BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
LOVE YOU TOO


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, akhirnya mereka semua sampai juga di Villa puncak milik Alex.


" Lex.... kamu ada pembantu...? "


Tanya Mellanie.


" Kayaknya ada deh Mel... rumah segede ini mana mungkin nggak ada pembantu... "


Ucap Lily.


" Tentu saja ada, lagi pula aku sudah 5 bulan tidak kemari, kakakku sibuk dan orang tuaku sama juga sibuk.... "


Alex dan lainnya langsung mengambil kopernya masing-masing dan segera masuk ke Villa.


" Mel.. aku satu kamar sama kamu ya.... "


" Okay... siap.... "


" Nanti satu kamar 3 atau terserah kalian saja berapa orang ya.... "


Ucap Alex berusaha memberikan penjelasan kepada Mellanie dan yang lainnya.


" Kamu satu kamar sama siapa Lily....? "


Tanyanya kembali.


" Aku sama Mellanie saja Lex..... kamu tahu kan aku tidak begitu akrab sama yang lain hehehe "


" Nggak mau satu kamar sama aku hahaha "


" Apaan si Lex.... nanti ada yang marah... "


Ucap Mellanie keceplosan.


" Marah...? "


Tanya Alex.


" Udah... ayok ke kamar Mel..... "


Lily menggandeng Mellanie.


Malam ini tidak ada acara spesial apapun karena waktunya untuk istirahat dan juga mempersiapkan segalanya untum besok pagi.


.


.


.


" Kau melupakanku...? sudah kuduga... "


" *Kau tidak mengirim pesan padaku...! "


" Kau masih di jalan....? "


" Kau sudah sampai....?!!! "


" Lama sekali.....!!!!!! "


" Lily.....!!!!! balas pesanku*.....!!! "

__ADS_1


Vendra mengirim banyak pesan kepada Lily, sementara itu ponselnya masih di dalam tas dan Lily juga sedang mandi.


Mellanie yang mendengar ponsel Lily berbunyi terus-terusan merasa penasaran.


" Ya ampun... ponselnya bunyi terus.... "


" Lily.... kamu masih lama...? "


" Bentar Mel.... kenapa...? ini udah mau selesai.... "


" Ponsel kamu bunyi terus lho dari tadi... siapa tahu pacar kamu yang nelfon.... "


Mendengar perkataan Mellanie, Lily langsung bergegas keluar dan cepat-cepat mengambil ponselnya.


Mellanie yang melihatnya juga ikut heran dan menghampiri sahabatnya.


" Siapa...? "


" Mel... aku mau angkat telfon dulu... ya ampun.....


32 panggilan...... "


Lily langsung keluar menuju balkon dan langsung menelfon Vendra.


" Hall..... "


" Hey....!!!!! kenapa kau baru menelfonku hah...!!!!! apa kamu tidak tahu aku menunggu sejak tadi....! "


" Kak... sabar... jangan marah gitu.... "


" Sabar.... sabar....! mengahadapi dirimu selalu menguras kesabaranku....!!! "


" Maaf terus....! "


Vendra memang terdengar sangat kesal.


" Kak.... "


" Apa....!!! "


" Kamu sudah makan....? "


" Kau peduli juga padaku...? aku kira kau hannya ingat dengan teman-temanmu.... "


" Ya ampun ka... aku baru sampai.... aku juga menaruh ponsel di dalam tas, terus aku mandi.... "


" Baru sampai...? "


" Iya.... kamu udah makan apa belum...? terus kamu lagi dimana...? "


" Tentu saja di apartment.... dan ya, aku belum makan.... "


" Kamu nggak pesan makanan...? "


" Aku menunggumu.. menunggu kabar dari kekasihku... aku yang seharusnya tanya, kamu sudah makan...? "


Ucap lembut Vendra di telfon.


" Belum... ini baru selesai mandi, mungkin habis ini makan kak.... "


" Jangan sampai telat makan.... "

__ADS_1


" Iya, kamu juga makan.... nanti sakit... "


" Ya.... kamu lagi dimana itu...? "


" Di balkon ka... kakak cepat pesen makan, ini mau jam 9 lho.... aku malah jadi tidak tenang kalo sakit nanti gimana... siapa yang urusin... "


" Iya, aku sudah order makanan.. mungkin sebentar lagi sampai... "


Sejenak tidak ada pembicaraan apapun.


" Jangan lupa makan ya ka.... "


Ucap Lily kembali.


" Kamu hati-hati di sana.... "


" Makanannya belum sampai...? "


" Udah, baru saja sampai.... "


" Ya udah, kamu makan... aku mau keluar sebentar..... "


" Heh... mau kemana kamu jam segini...? "


Tanya Vendra.


" Ka.. aku mau keluar bentar, makan malam... kan belum makan malam.... "


" Sama siapa...? "


" Mellanie, kan banyak teman juga.... "


" Jangan ke mini market sendiri....! "


" Nggak.... ini aku di puncak lho.... mana ada mini market.... "


Timpal Lily.


" Oh... ya sudah, jangan larut malam tidurnya.. "


" Iya... kamu juga.... "


" Love you.... "


tut... tut... tut...


Lily sejenak kaget mendengar kalimat terakhir Vendra.


" Aku jawab apa....? pasti dia marah... haduh gimana ini.... apa aku telfon balik ya.... "


Lily terlihat cemas, mondar mandir memikirkan Vendra.


" Aku kirim pesan aja.... "


ā¤ā¤ā¤


..." Good night ka.......


...LOVE U TOO..... 🄰 "...


Lily terlihat malu dan langsung menaruh ponselnya kembali di atas meja.

__ADS_1


__ADS_2