BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
TERLUKA


__ADS_3

Dengan tangan gemeter ia mengambil ponsel yang ia letakkan di meja Lily dan segera menelfon Steve dokter pribadinya.


" Ya... ada apa.... "


Ucap laki-laki yang berprofesi sebagai dokter di telfon.


" Cepat kemari dan jangan banyak bertanya....!!!!!!!! jangan lupa ajak temanmu dokter perempuan....!!!!! "


Vendra langsung mematikan ponselnya dan kembali memandang ke arah Lily yang sudah pasti dalam keadaan berantakan.


" Maafkan aku.... "


Air mata menetes tepat di wajah Lily, tangannya membelai lembut wajah wanita yang sudah pucat di pangkuannya.


Dengan gemetar pula ia memakaikan baju untuk Lily.


" Tuhan... apa yang aku lakukan....!! apa ya g telah aku perbuat...!! brengsek...! kau memang brengsek Ven.... "


Dengan masih mendekap tubuh Lily.


.


.


.


Tak butuh waktu lama akhirnya Steve dan dokter Carissa sampai di kediaman Vendra.


" Ven ada apa...!? "


Steve berlari saat sudah sampai di Pintu dan di susul oleh dokter Carissa.


Ia memang terkejut dengan keadaan kamar Lily yang berantakan, belum lagi baju yang berserakan dan Lily yang terlihat pucat di atas ranjang dengan Vendra yang tidak melepaskan tubuh mungil itu dari pelukannya.


Dokter Carissa yang melihat kejadian di depan matanya melongo dan menutup mulutnya tidak percaya.


Ia tahu dan paham apa yang dilakukan Vendra pada Lily melihat keadaan mereka sekarang.


" Steve... apa ini... kau mengajakku kemari untuk melihat ini semua... "


Bisiknya pelan tepat di telinga Steve.


" Diam atau kau bisa salah bicara... "


Jawabnya.


Vendra hannya diam.


" Apa ini Ven...!!! kau...? kau sudah gila...!!!!! kau memperkosanya...?! "


" Tutup mulutmu...!! "

__ADS_1


jawabnya.


" Ya ampun Ven.... kau keterlaluan... kalau kau mau kau bisa melakukannya di luar seperti biasanya.....!! apa kau tidak lihat bagaimana Lily...!! minggir....!!!!! "


Steve langsung menarik Vendra dari ranjang dan menjauh untuk memeriksa Lily.


" Kamu ngapain berdiri disitu...!!! cepat periksa dia...!!! "


Carissa langsung tersadar dengan ucapan Steve.


" Oh.. iya.... "


Mereka berdua langsung memeriksa Lily, sementara Steve juga tak lupa memasang infus di tangan mungilnya.


Sesekali ia menatap Vendra yang duduk dan menunduk, terlihat kecemasan dan penyesalan yang besar di wajahnya.


" Apa dia temanmu...? "


Tanya Carissa.


" Ya.... "


Jawab Steve singkat.


" Apa dia gila....!! apa dia tidak sadar melakukannya se kasar ini pada Lily....? "


" Aku juga tidak tahu.... aku mengenalnya dia tidak seburuk itu Carissa...! "


" Kau sudah mengobati dan memeriksanya...? "


Tanya Steve.


" Sudah..... "


.


.


.


Steve dan Carissa berjalan menghampiri Vendra.


" Apa yang sebenarnya kau lakukan padanya...? kau membuatnya terluka Ven.... "


Tanya Steve.


" Aku tidak sengaja.... "


Lirihnya.


" Tidak sengaja...? hah...? hahahah kau bilang tidak sengaja gitu...? kau menikmatinya dan menggempur nya secara brutal masih bilang tidak sengaja...? aku benar-benar tidak percaya dengan anda tuan Vendra....! "

__ADS_1


Ucap Carissa kesal.


" Ven... "


" Aku sedang dalam pengaruh obat...!!! berhenti menyudutkan ku...!!! "


" Kau pergi kemana....? kenapa kau melampiaskan padanya...?! "


" Terus pada siapa...?!!! "


Steve hannya diam.


" Tapi kau melakukannya secara kasar tuan... apa kau tahu...? organ intimnya robek tidak beraturan... artinya kau memaksa terlalu keras.... kau melakukannya terlalu brutal... apalagi dia masih perawan.... "


Timpal Carissa.


" Maafkan aku "


" Semua sudah selesai, obatnya aku taruh di meja. Jika terjadi sesuatu ku bisa langsung menghubungiku.... "


" Steve..... "


" Ya... kenapa...? "


" Rahasiakan semuanya... aku mohon... tutup juga mulut dokter kurang ajar ini.... "


" Apa kau bilang...! "


Sahut Carissa.


" Sudah... jangan berurusan dengannya... ayo pulang... "


Carissa langsung keluar dari kamar dengan jengkel.


" Semua aman.. kau tenang saja... "


" Terima kasih.... "


" What....? ??? kau bilang apa..? "


Ucap Steve tak percaya.


" Pergi atau kau ku tendang....!!!! "


" Akhirnya aku mendengar kata-kata mutiara itu.... "


" PERGI...!!! "


" Ya... aku akan pergi, jaga dia... jangan lupa obatnya... "


Steve berlalu meninggalkan Vendra dan Lily di kamar.

__ADS_1


__ADS_2