
Rencana Vendra akan mengadakan kunjungan dan hannya menginap selama 3 hari saja di apartment untuk mengurus proyeknya dan segera kembali bersama Lily secepatnya.
Pagi ini dia izin seperti biasa kepada Lily untuk berangkat menuju lokasi proyeknya dengan Jessie dan kebetulan Septian yang menjemputnya.
" Jangan kemana-mana... kalau butuh sesuatu telfon saja aku oke... "
" Iya, kamu jangan pulang terlambat. Kau tahu kan aku bosan sendirian disini "
" Aku akan pulang cepat... "
Sambil memeluk Lily.
" Septian sudah menungguku di bawah, aku berangkat... "
" Hati-hati "
" Tentu saja, kamu bisa menonton televisi jika bosan... tapi aku tidak mengizinkanmu keluar walau satu langkah dari pintu apartment, ingat itu..! "
" Iya.. aku tahu.... "
Lily melambaikan tangan dan langsung mengunci pintu selepas Vendra tak terlihat.
" Harusnya dia tahu kalau aku bosan, tidak di sana atau di manapun dia selalu membuatku bosan.... "
Lily memilih untuk mengambil camilan dan duduk di depan televisi sesuai keinginan Vendra yang lebih baik melihatnya menonton layar lebar yang ada di apartment daripada ia harus pusing mencari kekasihnya kalau keluar dari sana.
Sementara di lokasi Vendra sibuk seperti biasa.
Hati ini ada liputan langsung dari salah satu televisi yang memang mendadak dan tanpa pemberitahuan apapun.
Bahkan Septian sendiri tidak menerima telfon atau janji apapun sebelumnya dari sana.
" Kok rame Vendra... "
Ucap Jessie.
" Apa ada acara lain disini? "
Vendra terlihat heran.
" Sep.... coba kamu cek.... "
__ADS_1
Ucapnya pada Septian.
Vendra dan Jessie melanjutkan kembali menyusuri area sekitar proyek untuk memastikan tidak ada kesalahan apapun karena memang ini hari terakhir peninjauannya di sana.
" Sepertinya semua sudah terkendali dan tidak ada kendal apapun... "
" Aku rasa juga begitu Vendra, semua surah bagus dan sesuai... "
" Kita bisa kembali besok... aku rasa 3 hari sudah cukup untuk mengecek semuanya, kalau ada kekurangan nanti bisa langsung melakukan laporan secepatnya... "
" Iya.. kamu benar juga Vendra... aku rasa sudah cukup, selebihnya bisa di handle, pasti aman... "
Tak lama Septian datang dengan wajah kesel.
" Liputan.... "
" Liputan apa...! "
" Soal kalian berdua berkunjung ke proyek seperti biasanya.... "
" Kamu menyetujui tanpa membicarakan semuanya padaku dulu...! "
Elak Vendra.
" Aku juga nggak ada informasi apapun "
Ucap Jessie juga.
" Tapi bukannya ini bagus, apa salahnya..? ini hannya liputan... paling juga sebentar.
Jangan marah gitu Vendra, wajar lagipula kita pengusaha muda, kamu juga termasuk pengusaha sukses juga bukan...? "
Vendra hannya diam, begitupula dengan Septian.
" Bagaimana kalau Lily menonton televisi... "
Batinnya sedikit cemas.
Ternyata benar, tak lama kemudian mereka meliput kegiatan singkat Vendra dan juga Jessie termasuk Septian di lokasi.
Tak ingin menjatuhkan harga diri dan kariernya, Vendra terpaksa harus bersikap ramah dan tenang setenang mungkin.
__ADS_1
" Sia*lan.... aku tidak mau seperti ini terulang lagi Sep... peringatkan pada mereka lain kali buat perjanjian terlebih dahulu...! "
" Aku sudah memperingatkan mereka dari tadi... tapi katanya ayahmu yang mengatur semuanya... "
Vendra menatap tajam ke arah Septian.
" Keterlaluan... "
Tak lama Jessie menghampiri mereka.
" Apa kita tidak makan siang dulu? ini kan hari terakhir disini...? aku rasa lebih baik kita makan siang bersama... "
" Bagaimana? "
Tanya Septian.
" Terserah.... "
Jessie tersenyum walau hannya mendengar kata terserah dari mulut Vendra yang sejujurnya ia ingin sekali pergi dari sana dan menemui kekasihnya yang sedang sendirian di apartment.
Lily terus memandangi ponselnya yang terlihat foto Vendra dan juga Jessie yang sudah tersebar luas di sosial media dengan pose yang nampak sangat romantis.
DIDUGA KEKASIHNYA, PENGUSAHA MUDA VENDRA TERJUN LANGSUNG KE PROYEK.
Kalimat yang berhasil membuat hati Lily kesal.
" Sebenarnya siapa si dia...? kenapa kak Vendra nggak bilang kalau di sana juga ada perempuan... "
Jam terlihat sudah menunjukkan pukul 1 siang.
" Pasti dia makan siang sama wanita itu.... katanya pulang cepat, tapi apa....? benar-benar keterlaluan kamu kak... "
Dengan kesal ia mematikan televisi dan pergi ke kamar untuk ganti baju dan bersiap-siap untuk pergi dari apartment.
" Dia menyuruhku diam, tapi dia berduaan seperti itu... pegangan tangan... pake ngerangkul pinggang segala "
Lily tanpa sadar meneteskan air mata.
Dengan kesal ia langsung pergi dari apartemen untuk sekedar menghibur dirinya sendiri dan mencari makan siang sekalian.
__ADS_1