BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
SALAH SANGKA


__ADS_3

Pagi ini Rayen tidak pulang dan memilih tidur di apartemen temannya setelah semalaman suntuk pergi ke club untuk minum-minum.


Sejujurnya Rayen memang sifatnya sedikit berbeda dengan Vendra yang kebetulan ia memang sering minum-minum usai perpisahannya dulu dengan kekasihnya.


Walaupun kebiasaannya terdengar buruk, tapi ia tidak pernah sedikit pun punya fikiran untuk menyakiti wanita.


" Selamat pagi tuan... "


Ucap salah satu pelayan di meja makan sambil menghidangkan sarapan pagi untuk Vendra.


" Pagi..... dimana Rayen..? "


" Maaf tuan, tuan Rayen belum pulang sejak semalam... "


" Ish... dia pasti minum.... "


Vendra hannya sarapan sendiri, pagi ini dia tidak menanyakan keberadaan Lily karena ia juga tahu betul kalau Lily sedang ada di taman untuk membersihkan dan menyiram tanaman.


" Non.. kemarin pergi kemana...? "


tanya salah satu pembantu dirumah Vendra.


" Hannya muter-muter keliling kota bi, terus makan malam... itu saja.. kenapa emangnya..? "


" Oh... tidak apa-apa non hannya bertanya.. "


" Kok aku tidak melihat tuan Rayen bi...? "


" Kenapa...? kau kangen sama Rayen..? "


Sontak membuat mereka terkejut karena yang menjawab tidak lain dan tidak bukan adalah Vendra.


" Tuan.. kalau begitu saya permisi... "


Kini mereka berdua diam, awalnya Vendra mencari Lily karena ingin memberitahunya untuk membersihkan kamarnya akan tetapi ternyata Lily menanyakan Rayen.


" Kenapa diam......? kau kangen sama kakak ku..? "


" Bukan begitu... aku hannya bertanya karena tidak melihatnya sarapan pagi denganmu... "


" Bilang saja kau kangen.. mau merayunya atau mau memintanya untuk mengajakmu jalan-jalan..? "


" Kenapa kamu bisa mempunyai fikiran seperti itu..? aku sama sekali tidak punya niat sama seperti apa yang kau fikirkan ya tuan Vendra.. "


" Terus apa kalau tidak... bersihkan kamarku..! "


" Suruh saja yang lain... "


Tolak Lily.


" Aku menyuruhmu kenapa malah menyuruh orang lain, cepat pergi ke atas dan bersihkan kamarku sekarang...! "


Lily tanpa menjawab langsung pergi meninggalkan Vendra menuju ke kamarnya sesuai perintah dari pemilik rumah yang ia tinggali.


Ia kesal mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Vendra padanya yang seakan-akan dirinya seorang wanita penggoda.


Dengan santainya dan tanpa rasa bersalah Vendra menyusul Lily yang mungkin sudah berada di kamarnya.


.


.


.


" Bersih....


apa yang perlu dibersihkan...? "

__ADS_1


Lily melihat kamar Vendra sangatlah rapi seperti biasanya, ia kebingungan apa yang harus dibersihkan sementara kamarnya sudah sangat rapi.


" Lebih baik aku turun, lagipula juga sudah rapi kamarnya... "


Bugh...


Tubuhnya menabrak seseorang ketika berbalik ke pintu.


" Awh... "


" Kau mau kemana...! "


" Kebawah... kamarmu sudah bersih, aku harus membersihkan apa..? "


" Tidak ada... kau tetap disini, bersihkan kamarku... lipat ulang semua baju yang ada di almari... "


" Apa...???? "


" Kenapa...? tidak mau...? kau lakukan atau kau aku pecat...! "


Lily berjalan ke arah almari besar yang ada di kamar.


Banyak baju yang sudah tertata rapi, ia menengok kesana kemari mencari mana baju yang berantakan hingga ia harus melipatnya ulang.


" Ini sudah sangat rapi.... "


" Keluarkan semua dan kau lipat ulang.. "


" Apa maksud mu...! "


" Pecat...? "


Dengan kesal Lily menggotong semua baju di almari ke ranjang besar milik Vendra, ia langsung naik ke ranjang dan melipat ulang baju itu satu per satu.


