
Rayen adalah kakak dari Vendra yang memang hampir 10 tahun ini jarang mengunjungi adiknya ketika di indo, bahkan dirumahpun ia lebih sering pulang ke apartement pribadinya.
Hampir setiap hari ia mempunyai kesibukan dalam mengurus beberapa cabang perusahaan ayahnya.
Kalaupun jarang bertemu, tapi Vendra begitu patuh dan hormat dengan kakaknya meski kadang memang ada sedikit pertengkaran di antara mereka berdua.
Kedatangannya ke indo semata-mata hannya ingin menjenguk adiknya dan liburan yang hampir beberapa tahun tidak ia rasakan sama sekali.
Kali ini ia memilih cuti dari pekerjaannya, bagaimanapun dia pemilik perusahaan dan pastinya menyerahkan semuanya ke ayahnya dan orang kepercayaannya sendiri.
Umur Rayen sudah menginjak 35 akan tetapi ia belum punya niatan untuk mencari pasangan dan segera menikah.
Dulu memang dia mempunyai kekasih yang hampir 5 tahun mereka menjalani hubungan tanpa restu dari ayahnya yang menganggap bahwa pacarnya itu bukan golongan orang kaya hingga membuat mereka berpisah.
Sejak.perpisahan itu hidup Rayen tidak berjalan layaknya hari-hari sebelumnya, ia ingin melawan orang tuanya akan tetapi ia mengingat jasa orang tuanya dalam.merawatnya hingga mencapai kesuksesan yang begitu tinggi.
Apa yang Rayen minta selalu ada tanpa harus ia berdebat atau bertanya soal harga.
Hannya dalam waktu 2 bulan mantan kekasihnya juga dikabarkan menikah dengan pria pilihan orang tuanya.
Ibunya lebih rela anaknya menikah dengan orang biasa daripada harus dengannya yang mapan kaya dan terpandang, akan tetapi moralnya sangat buruk, bahkan dianggap sombong hingga merendahkan bahkan membedakan kasta yang nyata nyatanya keluarga Rayen lebih dari segalanya daripada keluarga kekasihnya.
Dan sejak itu juga ia seakan tidak punya arah tujuan di hidupnya, setiap hati dihabiskan untuk bekerja dan menggaet beberapa tender dan mungkin jika dirupiahkan angkanya akan membuat setiap yang menghitungnya kesal sangking banyaknya.
ššššš
" Lily...bagun..."
__ADS_1
Gadis itu malah memiringkan tubuhnya dan menarik selimutnya.
" Lily bagun...!!! "
" Ada apa...? apa kamu tidak lihat jam..? "
" Bagun, atau aku gendong dan aku lempar dari balkon...! "
Mendengar ancaman Vendra, ia langsung dengan cepat duduk dan menatap ke arah wajah Vendra.
" Ada apa.. ? aku masih ngantuk ka..."
" aku hannya ingin berada disini..."
" Mau apa...? lihatlah jam nya kak..ini s
Tanpa sadar ia terus memanggilnya kakak setiap saat.
" Ini rumah siapa..? "
" Tentu saja rumahmu...aku benar-benar mengantuk kak..."
" Geser..."
" Aku tidak mau..."
" Kamu itu keras kepala...ini rumahku dan aku berhak tidur dimana saja..."
__ADS_1
" Tapi..."
" Geser dan tidurlah kembali, masih jam 3 "
" Kau..! "
" Tidurlah.."
Lily langsung menggeser posisinya hingga Vendra bisa tidur bareng di satu ranjang yang kebetulan sangat besar dan lebar.
Vendra masih membuka kedua matanya, perlahan ia menatap ke arah lily yang sudah terlelap sambil memeluk boneka "
" Dasar..!! anak kecil ... aku kemari hannya memastikan kalau kak Rayen tidak akan kemari, jadi aku mengunci kamarmu dan kamarku..."
Vendra memilih ke balkon dan duduk di kursi yang berada di sana sambil memegang ponselnya.
" Kenapa aku selalu ke kamarnya...?
dan kak Rayen kenapa bisa langsung sedekat itu sama Lily...?
mana manggilnya pake kakak lagi.
Pasti dia juga nanti bakal bertanya soal Lily kepadaku, aku harus bilang apa padanya nanti.
Apa aku harus bilang kalau dia wanita malam yang sudah aku beli dari club...?
atau gimana aku nanti menjawabnya "
__ADS_1