BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
KUNJUNGAN... ?


__ADS_3

Lily melihat dari tadi ponsel milik kekasihnya menyala. Ada panggilan masuk sejak tadi karena Vendra sedang mengambil makanan di bawah untuknya.


" Apa aku angkat sja ya telfonnya? tapi bagaimana kalau kak Vendra marah nanti padaku? "


Lily masih memandang ke arah ponsel itu.


" Masih menyala, dia memanggil terus dari tadi... "


Tak lama Vendra terlihat sudah berada di depan pintu.


" Maaf sayang, apa lama..? "


" Tidak "


" Makan semuanya, habiskan dan minum obat ya "


" Kamu mau suapin aku kan...? "


" Tentu saja "


Vendra mulai menyuapi Lily dengan sabar.


" Apa ada sesuatu? "


" Tidak... "


" Benar begitu? "


Tanya Vendra.


" Iya, nggak ada apa-apa... "


" Yasudah, minumlah obat... "


" Tadi ada yang menelfon kamu terus "


" Benarkah....? tunggu sebentar... kamu jangan kemana-mana "


Vendra mengambil ponselnya dan keluar dari kamar.


Ternyata memang Jessie yang menghubunginya sejak tadi untuk menanyakan proyek yang sedang mereka kerjakan.


Memang sudah 3 hari Vendra tidak pergi ke kantor, tapi semuanya juga sudah di selesaikan dan di urus oleh Septian asisten pribadinya.


" Ya, ada apa...? "


Ucap Septian dari balik telfon.


" Ada masalah apa di kantor...? "


" Maksudnya? "


" Ah, maksudnya masalah proyek kita dengan Jessie "


" Tidak ada kendala yang serius, hannya saja besok ada tinjauan... bagaimana...? "

__ADS_1


" Tinjauan kemana...? "


" Ke lokasi... jangan bercanda seperti itu, kamu menanyakan hal yang konyol "


Protes Septian.


" Jam berapa...? aku bilang ke Lily apa nanti "


" Bilang apa aja, kan memang urusan bisnis, dia pasti mengerti "


" Ya sudah, kamu bilang saja sama Jessie itu kalau aku sudah tahu dan tidak perlu menelfon diriku terus menerus.... bagaimana kalau Lily curiga, menyusahkan "


" Akan ku urus semuanya... "


" Ya... "


Vendra langsung kembali ke kamar menemui kekasihnya.


Terlihat Lily sedang bermain dengan ponselnya.


" Siang ini aku harus pergi... tak apa jika aku tinggal sebentar kan...? "


" Kemana? kamu mau ke kantor? "


" Iya, ada pekerjaan yang perlu aku urus... "


" Nggak apa-apa.. pergilah... "


" Kamu jangan banyak gerak, istirahatlah.. kalau butuh sesuatu bisa minta tolong sama pelayan.


" Iya, terima kasih... "


" Tentu.... istirahatlah, apa kamu kasih pusing? biar aku panggilkan Steve kemari "


" Itu tidak perlu, aku sudah mendingan.. pergilah dan hati-hati di jalan "


" Love you "


" Love you too... "


Vendra mencium mesra kekasihnya dan berlalu meninggalkan kamar.


Lily langsung meletakkan ponsel dan berbaring untuk istirahat.


" Kak... "


Ia mengirim pesan ke Septian.


"Iya, bagaimana Lily... apa ada sesuatu? "


" Hari ini kak Vendra memang ada urusan di kantor? "


" Iya, ada rapat penting, kenapa? "


" Tidak, aku hannya bertanya saja "

__ADS_1


" Baiklah, selamat pagi "


" Pagi... "


Lily diam sambil menatap langit kamar.


" Siapa si yang menelponnya terus menerus tadi, biasanya juga nggak sampai keluar kalau mau angkat telpon "


Sementara itu Vendra yang sudah sampai di kantor langsung mengadakan meeting bersama Jessie juga tentunya.


" Apa kita harus meninjau kesana...? "


Tanya Vendra.


" Tentu saja, itu akan lebih baik bukan? nanti kita cek semuanya biar jelas "


Ujar Jessie.


" Kamu saja yang pergi Sep... "


" Tapi Vendra, ini penting... setidaknya kita harus meninjau nya untuk kali ini "


" Jessie benar... "


Bisik Septian.


" Tapi aku sibuk.... "


Tolak Vendra.


" Sibuk...? "


" Ya, maksudnya aku sibuk ada urusan lain. Lagipula nanti Septian juga bisa menangani semuanya dan langsung memberikan info padaku seperti biasanya "


" Ini proyek pertama kita, aku harap ini juga menjadi tinjauan pertama... setidaknya untuk sekedar meneliti keadaan di sana, selebihnya nanti kita pantau seperti biasa tidak perlu ke lokasi "


Jelas Jessie yang berusaha meyakinkan Vendra.


" Baiklah... nanti kabari aku saja jam dan kapan kita ke lokasi "


" Tentu saja.... "


Jessie tersenyum lega.


Vendra langsung berlalu kembali ke ruangannya.


" Makasih Ven.... "


" It's okay... aku harus mengurus beberapa dokumen, selamat pagi "


Berlalu meninggalkan Jessie.


Keputusan hari ini benar-benar membuat suasana hatinya meningkat, setidaknya dia juga bisa berduaan dengan Vendra, menghabiskan banyak waktu berdua.


" Akhirnya aku bisa meyakinkan dan membujuknya "

__ADS_1


Jessie langsung berlalu meninggalkan ruang meeting dan bergegas kembali ke kantornya.


__ADS_2