BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
TERBIASA


__ADS_3

" Kenapa berat sekali, seperti ada yang menindih tubuhku...."


Lily dengan mata tertutup berusaha memegang perutnya yang ia rasa kalau memang ada sesuatu yang menimpa nya.


" Apa ini...."


Ia mulai membuka kedua matanya dan langsung terkejut hingga tubuh nya langsung gemetar.


" Apa yang kau lakukan disini....!!! "


" Apa...."


Suara serak Vendra yang masih terpejam namun semakin mengeratkan pelukannya.


" Lepaskan aku....."


" Kenapa...."


" Lepaskan...kau lancang sekali..."


" Kau tadi malam juga memelukku..."


" Apa...!!!! "


" Kaget ya...? nanti aku akan memperlihatkan rekaman CCTV kalau kau mau..."


" Kau...kau memasang CCTV di kamarku..?! "


" Ini rumahku, ini kamarku...tapi kau boleh memiliki kamar ini "


beralih memandang Lily.


" Ih...lepaskan aku ka... "


" Aku kira kau merindukanku...."


" Apa....!!!! "


" Tidurlah..."


" Aku tidak mau...minggir lah ... "


" Kau mau apa...? ini masih jam 6 pagi...."


" Ka... lepaskan aku...."


" Biarkan saja seperti ini...."

__ADS_1


" Aku tidak bisa bernafas...."


" Aku akan memberi nafas buatan secara gratis... "


" Kurang ajar sekali dia, apa-apa an ini, bisa-bisanya dia berkata secara PD seperti itu padaku..."


Batin Lily yang masih memegang lengan Vendra untuk dilepas, namun tenaganya kalah jauh dibandingkan dengan tenaga Vendra.


" Jangan mengumpat diriku... "


" Apa...? "


" Aku tahu, kau sering mengumpatku, mencaci maki diriku berkali-kali kan...? "


Sambil tersenyum.


" Apa semua ruangan kau pasang CCTV...? apa kamar mandi juga


..? kau ini kenapa seperti itu, aku sudah bilang kalau aku tidak akan kabur.... "


" Terserah diriku...ini rumahku..."


Vendra kembali menggeliat dan memeluk tubuh mungil Lily hingga menenggelamkan kepalanya di dada seolah sepasang kekasih yang sedang dirundung kerinduan.


" Kecut sekali baunya...."


" Makanya... lepaskan aku, aku akan mandi..."


" Tak apa..aku masih bisa menahannya... "


Sejenak suasana sunyi, mereka juga saling diam hingga akhirnya Vendra mengingat kejadian semalam.


" Kau sudah mendingan...? "


" Apa...? "


" Perutmu...? "


" Ah...iya..aku sudah lebih baik..."


" Lain kali jangan makan makanan yang terlalu pedas, perutmu bisa sakit


.... makanlah sesuai takaran "


" Maaf.... "


" Hm.... "

__ADS_1


" Kamu pulang jam berapa...? "


" Kenapa....? kau merindukanku...? "


" Yasudah, lupakan pertanyaan ku..tidurlah.. "


Vendra hannya tersenyum.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


Mereka masih posisi yang sama dengan Vendra yang memeluk tubuh Lily.


Berbeda dengan Vendra yang sangat santai bahkan sesekali ia terlelap karena rasa kantuk di kedua matanya, Lily justru merasa tubuhnya panas dingin.


Belum lagi jantungnya yang berdetak tidak seperti biasanya.


" Kenapa bunyinya cepat sekali, apa dia masih sakit...?


atau tubuh ku terlalu berat.... ? "


Vendra yang memang sudah merasakan detak jantung Lily yang terdengar sangat cepat hingga tubuhnya yang semakin berkeringat.


" Ee...tuan...


em...kak....


aku ingin pipis, lepaskan aku..."


" Kenapa...? kau pasti mencari cara kan...? "


" Beneran...aku pengen pipis....lepaskan..."


" Kau akan kesini..? "


" Aku akan mandi "


Sambil menggoyangkan badannya karena sudah tidak tahan.


" Kau akan kesini.. ? "


Vendra mengulang ucapannya kembali.


" Iya iya...aku akan kesini...! lepaskan aku Ka..! kau mau aku ngompol disini ha..? "


" Pergilah..."


__ADS_1


__ADS_2