BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
ROSA


__ADS_3

Di dalam mobil....


Vendra menatap ke arah Lily yang ia sadari memang sejak tadi di pesta dia diam.


" Are you okay baby....? apa kamu capek...? "


" Tidak..... "


Jawabnya singkat.


" Apa dia marah...? "


.


.


.


" Kita makan siang...? "


" Sepertinya aku sudah kenyang, lebih baik kita pulang.... "


Jawab Lily tanpa menoleh ke arah Vendra.


" Kamu marah...? "


" Tidak... kenapa juga aku harus marah...? alasannya apa...? "


" Mungkin kau ingin menanyakan sesuatu..? "


" Soal apa...? "


" Apapun... aku akan menjawabnya.... "


Suasana hening sejenak.


.


.


" Bisakah kamu tidak merokok....? "


Ucap Lily tiba-tiba hingga membuat Vendra terkejut.


" Apa kamu bilang...? "


" Bisa tidak kamu nggak usah merokok... aku tidak suka.... "


" Kamu serius...? kamu ingin bertanya soal hal itu...? ah maksudku kenapa kamu menanyakan itu...? "


Tanya Vendra.


" Aku hannya tidak suka laki-laki perokok, itu sama saja membuang-buang uang... ya aku tahu kamu punya banyak uang, hannya untuk merokok mungkin saldo mu juga tidak akan berkurang... sungguh, aku benci laki-laki perokok.... "


" Baiklah.... "


Jawab Vendra padat, jelas dan diselipi sebuah senyum manis ke arahnya.


" Kau serius...? "


Kini berbalik Lily yang menatap laki-laki itu heran.

__ADS_1


" Kenapa kamu bertanya seperti itu, bukankah tadi kamu memintaku untuk tidak merokok...? "


" Em... iya si, tapi serius kamu mau.. tanpa berfikir lebih lama gitu...? "


" Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku baby.... "


Menggenggam erat tangan Lily dan secara cepat langsung mendaratkan satu ciuman di sana.


.


.


.


" Siapa Rosa....? "


Vendra kini tersenyum penuh kemenangan, ia berfikir apa yang ada dipikirannya soal Lily ternyata benar.


" Apa sesusah itu untuk bertanya...? "


" Jawab saja.. kalau itu privasi kamu tidak perlu menjawabnya.... "


Deg....


Jantung Lily berdetak kencang kali ini.


" Hey, bagaimana bisa perkataan itu lolos begitu saja Lily... apa yang kau lakukan...? cemburu...?


apa aku cemburu...?


aku masih belum tahu seberapa seriusnya dia dengan omongannya kemarin dan ini, hah... kau cemburu pada Rosa yang bahkan kamu tidak tahi cerita hidup dia pada masa itu bagaiman. "


Ucapnya.


" Oh.. "


Ya, singkat padat dan penuh misteri.


" Kau sudah dapatkan jawabanmu...? "


Tanya Vendra.


" Em.. "


" Kau...


.


.


cemburu... ? "


Terlihat senyum manis terukir di bibir Vendra.


" Biasa saja..... "


" Benarkah...? "


" Em, biasa saja... "


.

__ADS_1


.


" Kenapa dia harus berbohong.. ? lihatlah wajah imut dan kecilnya itu...


jelas terlihat di wajahmu kalau kau sedang kesal baby, jangan mencoba menyembunyikan atau berbohong di hadapanku, percuma... "


" Dia bekerja dimana...? "


Tanya Lily lagi hingga membuat Vendra kembali tersenyum.


" Di kota ********* jauh dari kota kita sekarang... apa masih ada lagi...? "


" Em


..... tidak... "


" Kami dulu berhubungan selam 7 tahun sejal sekolah sampai kami menempuh pendidikan lebih tinggi.


Dia menetap di indo, dan aku ikut ayahku... "


" Kenapa..... "


Kalimat itu terpotong.


" Karena suatu alasan, dan aku rasa itu sudah cukup untuk pengetahuanmu baby... "


" Oh... "


" Aku tidak pernah jatuh cinta setelah itu, sampai sekarang... "


" Sekarang.. ? "


" Ya, sekarang... tepatnya setelah aku bertemu seorang gadis di cafe, dan aku membelinya.... cinta memang tanpa syarat bukan...? tak mengenal waktu.... "


" Kau benar....


dan aku merasakannya sekarang, ternyata jatuh cinta dan menyayangi seseorang itu sulit di jelaskan.


Ini kali pertama aku merasakan jantungku berdetak sangat kencang selama hampir 20 tahunan.


Kau tahu, ketika aku bekerja dengan Weni, ah maksudku tante... aku merasa laki-laki sangat kejam ya.... "


" Kenapa.. bagaimana kamu bisa berkata seperti itu...? "


" Bagaimana tidak kejam...


aku melihat dan bahkan mendengar setiap harinya di club seorang suami, kadang juga seorang kekasih sering sekali merendahkan pasangan mereka. Bagaimana mereka bisa sekejam itu, belum lagi mereka yang membayar wanita lain untuk bersenang-senang.


Apa tidak ada terlintas rasa takut sedikitpun...?


Dan waktu itu aku mengambil kesimpulan bahwa laki-laki itu paling tidak bisa untuk jujur, apapun keadaannya. Aku takut dekat dengan laki-laki, aku hannya takut akan di remehkan segitunya.


Apalagi mengingat statusku... "


Lily tersenyum sambil terus menatap ke depan.


" Asal-usul diriku saja tidak jelas... aku sempat berfikir, akankah ada laki-laki yang mencintaimu nanti apa adanya setelah tahu latar belakang ku.


Aku sering dulu mengeluh, Tuhan.. kenapa ujian ku berat, belum lagi aku anak siapa saja nggak jelas.... "


" Sssstttt.... no baby, jangan berkata seperti itu, aku tahu memang ada beberapa yang mungkin berfikiran seperti gitu... "

__ADS_1


__ADS_2