BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
CANGGUNG


__ADS_3

Pagi ini Lily dan Vendra turun ke bawah secara bergantian untuk sarapan pagi.


Kali ini hannya ada keheningan di meja makan, baik Lily maupun Vendra tidak ada yang bicara bahkan untuk saling menatap.


" Kenapa rasanya begini tuhan...


sebenarnya ada apa...


aku merasa tidak enak, bahkan canggung.


Menatap nya saja aku seakan menatap mautku.... "


Tiba-tiba ponsel Vendra berbunyi, ia langsung menaruh sendok dan meminum satu gelas air putih dan berlalu dari meja makan.


Disini lain Lily yang melihat tuan muda pergi dari meja makan justru terlihat murung.


" Kenapa gak dimakan..? gak enak...?! "


Tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang tadi meninggalkan meja makan.


Lily langsung menoleh ke belakang.


" Oh..kau mengagetkanku... "


" Kenapa..? gak enak...? atau kurang...? "


" Apaan si, gak.lah..ini juga mau makan..."

__ADS_1


" Cepat habisin....mubadzir... "


" Iya....ini juga mau makan..."


Vendra langsung pergi ke atas meninggalkan Lily di meja makan.


" Muncul kok tiba-tiba....tapi kenapa cepet banget ya nelfonnya "


Ia langsung melanjutkan sarapan paginya, karena setelah ini ia berencana pergi ke pasar untuk membeli beberapa kebutuhan dapur yang sudah hampir habis bersama para pembantu yang lainnya.


Selang setengah jam Lily dan juga 3 pelayang langsung berangkat ke pasar tradisional yang letaknya memang cukup jauh dari kediaman Vendra yang harus menempuh perjalanan 20 menit.


" Non..."


" Iya..kenapa bi? "


" Non Lily jangan makan makanan pedas lagi ya..."


" Tentu saja non "


Ucap salah satu pembantu yang bernama Tya dengan nada sinis.


" Maafkan aku..."


" Tidak apa-apa non...lain kali jangan ya "


" Dengerin tuh, bagaimana kalau kami di pecat sama tuan, kamu mau tanggung jawab..? "

__ADS_1


Seru Tya yang memang tidak terlalu suka dengan kehadiran Lily di rumah Vendra, disini lain juga umur mereka hannya terpaut 5 tahun saja, dimana Tya yang lebih tua.


Ia juga sudah bekerja disana 4 tahun, dibanding yang lainnya yang sudah hampir 10 tahun bekerja di rumah Vendra.


Tya sendiri adalah anak dari tukang kebun di rumah Vendra yang bermana Pak Tio yang sudah bekerja sangat lama di rumah besar itu, bahkan pak Tio juga merawat rumah dengan sangat baik saat tuan muda mereka tidak berada di indo.


Pak tio juga tergolong orang yang sangat dipercayai oleh Vendra, makanya tak heran kalau Tya kadang berani dan merasa sok tahu mengenai segalanya yang ada di rumah.


" Hentikan Tya..."


Bisik salah satu pembantu.


" Maaf, sekali lagi aku minta maaf...aku janji tidak akan merepotkan kalian..."


" Ish..dasar wanita malam...!


Sebenarnya apa si yang sudah ia berikan pada tuan..?aku jadi penasaran, bahkan dia tinggal di rumah besar layaknya putri yang harus dilayani..!


Apa dia memberikan tubuhnya setiap malam pada tuan Vendra...?


astaga.....


Ish...sungguh menjijikkan...!!!


Mungkin uang yang diterima sangat tinggi hingga ia sampai tingg di rumah tuan..."


Tya bergelut dengan pertanyaan sambil terus menatap ke arah Lily yang memang tempo hari ia pernah mengintip ke kamar Lily dan disana terlihat jelas Vendra tidur di samping Lily.

__ADS_1


Dia sendiri memang sangat terpesona dengan ketampanan Vendra yang bahkan semua yang ada di rumah juga sangat terpesona dengan tuan muda mereka.


Apalagi Vendra memang cara berpenampilan selalu memukau dengan wajah tampannya dan postur tubuhnya yang tinggi dan sangat sangat sempurna.


__ADS_2