" Aku rasa dia ingin mengerjaiku...


semua baju sudah tertata rapi, tapi dia menyuruhku melipatnya ulang, apa yang sebenarnya ia rencanakan...?


Ntah habis ini dia ingin berulah apalagi padaku... "


Vendra duduk di sofa sambil mandang ke arah wanita yang sekarang duduk di ranjang sambil melipat baju miliknya satu persatu.


Senyum kemenangan terukir jelas di wajahnya, sesekali ia memotret wanita yang sudah ia kerjai dengan ponselnya.


" Capek...? "


" Tidak... "


Jawab Lily singkat.


" Tentu saja capek, enakan juga jalan-jalan keliling kota... "


" Kenapa dia membahas itu terus.. apa sih maunya...! "


Lily hannya bisa mengumpat kesal.


" Pasti kau sangat menikmatinya... "


" Tentu saja.. kan jalan-jalan... "


Ucap Lily masa bodoh.


" Dari siang sampai malam.. puas sekali ya jalan-jalan nya... "


" Sangat puas... "


Sambil melipat baju dan tersenyum menjawab perkataan yang dilontarkan Vendra tanpa henti.

__ADS_1


" Tentu saja... kakakku memang jagonya memuaskan wanita... "


" Ya... kau benar... "


Vendra langsung berjalan menghampiri Lily.


Ia melihat bibir Lily yang terluka.


" Tentu saja.. sangking puasnya sampai dia menggigit ya... "


" Ya..... "


Lily terlalu polos hingga menjawabnya dengan asal.


" Apa itu nikmat...? "


" Ya sangat nikmat... "


Lily masih melipat baju tanpa menghiraukan Vendra yang kini sudah berada sangat dekat dengannya.


" Sangat nikmat...? sampai kakakku menggigit bibirmu...? apa lagi yang ia gigit...? hem..? "


Vendra tersenyum sinis.


Lily yang tersadar dengan ucapannya langsung menatap ke arah laki-laki yang duduk disampingnya.


" Apa yang kau katakan...? "


" Bukankah kau sangat menikmati perjalanan kemarin dan permainan kakakku...? dan permainan bibir kalian..? sungguh aku tidak tahu kalau kau ternyata berani ya gadis kecil.. "


" Jangan bicara sembarangan ya, aku kira kau bertanya soal makanan...! "


" Benarkah itu...? "


" Ya... bukankah kita membicarakan makan malam ku dengan kakak mu...? "


" Ya.. tentu saja... makan malam... pulang.. dan terus menggigit... WOW.... nikmat sekali.


Apa kakak ku sudah menyentuhmu...? "


PlakKkkkk.....


Karena emosi dengan tuduhan Vendra, Lily melayangkan tangannya tepat di pipinya.


" Kau keterlaluan....!!!


bagaimana kau bisa berfikir kotor seperti itu...!


cuih....!


aku tidak menyangka kalau kau bisa berkata sejahat itu padaku, aku kira kau baik.. kau tidak buruk...! tapi sepertinya kau sama saja dengan laki-laki yang berada di tempat menjijikkan di luaran sana.


Apa mungkin kau sudah pernah bermain gila dengan wanita idaman semua laki-laki..?


Aku memang kotor dulu dan tinggal juga di tempat yang kotor, tapi bagiku aku selalu ingin menjadi berlian yang keindahannya tidak akan pernah hilang di manapun ia ditempatkan...!


Dan satu lagi...! aku tidak berciuman dengan kakakmu...! luka yang ada di bibirku ini karena tertusuk garpu waktu makan, seseorang menyenggol ku hingga bibirku langsung tertusuk dan tergores....!!


Oh ya... satu lagi.. aku berfikir akan mempertahankan apapun yang ada dalam diriku untuk calon suamiku nanti.. tapi


cuih..!! kau bahkan merenggut ciuman pertamaku...!


kau telah MERUSAKKU...! kau MERUSAKKU..!!!


kalau disini yang pantas di sebut bejat adalah kau..! bukan kakakmu...! ".


Lily langsung berlari dengan air mata yang mengalir deras, hati yang tercabik-cabik bahkan nafasnya terasa sangat sesak mengingat perkataan yang dilontarkan Vendra tadi.

__ADS_1




__ADS_2