
Selepas sarapan Vendra memang langsung pergi untuk keperluannya tanpa Lily tahu.
Rayen sengaja pulang karena memang Vendra yang memintanya untuk menjaga kekasihnya sementara waktu hannya beberapa hari saja kalau ia memang jadi pergi ke rumah orang tuanya.
Terlihat dari jauh Rayen memperhatikan Lily yang asyik menonton televisi di ruang tengah.
Sesekali ia melihat ke ponselnya, yang sepertinya berharap sekali kalau kekasihnya mengirim pesan atau menelfon nya.
" Kenapa aku merasa ada sesuatu ya.... "
Ia membuka ponselnya dan melihat beberapa fotonya bersama Vendra sambil tersenyum dan mengingat setiap kenangan yang sudah mereka lewati selama ini.
" Aku harap yang aku alami ini selalu nyata kak hingga aku tidak lagi berfikir kalau ini mimpi... "
Ia memandang satu foto Vendra yang ia ambil secara diam-diam tempo hari.
" Dia memang tampan... dan aku mungkin wanita yang terlalu beruntung sampai-sampai bisa mendapatkan laki-laki seperti dia... "
Tersenyum.
šš
Hari sudah gelap, Vendra masih belum juga pulang. Lily yang cemas mencoba menghubungi ke nomor kekasihnya namun tidak bisa.
" Dia kemana sih.... "
Mondar-mandir di ruang tengah.
" Lily... kenapa kau di sini...? "
" Kak Rayen.... apa kak Vendra mengabari mu..? ini sudah jam 7 malam tapi belum pulang juga "
" Tenanglah, dia sudah besar.. tak akan terjadi sesuatu padanya... percayalah... "
" Tapi nomornya tidak bisa di telfon... "
" Nanti kalau dia menghubungiku aku akan memberitahumu, kau cepatlah makan malam.
Percayalah, dia biasa seperti ini... mungkin urusan pekerjaan ada yang mendadak... "
" Oh... apa benar begitu...? "
" Iya, kamu cepat makan malam... ini sudah jam 7..."
" Kakak sudah makan...? "
" Belum... ayo kita makan malam sama-sama.. "
Ajak Rayen.
Terlihat jelas raut wajah Lily yang tidak begitu semangat di meja makan, ia juga hannya memakan sedikit-sedikit.
Rayen yang melihatnya merasa bingung, ia harus bicara apa pada Lily.
Sementara Vendra juga pergi mendadak sekali hari ini hingga ia lupa kalau ada Lily yang pasti butuh penjelasan.
" Apa makanannya tidak enak...? "
" Enak kok... "
" Tapi kamu... "
" Kak.. aku ke kamar dulu ya, kakak habiskan makan malam nya... "
Rayen hannya diam melihat Lily berlalu meninggalkan meja makan.
" Kamu harusnya bilang kalau pergi sore ini... "
" Ini juga mendadak.... ! dia menelfon ku tadi, sudah mengatur pertemuannya di rumah...! mama menyuruhku cepat balik... "
__ADS_1
" Mereka tidak menanyakan diriku..? "
" Sudahlah, jangan tanyakan hal yang konyol macam itu... !! "
" Aku harus bilang apa sama dia...? "
Ucap Rayen.
" Apa dia baik-baik saja..? "
" Dia bahkan tidak terlihat makan malam... "
" Kau tidak menyuruhnya...!!! "
" Aku makan malam bersamanya, kau tahu dia hannya makan 3 sendok saja lalu pergi ke kamar..... "
Jawab santai Rayen.
" Bagaimana kalau dia sakit.....! kau belikan saja sesuatu kalau dia ingin makan yang lain..."
Vendra terdengar cemas.
