benar sudah gila...!!! "


Lily langsung mengambil handuk dan pergi ke kamar meninggalkan Vendra yang duduk di lantai sambil tersenyum geli melihat tingkahnya.


__ADS_1


__ADS_2