
Lily melihat dari tadi ponsel milik kekasihnya menyala. Ada panggilan masuk sejak tadi karena Vendra sedang mengambil makanan di bawah untuknya.
" Apa aku angkat sja ya telfonnya? tapi bagaimana kalau kak Vendra marah nanti padaku? "
Lily masih memandang ke arah ponsel itu.
" Masih menyala, dia memanggil terus dari tadi... "
Tak lama Vendra terlihat sudah berada di depan pintu.
" Maaf sayang, apa lama..? "
" Tidak "
" Makan semuanya, habiskan dan minum obat ya "
" Kamu mau suapin aku kan...? "
" Tentu saja "
Vendra mulai menyuapi Lily dengan sabar.
" Apa ada sesuatu? "
" Tidak... "
" Benar begitu? "
Tanya Vendra.
" Iya, nggak ada apa-apa... "
" Yasudah, minumlah obat... "
" Tadi ada yang menelfon kamu terus "
" Benarkah....? tunggu sebentar... kamu jangan kemana-mana "
Vendra mengambil ponselnya dan keluar dari kamar.
Ternyata memang Jessie yang menghubunginya sejak tadi untuk menanyakan proyek yang sedang mereka kerjakan.
Memang sudah 3 hari Vendra tidak pergi ke kantor, tapi semuanya juga sudah di selesaikan dan di urus oleh Septian asisten pribadinya.
" Ya, ada apa...? "
Ucap Septian dari balik telfon.
" Ada masalah apa di kantor...? "
" Maksudnya? "
" Ah, maksudnya masalah proyek kita dengan Jessie "
" Tidak ada kendala yang serius, hannya saja besok ada tinjauan... bagaimana...? "
__ADS_1
" Tinjauan kemana...? "
" Ke lokasi... jangan bercanda seperti itu, kamu menanyakan hal yang konyol "
Protes Septian.
" Jam berapa...? aku bilang ke Lily apa nanti "
" Bilang apa aja, kan memang urusan bisnis, dia pasti mengerti "
" Ya sudah, kamu bilang saja sama Jessie itu kalau aku sudah tahu dan tidak perlu menelfon diriku terus menerus.... bagaimana kalau Lily curiga, menyusahkan "
" Akan ku urus semuanya... "
" Ya... "
Vendra langsung kembali ke kamar menemui kekasihnya.
Terlihat Lily sedang bermain dengan ponselnya.
" Siang ini aku harus pergi... tak apa jika aku tinggal sebentar kan...? "
" Kemana? kamu mau ke kantor? "
" Iya, ada pekerjaan yang perlu aku urus... "
" Nggak apa-apa.. pergilah... "
" Kamu jangan banyak gerak, istirahatlah.. kalau butuh sesuatu bisa minta tolong sama pelayan.
" Iya, terima kasih... "
" Tentu.... istirahatlah, apa kamu kasih pusing? biar aku panggilkan Steve kemari "
" Itu tidak perlu, aku sudah mendingan.. pergilah dan hati-hati di jalan "
" Love you "
" Love you too... "
Vendra mencium mesra kekasihnya dan berlalu meninggalkan kamar.
Lily langsung meletakkan ponsel dan berbaring untuk istirahat.
" Kak... "
Ia mengirim pesan ke Septian.
"Iya, bagaimana Lily... apa ada sesuatu? "
" Hari ini kak Vendra memang ada urusan di kantor? "
" Iya, ada rapat penting, kenapa? "
" Tidak, aku hannya bertanya saja "
__ADS_1
" Baiklah, selamat pagi "
" Pagi... "
Lily diam sambil menatap langit kamar.
" Siapa si yang menelponnya terus menerus tadi, biasanya juga nggak sampai keluar kalau mau angkat telpon "
Sementara itu Vendra yang sudah sampai di kantor langsung mengadakan meeting bersama Jessie juga tentunya.
" Apa kita harus meninjau kesana...? "
Tanya Vendra.
" Tentu saja, itu akan lebih baik bukan? nanti kita cek semuanya biar jelas "
Ujar Jessie.
" Kamu saja yang pergi Sep... "
" Tapi Vendra, ini penting... setidaknya kita harus meninjau nya untuk kali ini "
" Jessie benar... "
Bisik Septian.
" Tapi aku sibuk.... "
Tolak Vendra.
" Sibuk...? "
" Ya, maksudnya aku sibuk ada urusan lain. Lagipula nanti Septian juga bisa menangani semuanya dan langsung memberikan info padaku seperti biasanya "
" Ini proyek pertama kita, aku harap ini juga menjadi tinjauan pertama... setidaknya untuk sekedar meneliti keadaan di sana, selebihnya nanti kita pantau seperti biasa tidak perlu ke lokasi "
Jelas Jessie yang berusaha meyakinkan Vendra.
" Baiklah... nanti kabari aku saja jam dan kapan kita ke lokasi "
" Tentu saja.... "
Jessie tersenyum lega.
Vendra langsung berlalu kembali ke ruangannya.
" Makasih Ven.... "
" It's okay... aku harus mengurus beberapa dokumen, selamat pagi "
Berlalu meninggalkan Jessie.
Keputusan hari ini benar-benar membuat suasana hatinya meningkat, setidaknya dia juga bisa berduaan dengan Vendra, menghabiskan banyak waktu berdua.
" Akhirnya aku bisa meyakinkan dan membujuknya "
__ADS_1
Jessie langsung berlalu meninggalkan ruang meeting dan bergegas kembali ke kantornya.