" Kamu harusnya menelfon nya... "
" Kamu pikir kalau aku menelfon nya nanti aku bicara apa padanya hah..!!! "
" Kamu cari saja alasan.... masak begitu saja tidak bisa...? "
" Bukan tidak bisa, coba kalau kau punya kekasih... kau juga sama malah lebih gagu daripada diriku... "
" Terus ini gimana.. "
" Aku akan menelfon nya nanti... "
" Kau sudah menemuinya...? "
" Sudah... "
" Dia tahu aku membelikan rumah untuk Lily.. "
" Tahu dari mana dia..? kau kurang pengawasan yang ketat kali ini... kau bisa membahayakan nyawanya nanti... "
" Terus kamu kira aku tidak memikirkan Lily...? perketat penjagaan dan jangan sampai ada tamu masuk... siapapun itu... "
" Kau akan mengurungnya...? "
" Ya... "
" Kau gila...!!!! "
Bentak Rayen.
" Terus kamu fikir saja, dia tahu kalau Lily kuliah di sana.... bagaimana kalau sesuatu terjadi pada kekasihku....!!! jangan asal bicara, dan jaga bicara mu itu...!!! "
" Darimana dia dapat informasi...? "
" Ntahlah.... aku pusing...! "
" Kamu telfon saja dia, kasihan.. takutnya nanti sakit, dia cuma makan sedikit tadi. Dan raut wajahnya yang membuatku tidak tega "
Vendra langsung mematikan ponselnya.
" Mah... "
" Kamu tahu kan kalau ayah kamu keras kepala sama denganmu... "
" Tapi aku hannya ingin menikah dengan wanita pilihanku..... "
" Terus mama harus gimana...? "
" Harusnya kakak saja yang di jodohkan, dia lebih tua dariku bukan..? "
" Tapi ayahnya Sandra menginginkanmu sayang, mams bisa apa....? dia teman baik papah waktu SMP sampai sekarang... "
__ADS_1
" Terus aku yang harus jadi tumbalnya..? gila kali papah...!!! "
" Ven.... "
" Tidak mah.... aku benar-benar mencintainya, dan asal mama tahu... aku sudah melakukannya dengan Lily tanpa sengaja tempo lalu... "
Mendengar perkataan Vendra, ibunya langsung terkejut.
Plakkkk......
" Apa yang kau lakukan...!!! "
" Mah aku bisa jelasin.... itu juga karena tidak sengaja.... kecelakaan, waktu aku ada urusan di luar... "
" Kau kan bisa melampiaskan di luar Ven...!!! mamah nggak pernah nyangka kamu malah melampiaskan padanya... pada wanita yang baik-baik....mama nggak pernah ngajarin kamu bersikap serendah ini.
Kamu pikir papa kamu itu akan tinggal diam kalau tahu semua ini hah...!!! "
" Aku hannya berfikir kalau aku.... "
" Aku apa...!!!!! kamu benar-benar keterlaluan, bagaimana kalau papa kamu tahu Ven... bagaimana...!!! "
Vendra hannya diam.
" Aku akan menemuinya....aku akan menyelesaikannya hari ini...."
Vendra berlalu dan meninggalkan kamar ibunya.
Vendra tahu perbuatannya dulu memasang salah, tapi ia juga menyadari perasaannya pada Lily hingga sampai-sampai berani melakukannya.
Kini ia memilih untuk menelfon Lily terlebih dahulu sebelum menemui ayahnya di kantor tempat kerjanya.
Lily yang di kamar melihat ponselnya berdering dengan semangat langsung mengangkat telfon dari Vendra.
" Kak..... ya ampun, kamu baru mengabari diriku .. "
" Hay sayang.... "
" Kamu kemana aja...? ada urusan apa sih sampai jam segini belum pulang....? "
" Kamu sudah makan...? "
" Kak.. jawab dulu... "
" Aku ada urusan mendadak... kamu tidak. perlu cemas... "
" Bener...? "
" Iya, kamu sudah makan...? "
" Sudah.... "
" Habis...? "
" Aku tidak nafsu makan "
terdengar hening sejenak.
" Jangan telat makan, apalagi makan cuma dikit... kalau mau sesuatu bisa suruh penjaga atau pelayan di rumah sayang... "
" Kamu kapan pulang...? "
" Secepatnya aku akan pulang... "
" Jangan lama-lama.... aku kangen kak nanti.. "
Di dalam Mobil Vendra tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.
" I miss you too... minumlah susu, dan terus tidur... sudah jam 10 lebih, kau bisa sakit.. "
" Kamu jaga diri juga baik-baik... "
" Tentu.... "
__ADS_1