BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
TRAGEDI COKLAT TUMPAH


__ADS_3

Pagi ini semuanya sudah bangun dan sarapan pagi di meja makan.


Ini lebih tepatnya berkunjung ke Villa Alex, bagaimanapun semua serba ada dan tercukupi layaknya menginap di hotel berbintang.


Lily memandangi ponselnya.


" Kenapa.....? "


" Nggak apa-apa.... tumben kak Vendra belum mengirimiku pesan pagi ini Mel... "


" Mungkin masih tidur, ini baru jam 7 .... "


" Mel.... kan dia berangkat ke kantor.... "


" Coba nanti kamu telfon saja habis sarapan.... kali aja masih tidur.... "


" Sepertinya juga begitu... emang pagi ini kita mau kemana...? "


" Nanti aku tanya sama Jake.... "


" Oh ... baiklah.... "


" Jake... kita akan kemana...? "


" Bukit ******** "


" Bukit....? camping....? menginap....? "


Tanya Melanie.


" Ya.. tentu saja.... 2-3 hari, gimana...? "


" Kamu sudah menyiapkan semuanya...? "


Tanya Alex.


" Tentu saja sudah, kita tinggal berangkat saja.... sekali-sekali berbaur sama alam bro, jangan ke Mall, clubs terus.... hahahaha "


" Sialan....! "


Timpal Alex sambil memukul lengan Jake.


" Dimana Lily....? "


Tanya Jake.


" Di luar, dia mungkin sedang menelfon kakaknya.... "


Ucap Mellanie.


" Kakaknya yang kemarin itu... tapi apa iya itu kakaknya...? kandung...? maksudku, dia pendek... kakaknya tinggi, gagah... mirip aku bukan.... "

__ADS_1


Gurau Jake.


" Beda jauh kali.... "


Ucap Alex.


" Udah nggak usah berkhayal... apa masih kurang dirimu itu hah...?! "


Ucap Melanie.


" Hahahaha... aku hannya bercanda.... "


Alex berjalan keluar berniat mencari Lily sambil membawa satu cangkir coklat hangat.


Ia melihatnya duduk di bangku depan, perlahan Alex mendekati Lily, namun....


PraNggggggg.....


" Akh..... "


" Lily... are you okay.... "


Alex terlihat sangat panik karena coklat panasnya tumpah dan mengenai leher Lily.


" Lex... maaf.. aku minta maaf, aku tidak hati-hati malah menabrakmu.... "


Lily berusaha jongkok untuk membersihkan pecahan gelas yang di bawa Alex.


Alex langsung menggandeng Lily menuju ke lantai 3 dan menyuruhnya duduk di bangku.


" Lex... aku tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir... ini hannya coklat, aku akan mandi dan membersihkannya.... "


Ucap Lily.


" Duduk dan tunggulah sebentar... ya ampun.. aku minta maaf.... "


Melihat leher Lily yang merah disertai sisa coklat yang menempel.


Tadinya Lily mau ke kamar untuk menunggu telfonnya di angkat oleh Vendra.


Ia masih tidak sadar kalau saat ini sudah terhubung dengan Vendra.


Kekasihnya yang mendengarkan dengan seksama merasa kalang kabut.


" Alex.... Alex....!!!! kenapa dia selalu menempel dengan Lily.... "


Ucapnya kesal, ia sengaja tidak bicara apapun dan memilih mendengarkan percakapan kekasihnya lewat sambungan telfon.


Alex terlihat membawa satu baskom kecil berisi air dingin yang di campur dengan beberapa es batu dan satu handuk kecil yang ia taruh di pundak.


" I'm sorry.... aku tidak sengaja Lily.... "

__ADS_1


Sambil memeras handuk kecil kedalam baskom.


" Lex, tak apa.... biar aku saja yang membersihkannya.... "


" Tidak, biar aku bantu... sungguh aku minta maaf.... apa sakit...? "


Alex memegang lengan dan mengelap pelan leger Lily untuk membersihkan sisa tumpahan coklat.


Terlihat Lily memejamkan kedua matanya menahan perih.


" Pasti sakit kan... kamu saja sampai kayak gitu.... aku minta maaf.... "


Alex merasa bersalah soal kejadian ini.


" Lex, sudah.. biar aku sendiri saja, aku yang minta maaf harusnya.... aku buru-buru tadi "


" Tidak... diamlah... biar aku saja... "


Kini Lily hannya diam pasrah tanpa melawan apapun.


Sementara itu Vendra yang mendengarnya semakin panas dan jengkel.


" Biar aku olesin salep... "


Ucap Alex.


" Lex, biar aku saja.. aku bisa kok... "


" Udah... nurut aja ... "


" Akh..... "


Ucap Lily sedikit merasa kesakitan.


" Ah, maafkan aku..... maaf.... "


Alex mengoleskan salep ke leher Lily dengan hati-hati dan lembut.


Tiba-tiba terjadi sesuatu dengan jantungnya, ntah kenapa saat ini berdetak lebih cepat dan membuatnya grogi.


" Kenapa jantungku.... kenapa berdetak tidak seperti biasanya.... "


Alex berusaha menepisnya, namun semakin kesini semakin berdegup sangat kencang.


Ia cepat-cepat mengoleskan cream ke leher Lily biar cepat selesai.


Vendra yang sudah tersulut langsung mematikan ponselnya.


" Benar-benar keterlaluan.... apa yang dia lakukan dengan Alex....!!! "


Vendra spontan melempar ponselnya hingga pecah dan tercecer di lantai.

__ADS_1



__ADS_2