
Memang sudah 2 hari ini Vendra tidak ke kantor dan hannya sibuk mengantarkan kekasihnya ke kampus, menjemput dan menghabiskan waktu di rumah.
" Hay Lily, mau buat apa..? tidak kuliah...? "
Rayen melihatnya sibuk di dapur.
" Masak kak, buat sarapan pagi... katanya kak Vendra pengen nasi goreng buatanku... "
" Dia makan nasi goreng...? "
" Iya, tapi lebih tepatnya aku yang masak... "
" Kamu tahu, dia dulu anti sama nasi goreng. Kayaknya itu makanan yang berminyak ucapnya, tapi dulu si... "
Ucap Rayen.
" Benarkah....? "
" Ya, tapi sepertinya sudah pindah haluan semenjak kau yang memasaknya... jangan lupa buat yang banyak, aku juga mau... "
Goda Rayen.
" Hehehe.... siap kak, ngomong-ngomong kakak nggak ke kantor...? "
" Tidak, semua sudah terkendali dari rumah... "
" Oh, apa kakak lama nanti disini...? "
" Ntahlah.... kenapa... ? "
" Tidak, aku hannya bertanya... sering-sering pulang kak. Kayaknya kasihan deh sama kak Vendra nggak pernah ada yang jenguk ke indo.... "
" Dia sudah terbiasa... "
" Kakak tunggu aja di meja makan, nanti sebentar lagi aku selesai... "
" Oh, okay... aku akan mandi dulu... "
" Baiklah.... "
Rayen berlalu menuju kamarnya.
" Bi, siapkan semuanya di meja ya... jangan sampai ada yang berantakan, minuman hangat saja untuk pagi ini karena cuaca yang dingin nggak baik kalau minum minuman yang dingin... "
Ucapnya sambil melepas celemek.
" Baik non, siap... "
" Aku tinggal ke atas mandi sama bangunin tuan dulu... "
" Iya non, monggo.... "
Lily bergegas mandi dan memasuki kamar, ia menengok ke sana kemari tidak menemukan keberadaan kekasihnya yang terakhir kali ia masih melihatnya tidur pulas di ranjang.
" Kak.... kamu dimana....? "
Mencari ke segala tempat namun tidak menemukannya.
" Lebih baik aku mandi saja, mungkin dia sudah turun atau menemui kak Rayen... "
__ADS_1
š
Setelah setengah jam berlalu akhirnya Lily selesai mandi.
Karena terburu-buru dan tidak memperhatikan jalannya, ia menabrak Vendra yang memang mencari Lily dan mengajaknya segera sarapan.
" Bugh.... "
" Aaaa..... "
" lain kali jangan begitu kalau jalan sayang, perhatikan langkah dan keadaan di depanmu... bagaimana kalau kau terjatuh di tangga hah..! "
" Kak.... aku, aku... "
" Tidak ada yang sakit...?
Lily hannya menggeleng.
Vendra langsung mengangkat kekasihnya dan mendudukkan nya di ranjang.
" Kak maaf... lengan kamu coba aku lihat, kebentur lantai takutnya terluka... "
" Tak perlu, aku tidak apa-apa.... "
Vendra memperhatikan kedua kaki putih Lily.
" Kak, aku tidak apa-apa.... "
Tersenyum.
" Maksudnya...? "
Lily terlihat bingung.
" Kalau aku kerja bagaimana...?! "
" Oh.... yasudah, ayo turun kak.. aku sudah masak nasi goreng... "
" Benarkah...? kamu memasaknya langsung pagi ini...? "
" Tentu saja... "
Mereka langsung turun ke ruang makan untuk segera sarapan, Rayen juga pastinya sudah menunggu kedatangan adik dan kekasih adiknya yang super pintar dalam menaklukkan hati sang adik.
š
" Lama sekali.... kalian tak tahu kalau aku sudah menelan air liur dari tadi...? "
Lily hannya tersenyum mendengar ucapan Rayen.
" Kenapa lenganmu...? "
Melihat kebab di siku Vendra.
" Terbentur meja tadi malam.. kenapa..? "
Tanya Vendra.
" Tentu saja aku bertanya, aku kira terbentur apa atau.... "
__ADS_1
" Sudah... cepat makanlah, katanya tadi lapar.. "
" Iya, ayok sarapan.... "
Sebenarnya ada sedikit yang mengganggu pikiran Lily mengenai omongan Vendra tadi di kamar.
Walaupun ia tidak memikirkannya terlalu serius, tapi ia merasa ada sesuatu di balik kata-kata kekasihnya.
" Kamu tidak kuliah...? "
" Aku libur kak... kenapa...? "
" Oh, tidak apa-apa.. hannya bertanya... "
Rayen melihat raut wajah Vendra yang tidak bisa di bohongi bahwa adiknya sepertinya masih memikirkan soal masalah perjodohan yang diatur oleh ayahnya.
" Kak... kamu baik-baik saja kan..? "
Tanya Lily tiba-tiba hingga membuat Rayen terkejut.
" Emangnya dia terlihat sakit...? "
Tanya Rayen.
" Ntahlah.. aku merasa dia sakit, kamu sakit kak...? "
Vendra hannya diam tanpa menjawab.
" Heh... pacarmu bertanya...! "
Bentak Rayen.
" Kak... kamu beneran sakit...? "
Lily meletakkan sendoknya.
" Tidak... aku baik-baik aja, apa aku terlihat buruk sampai-sampai kamu mengira aku sakit hah..? "
" Ya sudah kalau baik-baik saja, aku hannya cemas... "
Ucap Lily, Rayen hannya diam tanpa berbicara apapun.
" Kamu nanti dirumah saja, aku ada urusan... "
" Kemana..? "
" Urusan pekerjaan seperti biasanya, ada kak Rayen disini, apa kau takut...? "
" Bukan begitu kak... aku cuma bertanya "
" Paling juga urusan pekerjaan seperti biasa Lily, kau tidak perlu cemas... dia pasti cepat pulang.... "
Goda Rayen.
" Oh, yasudah.... "
" Jangan keluar kemana-mana.... "
" Siap... "
Tersenyum menatap Vendra.
__ADS_1