
Tepat hari minggu, malam nanti akan di adakan perjamuan mewah di rumah Vendra yang akan di hadiri banyak tamu penting dari beberapa perusahaan.
Seisi rumah dibuat sibuk, begitu juga dengan Lily.
" Eh....bukan pake bahan yang itu...!! "
Bentak Tya yang spontan membuat seluruh yang ada di dapur menoleh ke arah mereka.
" Oh..maaf aku tidak tahu mbak..."
Jawab Lily.
" Makanya tanya dulu....! "
" Tya...! "
Seru salah satu pembantu di sana.
" Non..biar saya yang lakukan, non Lily bisa pergi ke sana untuk mengerjakan pekerjaan yang lainnya..."
" Bi..maaf, aku benar-benar tidak tahu, maaf mbak Tya... "
" Maaf mulu..."
" Tya hentikan, kerjakan yang lainnya biar ini aku yang kerjakan.."
Tya dengan tatapan sinis langsung pergi meninggalkan Lily dan salah satu temannya di sana.
" Sudah non, jangan di ambil hati..."
" Tidak apa-apa bi, mungkin aku yang keliru..harusnya aku tanya dulu..."
Tersenyum dan berlalu untuk mengerjakan yang lainnya.
" Tya kenapa galak seperti itu, bagaimana kalau tuan tahu..."
" Kau kan tahu dia memang seperti itu "
" Tapi tidak seharusnya dia bersikap begitu...bagaimana kalau tuan marah, lagi pula apa dia tidak tahu kalah non Lily sepertinya memang dekat dengan tuan..."
__ADS_1
" Terus mau gimana lagi...sudahlah biarkan saja, andai tadi bi Susi tahu..pasti sudah di omelin tuh Tya "
Mereka langsung melanjutkan pekerjaan masing-masing, Lily juga sudah beralih ke bagian ruang tengah untuk menata bunga dekorasi yang baginya tidak terlalu sulit.
Jam didinding sudah menunjukkan pukul 5 sore, semua sudah selesai dan bahkan sudah siap.
Seluruh penjaga dan pembantu bergantian dan bersiap untuk mandi, apalagi nanti malam.ada acara jamuan besar di sana.
Lily juga sudah nampak rapi dengan dress di atas lutut, ia memilih memakai warna putih melihat stock baju yang ada di lemarinya.
Tanpa polesan yang terlalu tebal dan lipstik.sudah membuatnya sangat cantik, gadis mungil itu berdiri di depan cermin sangat lama.
" Huft..... "
Menarik nafas panjang.
" Kehidupan macam apa ini...?
aku bahkan tak tahu posisiku disini, kalau aku pembantu sama ya g lainnya..tapi kamar dan sikapnya juga beda padaku.
Apa benar aku memang wanitanya..? "
tok
tok
....
" Nak...kau sudah siap, ayo turun..."
" Iya bi bentar..."
Berjalan ke arah pintu.
" Wah cantiknya..."
" Bi...aku nanti ngapain..? "
__ADS_1
" Kamu bisa sama bibi nanti, jangan lakukan hal lainnya..."
" Tapi bi..."
" Sudah gak apa-apa...ayo turun.."
" Baiklah..."
Mereka berdua langsung turun, suasana terasa sangat berbeda dari sebelum di hias dan setelah di hias, ada rasa spesial sekaligus istimewa malam ini.
Lily menengok kesana-kemari seolah memang mencari keberadaan Vendra yang sejak kemarin ia memang jarang melihat laki-laki yang sudah berkali-kali menemaninya tidur, bahkan menyusup paksa ke kamarnya.
" Kenapa nak..? "
" Oh..tidak bi.."
" Kamu mencari nak Vendra..? "
" Tidak bi, aku hannya melihat-lihat, acaranya sangat mewah, terlihat cantik dan bagus dekorasinya.."
" Setiap satu tahun sekali memang selalu ada jamuan besar di rumah ini nak, selalu di rumah ini.
Jadi nak Vendra berusaha membuat se spesial mungkin kalau bisa..."
" Ini bahakan menurutku sangat sangat spesial bi...aku tidak pernah melihat acara semewah ini hannya untuk jamuan makan malam saja..."
" Ini masih biasa nak, ayo kesana..nanti kamu jangan pegang apapun ya, aku sudah di pesan sama nak Vendra..."
" Tapi aku harus apa bi, kalau ada yang bertanya gimana...? "
" Nanti bibi temani, tenang saja.."
Sahut bi susi.
Saat Lily melihat kesana kemari, kedua matanya terdiam saat menatap ke arah tangga, laki-laki yang ia cari seharian akhirnya turun.
Tubuh tegap dan baju press body memperlihatkan ototnya kalau besar, tampilan yang sangat sempurna bagi Lily.
" Kemana dia seharian, aku bahkan tidak melihatnya..."
__ADS_1
" Mungkin tuan sibuk dengan pekerjaannya "