BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
DONE


__ADS_3

Hari ini Vendra berencana kembali ke indo bersama dengan Lily sekitar jam 10 pagi nantinya.


" Kita... emm... maksudku, apa kamu tidak berpamitan dulu dengan ibumu...? "


" Aku sudah memberitahunya, sekarang dia pergi ke rumah sakit untuk kontrol kesehatannya.... "


" Kau tidak mengantarnya....? "


" Mama menolaknya, kita siap-siap terus pergi ke bandara.... "


" Oh.... baiklah.... "


Singkat cerita mereka langsung menuju ke Indo karena sudah cukup lama juga berliburnya.


❤❤❤❤❤❤❤


Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


Vendra masih terjaga di samping Lily sambil mengalungkan tangannya di perut mungil wanita yang tidur bersamanya.


Kringgg....


Kring...


Ponsel Vendra berbunyi cukup lama hingga membangunkan Lily.


Perlahan ia memindahkan tangan kekar itu dari perutnya.


" Kapan sampainya....?


kebiasaan dia selalu tidak membangunkanku "


" Bella.....? siapa Bella...? dia tidak pernah cerita soal Bella padaku.


Aku angkat atau gimana ya...? tapi bagaimana kalau dia nanti marah padaku...?


tapi siapa si Bella.... "


Sementara Lily asyik berbicara sendiri, tanpa sadar ponsel Vendra sudah senyap karena tidak ada yang mengangkat sekalipun itu Lily.


" Kau sudah bangun....? apa ponselku tadi berbunyi...? "


Vendra memeluknya dari belakang sontak langsung membuat Lily terkejut.


" Ah... iya... tadi ada yang menelfon... "


" Siapa...? Bella...? "


" Iya.... "


" Kenapa kau tidak membangunkanku sayang..... "


" Itu.. aku tadi mau membangunkan mu, tapi ponselnya sudah mati... "


" Kau siap.. ? "

__ADS_1


" Siap.....? maksudnya...? "


Lily nampak heran.


" Aku sudah bilang bukan, kau daftar kuliah... a kau lupa...? "


" Hari ini...? "


" Tentu saja.... mandilah... nanti aku akan pesan sarapan saja... "


" Kamu tidak sibuk...? itu tadi Bella telfon siapa tahu ada yang penting.... "


" Itu biar aku saja yang mengurusnya... kamu mandilah.... "


Vendra menatap Lily, ia tersenyum. Perlahan tangannya membelai lembut pipi dan leher miliknya hingga membuatnya merinding.


" Cantik.... "


Sambil merapikan rambut Lily yang berantakan.


" Emm... hentikan, kau membuatku geli.... "


" Kau geli...? "


Lily hannya tersenyum.


" Jangan merias dirimu nanti jika kau masuk kuliah.... "


" Kenapa...? "


" Bukankah memang aku tidak pernah merias wajahku...? "


" Aku tahu itu.... aku hannya ingin kau mematuhi perkataanku, kau paham..? "


Lily mengangguk tersenyum.


" Aku mandi dulu... "


Kini Lily merapikan rambut Vendra yang berantakan, tentu tindakan ini membuat hati laki-laki yang di depannya berbunga-bunga.


Apalagi Vendra tahu selama ini Lily tidak pernah berani menyentuhnya, bahakan untuk mandang kedua matanya cukup lama itu hampir tidak pernah.


" Nanti sarapan saja jika aku masih lama.... "


" Cepatlah mandi... aku menunggumu... apa kau mau kita mandi bareng...? "


" Kau ini... aku mandi dulu... "


.........


Pagi ini Vendra berencana mengantarkan Lily ke sebuah fakultas ternama dan termahal.


" Apa kita perlu....? "


Tanyanya lagi.

__ADS_1


" Apa kau bilang...? kau menanyakannya lagi...? ayolah Lily.... menurutlah kali ini.... "


" Aku merasa tidak enak, uangmu terbuang percuma gara-gara aku... "


" Kau bercanda...? bahkan itu tidak seberapa sayang.... "


" Kau seperti malaikat..... walaupun kau pernah kejam padaku... "


Ucap Lily.


" Kejam...? mana ada aku kejam.... "


" Kau lupa... kau mencabuli diriku... "


Lily terlihat sedikit kesal.


" Oh... baby.. please... jangan bicarakan itu, aku saja merasa malu hannya membayangkannya saja.


I'm so sorry..... "


Meraih tangan Lily dan menciumnya begitu dalam.


Hampir 30 menit lebih akhirnya mobil Vendra masuk ke halaman gedung yang mewah, Lily juga tahu tempat yang sekarang ia kunjungi bukan sebuah kampus biasa, melainkan standart yang tinggi untuk kalangan Konglomerat.


" Stop.... kau serius...? "


" Lily... ayo turun.... "


Sambil mengulurkan tangan.


" Kau tahu.. ini kampus mahal, dan aku tahu betul.....! "


" Please... ayo turun.... "


Lily langsung turun dan menggenggam telapak tangan kekasihnya.


" Bagaimana bisa dia mendaftarkan aku kesini, hari ini saja sudah cukup membuat kaki kiri dan kananku linu tak berdaya.


Aku harus belajar disini....?


dia benar-benar membuatku seperti dalam sebuah pertempuran besar.... "


Setelah berdiskusi, ngobrol ini itu dan semacamnya akhirnya selesai sudah negosiasi soal pendaftaran Lily disana.


" Kamu senang.....? "


Vendra justru yang menampakkan wajah berbinar-binar seolah dialah yang berhasil masuk ke kampus itu.


" Ya... aku senang.... "


" Ayolah sayang..... aku hannya ingin kau mengejar mimpimu..... "


" Sungguh... aku tidak punya kata-kata lagi untuk aku ucapkan kepadamu... bagaimana nanti aku membalasnya....? jangan katakan apapun... aku tahu jawabannya..... "


Ia memang tahu Vendra tidak akan pernah mempermasalahkan berapa nominal yang sudah ia keluarkan untuk dirinya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2