BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
PERNYATAAN CINTA


__ADS_3

" Bagaimana bisa mah....?! aku tidak menyetujui keputusan ini.....!!! mama tahu kan aku punya kekasih, dan mama tahu itu....! "


Vendra terlihat sangat kesal.


" Nak.... tapi ini semua keputusan ayahmu.... aku bisa apa.... kalau kamu mau membujuk ayahmu kemarilah.... kau bisa mengajak Lily dan memperkenalkannya..... "


" Mah..... kamu tahu kan.... papah akan melakukan apa saja kalau itu sesuatu yang berhubungan dengannya.... apalagi menentang keinginannya....! aku tidak mau mengambil resiko untuk Lily.....! kenapa tidak kakak saja yang berada di posisi ini....? "


" Tenanglah Vendra.... jangan marah seperti itu.... cobalah kamu kemari nak, kita bisa bicarakan semuanya secara baik dan dengan kepala dingin.... siapa tahu papa kamu bisa merubah keputusannya.... "


Ucap Ibunya dari telfon.


" Ntahlah..... "


Vendra langsung mematikan ponselnya dan duduk di bangku balkon.


Kali ini ada ketakutan yang besar, bukan soal dirinya melainkan ketakutan jika sesuatu terjadi pada kekasihnya.


" Apa yang harus aku lakukan...? kenapa masalah seperti ini harus muncul....!! "


.........


" Selamat pagi kak...... "


" Pagi..... "


Vendra duduk dan menatap Lily yang tengah menyiapkan sarapan pagi di meja.


" Kamu ke kantor...? "


" Tidak..... "


" Mandilah... aku akan menunggumu sarapan.. "


Vendra menatap Lily begitu lama hingga akhirnya berdiri dan mendekat ke arahnya.


" Kenapa...? kamu mandi sana.... "

__ADS_1


" I love you..... "


" Kamu kenapa...? kamu sakit...? "


Ucap Lily heran.


" No..... "


Dia langsung memeluk kekasihnya sangat erat.


" Apakah kamu bisa marah padaku...? "


" Tentu saja bisa... kenapa tidak... kamu kalau keterlaluan aku pasti akan marah.... "


" Apa kamu akan meninggalkanku jika aku melakukan kesalahan....? "


Ucap Vendra.


" Tidak.... kenapa harus pergi ketika kau melakukan kesalahan padaku...? aku bahkan sering melakukan kesalahan, tapi kau tidak pernah mencampakkan diriku... "


Ucap Lily sambil membalas pelukan Vendra.


" Tidak akan pernah..... "


" Bolehkah aku bertanya...? "


" Tentu saja... tanyakan saja... "


Ucap Lily.


" Apakah kamu mencintaiku...? "


" Kenapa kau bertanya seperti itu..? tidak biasanya.... "


" Kali ini aku hannya ingin mendengar jawaban satu kali saja.... dan aku tidak akan pernah menanyakannya lagi.... aku hannya ingin jawaban yang tulus dari hatimu.... "


Lily sejenak diam.

__ADS_1


" Kau sulit untuk menjawabnya...? "


Vendra melepaskan pelukannya dan menatap kekasihnya.


" Tak apa... lupakan ucapanku... tunggulah aku, aku akan mandi.... "


Vendra hendak berlalu ke kamar mandi, namu Lily tiba-tiba menggenggam erat telapak tangannya.


" Kau belum mendengar jawaban dariku bukan...? "


Keduanya saling menatap.


" Aku......


.


.


.


Aku sangat mencintaimu kak... sangat... aku bahkan menyayangimu... kau hidupku ntah sejak kapan... tapi aku tahu posisiku dan siapa diriku. Kau segalanya untukku, kau yang mematahkan rasa takutku untuk berani mencintai pria se sempurna dirimu. Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta denganmu.... ?


itu mustahil...... "


Vendra benar-benar bahagia mendengar ucapan yang keluar dari kekasihnya pagi ini, senyumnya begitu lebar, dan manis.


Tanpa basa-basi dia langsung memeluk kekasihnya dan menghujaninya dengan ciuman yang tiada henti di seluruh wajah Lily.


" Aku mencintaimu kak... aku mencintaimu tuan Vendra.... "


Senyum keduanya sama-sama terukir dan terpancar jelas kebahagiaan yang begitu besar.


" Aku berjanji padamu.... bahwa kau akan menjadi nyonya Vendra dan akan menjadi ibu dari anak kita nantinya.... dan itu untuk selamanya... aku janji... "


Ucap Vendra.


" Terima kasih untuk janji itu... aku harap secepatnya menjadi nyata.... "

__ADS_1


Jawab Lily.


Pagi ini Vendra seperti mendapat semangat baru untuk memulai sesuatu yang baru, tapi sejenak ia juga memikirkan perkataan ibunya tadi malam, walau bagaimanapun itu menjadi beban di fikirannya.


__ADS_2